Follow Us :              

Peringati Hari Bumi Tahun 2024, Pemprov Jateng Ajukan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional

  22 April 2024  |   08:30:00  |   dibaca : 181 
Kategori :
Bagikan :


Peringati Hari Bumi Tahun 2024, Pemprov Jateng Ajukan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional

22 April 2024 | 08:30:00 | dibaca : 181
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : (Humas Jateng)

WONOSOBO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan Kawasan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional.

Perlu diketahui, Geopark atau Taman Bumi adalah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite_ dan bentang alam yang bernilai, dengan aspek Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity).

Taman Bumi dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga upaya ini mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan.

"Saat ini, kita sedang melakukan proses, untuk menaikkan grade pada Dieng ini. Insyaallah dalam waktu dekat, akan naik menjadi geopark yang tingkatannya nasional," ucap Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., dalam Peringatan Hari Bumi Tahun 2024 di Taman Syailendra, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo pada Senin, 22 April 2024.

Pj Gubernur mengatakan, Dataran Tinggi Dieng saat ini masih berstatus sebagai Geoheritage atau Warisan Geologi. Maka dari itu, upaya pengembangannya sebagai Geopark Nasional terus dilakukan.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, upaya pemeliharaan, perlindungan, dan pelestarian yang berkelanjutan terhadap wilayah geologi Dieng, keanekaragaman hayati, dan budayanya terus diupayakan.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi Dieng mampu menjadi Geopark Nasional. Beberapa di antaranya, keindahan geologi dengan terbentuknya Dieng Plateau (Dataran Dieng), keragaman geologi berupa kawah, telaga, hingga sumber energi panas bumi, serta adanya keanekaragaman hayati flora dan fauna.

Selain itu, Kawasan Dieng juga dianggap sebagai daerah ekologi penting atau daerah yang memiliki hubungan timbal balik dengan alam dan masyarakat, sebab daya tarik wisata yang dimilikinya.

"Dataran Tinggi Dieng ini merupakan salah satu tempat, (yang) bisa dikatakan geopark, tempat wisata, jadi ini merupakan gabungan tempat wisata yang mempunyai keindahan alam yang sangat indah. Kemudian juga di sini (ada) tempat pertanian," ucap Pj Gubernur.

Guna mewujudkan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, serta berbagai pihak. Oleh karena itu, pembenahan dan pemeliharaannya harus terus diupayakan agar Dataran Tinggi Dieng menjadi semakin berkembang.

"Kami yakin, dengan kerja sama yang baik antara Pemda (Pemerintah Daerah), Pemprov Jateng, dan para stakeholder, Dieng akan menjadi lebih baik," ungkap Pj Gubernur.

Upaya peningkatan Dataran Tinggi Dieng menjadi Geopark Nasional diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Selain itu, juga untuk meningkatkan daya tarik kawasan wisata, seni, budaya, dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah daerah.

Dalam Peringatan Hari Bumi Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan di lokasi tersebut, Pj Gubernur beserta istri, Sinta Nana Sudjana juga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan pengembangan Dataran Tinggi Dieng menjadi Geopark Nasional.


Bagikan :

WONOSOBO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan Kawasan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional.

Perlu diketahui, Geopark atau Taman Bumi adalah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite_ dan bentang alam yang bernilai, dengan aspek Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity).

Taman Bumi dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga upaya ini mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan.

"Saat ini, kita sedang melakukan proses, untuk menaikkan grade pada Dieng ini. Insyaallah dalam waktu dekat, akan naik menjadi geopark yang tingkatannya nasional," ucap Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., dalam Peringatan Hari Bumi Tahun 2024 di Taman Syailendra, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo pada Senin, 22 April 2024.

Pj Gubernur mengatakan, Dataran Tinggi Dieng saat ini masih berstatus sebagai Geoheritage atau Warisan Geologi. Maka dari itu, upaya pengembangannya sebagai Geopark Nasional terus dilakukan.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, upaya pemeliharaan, perlindungan, dan pelestarian yang berkelanjutan terhadap wilayah geologi Dieng, keanekaragaman hayati, dan budayanya terus diupayakan.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi Dieng mampu menjadi Geopark Nasional. Beberapa di antaranya, keindahan geologi dengan terbentuknya Dieng Plateau (Dataran Dieng), keragaman geologi berupa kawah, telaga, hingga sumber energi panas bumi, serta adanya keanekaragaman hayati flora dan fauna.

Selain itu, Kawasan Dieng juga dianggap sebagai daerah ekologi penting atau daerah yang memiliki hubungan timbal balik dengan alam dan masyarakat, sebab daya tarik wisata yang dimilikinya.

"Dataran Tinggi Dieng ini merupakan salah satu tempat, (yang) bisa dikatakan geopark, tempat wisata, jadi ini merupakan gabungan tempat wisata yang mempunyai keindahan alam yang sangat indah. Kemudian juga di sini (ada) tempat pertanian," ucap Pj Gubernur.

Guna mewujudkan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, serta berbagai pihak. Oleh karena itu, pembenahan dan pemeliharaannya harus terus diupayakan agar Dataran Tinggi Dieng menjadi semakin berkembang.

"Kami yakin, dengan kerja sama yang baik antara Pemda (Pemerintah Daerah), Pemprov Jateng, dan para stakeholder, Dieng akan menjadi lebih baik," ungkap Pj Gubernur.

Upaya peningkatan Dataran Tinggi Dieng menjadi Geopark Nasional diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Selain itu, juga untuk meningkatkan daya tarik kawasan wisata, seni, budaya, dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah daerah.

Dalam Peringatan Hari Bumi Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan di lokasi tersebut, Pj Gubernur beserta istri, Sinta Nana Sudjana juga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan pengembangan Dataran Tinggi Dieng menjadi Geopark Nasional.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu