Follow Us :              

Pemprov Jateng Targetkan Perbaikan Jalan Selesai H-7 Lebaran

  25 March 2024  |   09:00:00  |   dibaca : 321 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Targetkan Perbaikan Jalan Selesai H-7 Lebaran

25 March 2024 | 09:00:00 | dibaca : 321
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan jalan provinsi yang rusak akibat banjir dan longsor di daerahnya, akan tuntas sebelum lebaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, jalan-jalan provinsi yang rusak akibat banjir memang kebanyakan berada di daerah timur, seperti Grobogan, Demak, Kudus, dan lainnya.

“Untuk perbaikan jalan provinsi, kita menunggu setelah (banjir) surut. Setelah surut, kita akan laksanakan perbaikan dengan menambal lubang. Nanti, H-7 lebaran (sudah) selesai,” katanya di Semarang pada Senin, 25 Maret 2024.

Hanung mengatakan, diperkirakan jalan yang rusak akibat banjir mencapai 100 km. Jalan tersebut, tersebar di beberapa titik, seperti di lingkar Purwodadi Grobogan, Jati-Klambu, Kudus-Margoyoso, dan lainnya. Nantinya, perbaikan jalan dilakukan dengan pengaspalan atau penambalan di jalan-jalan yang rusak.

Selain memperbaiki jalan yang terdampak banjir, Pemprov Jateng juga akan melakukan perbaikan jalan di ruas-ruas lainnya.

“Kita juga laksanakan pengerjaan overlay (memperbarui permukaan jalan, tanpa melakukan penggalian atau pembongkaran jalan), ada sekitar hampir 40 km yang tersebar di Jawa Tengah. itu untuk kenyamanan para pengguna jalan saat lebaran,” kata Hanung.

Adapun untuk jalan nasional, seperti Jalan Pantura Demak juga sedang dalam proses perbaikan. Jalan nasional yang teridentifikasi rusak parah ada di daerah Tanggulangin, Demak dengan panjang kira-kira 5 km.

“Perbaikan Jalan Pantura itu sudah mulai, yang mengerjakan balai besar, targetnya H-10 lebaran,” ucapnya.

Hanung menyampaikan, pihaknya akan memasang rambu-rambu informasi perbaikan jalan di jalur-jalur yang sedang diperbaiki. Terkait hal tersebut, Ia mengimbau agar masyarakat berkendara dengan lebih hati-hati.

“Jangan ngebut, apalagi saat hujan. Jalannya kan tertutup air, kita tidak tahu bawahnya itu ada lubang atau tidak. Tidak hanya jalan provinsi, jalan nasional, bahkan jalan kabupaten/kota pun juga seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Eko Yunianto mengatakan, pihaknya sedang memperbaiki sejumlah tanggul sungai yang jebol akibat hujan dengan intensitas tinggi.

“Untuk titik-titik yang jebol itu, cukup banyak, data saya ada 27 (titik). saat ini sedang dikerjakan, tetapi prioritas utama adalah tanggul sungai dulu,” katanya.

Jebolnya sejumlah tanggul sungai pun berakibat pada rusaknya saluran irigasi, di mana hal itu menyebabkan saluran-saluran yang terdampak juga akhirnya memerlukan perbaikan.

Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Nantinya dalam pertemuan tersebut, akan dibahas upaya penuntasan masalah tanggul, perbaikan rumah warga dan jalan utama yang rusak, serta perbaikan sanitasi.

"Saat ini sedang kita lakukan pendataan semua, termasuk jalan raya dan perumahan masyarakat. Pada saatnya, segera akan kami koordinasikan untuk diperbaiki. Apalagi jalan-jalan utama, jalan nasional yang memang sangat dibutuhkan bagi masyarakat, apalagi sebentar lagi ada arus mudik dan arus balik," katanya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan jalan provinsi yang rusak akibat banjir dan longsor di daerahnya, akan tuntas sebelum lebaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, jalan-jalan provinsi yang rusak akibat banjir memang kebanyakan berada di daerah timur, seperti Grobogan, Demak, Kudus, dan lainnya.

“Untuk perbaikan jalan provinsi, kita menunggu setelah (banjir) surut. Setelah surut, kita akan laksanakan perbaikan dengan menambal lubang. Nanti, H-7 lebaran (sudah) selesai,” katanya di Semarang pada Senin, 25 Maret 2024.

Hanung mengatakan, diperkirakan jalan yang rusak akibat banjir mencapai 100 km. Jalan tersebut, tersebar di beberapa titik, seperti di lingkar Purwodadi Grobogan, Jati-Klambu, Kudus-Margoyoso, dan lainnya. Nantinya, perbaikan jalan dilakukan dengan pengaspalan atau penambalan di jalan-jalan yang rusak.

Selain memperbaiki jalan yang terdampak banjir, Pemprov Jateng juga akan melakukan perbaikan jalan di ruas-ruas lainnya.

“Kita juga laksanakan pengerjaan overlay (memperbarui permukaan jalan, tanpa melakukan penggalian atau pembongkaran jalan), ada sekitar hampir 40 km yang tersebar di Jawa Tengah. itu untuk kenyamanan para pengguna jalan saat lebaran,” kata Hanung.

Adapun untuk jalan nasional, seperti Jalan Pantura Demak juga sedang dalam proses perbaikan. Jalan nasional yang teridentifikasi rusak parah ada di daerah Tanggulangin, Demak dengan panjang kira-kira 5 km.

“Perbaikan Jalan Pantura itu sudah mulai, yang mengerjakan balai besar, targetnya H-10 lebaran,” ucapnya.

Hanung menyampaikan, pihaknya akan memasang rambu-rambu informasi perbaikan jalan di jalur-jalur yang sedang diperbaiki. Terkait hal tersebut, Ia mengimbau agar masyarakat berkendara dengan lebih hati-hati.

“Jangan ngebut, apalagi saat hujan. Jalannya kan tertutup air, kita tidak tahu bawahnya itu ada lubang atau tidak. Tidak hanya jalan provinsi, jalan nasional, bahkan jalan kabupaten/kota pun juga seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Eko Yunianto mengatakan, pihaknya sedang memperbaiki sejumlah tanggul sungai yang jebol akibat hujan dengan intensitas tinggi.

“Untuk titik-titik yang jebol itu, cukup banyak, data saya ada 27 (titik). saat ini sedang dikerjakan, tetapi prioritas utama adalah tanggul sungai dulu,” katanya.

Jebolnya sejumlah tanggul sungai pun berakibat pada rusaknya saluran irigasi, di mana hal itu menyebabkan saluran-saluran yang terdampak juga akhirnya memerlukan perbaikan.

Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Nantinya dalam pertemuan tersebut, akan dibahas upaya penuntasan masalah tanggul, perbaikan rumah warga dan jalan utama yang rusak, serta perbaikan sanitasi.

"Saat ini sedang kita lakukan pendataan semua, termasuk jalan raya dan perumahan masyarakat. Pada saatnya, segera akan kami koordinasikan untuk diperbaiki. Apalagi jalan-jalan utama, jalan nasional yang memang sangat dibutuhkan bagi masyarakat, apalagi sebentar lagi ada arus mudik dan arus balik," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu