Follow Us :              

Gubernur: Mudik Lebaran di Jateng Kondusif!

  31 March 2025  |   06:15:00  |   dibaca : 93 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur: Mudik Lebaran di Jateng Kondusif!

31 March 2025 | 06:15:00 | dibaca : 93
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan bahwa pelaksanaan mudik Lebaran tahun 2025 di Jawa Tengah berjalan kondusif. 

Ia mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas pelayanan dan pengamanan yang telah berupaya mewujudkan kondusivitas selama arus mudik berlangsung.

"Mudik Lebaran di tempat kita sangat kondusif sekali. Saya atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh rakyat Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih kepada kepolisian dan perbantuan TNI yang telah memberikan pelayanan, pengamanan, dan jaminan keamanan. Ini sebagai representasi negara yang hadir dalam rangka operasi kemanusiaan di wilayah kita," ucap Gubernur usai mengikuti salat id di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang pada Senin, 31 Maret 2025.

Secara umum kepadatan arus mudik di Jawa Tengah tahun 2025 berkurang dari tahun sebelumnya. Meskipun begitu, penurunan ini tidak mengurangi semangat semua pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Salah satunya penyelenggaraan Mudik Gratis Lebaran pada 26-27 Maret 2025 lalu, dengan menyediakan 300-an unit bus dan 16 gerbong kereta api bagi para pekerja sektor informal asal Jateng yang merantau di Jabodetabek dan Bandung Raya. Serta dengan adanya program Balik Rantau gratis untuk arus balik.

"Ini merupakan satu bentuk perwujudan hadirnya negara dalam rangka memberikan keringanan kepada masyarakat Jawa Tengah, terutama yang bekerja di sektor informal di Jakarta," katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur kembali berpesan kepada masyarakat yang sudah pulang ke Jateng untuk tidak kembali ke perantauan apabila di sana belum memiliki pekerjaan tetap. Lebih baik, mereka tetap berada di daerahnya untuk bersama-sama membangun wilayah.

"Kita bangun bersama-sama Jawa Tengah dengan masyarakat di wilayah kita. Kalau sangune (uang saku) masih cukup ya kita bangun desane dhewe-dhewe (desanya masing-masing)," pesannya.

Ia menambahkan, pengawasan di tempat-tempat wisata juga terus dilakukan selama libur Lebaran. Sebab, lokasi tersebut menjadi salah satu tujuan pemudik, selain bersilaturahmi dengan sanak saudara.

Terkait hal ini, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk TNI-Polri juga sudah dilakukan. Petugas dari BPBD Jateng dan SAR juga disiagakan guna mengantisipasi musim pancaroba yang saat ini juga masih terjadi di Jateng.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan bahwa pelaksanaan mudik Lebaran tahun 2025 di Jawa Tengah berjalan kondusif. 

Ia mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas pelayanan dan pengamanan yang telah berupaya mewujudkan kondusivitas selama arus mudik berlangsung.

"Mudik Lebaran di tempat kita sangat kondusif sekali. Saya atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh rakyat Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih kepada kepolisian dan perbantuan TNI yang telah memberikan pelayanan, pengamanan, dan jaminan keamanan. Ini sebagai representasi negara yang hadir dalam rangka operasi kemanusiaan di wilayah kita," ucap Gubernur usai mengikuti salat id di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang pada Senin, 31 Maret 2025.

Secara umum kepadatan arus mudik di Jawa Tengah tahun 2025 berkurang dari tahun sebelumnya. Meskipun begitu, penurunan ini tidak mengurangi semangat semua pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Salah satunya penyelenggaraan Mudik Gratis Lebaran pada 26-27 Maret 2025 lalu, dengan menyediakan 300-an unit bus dan 16 gerbong kereta api bagi para pekerja sektor informal asal Jateng yang merantau di Jabodetabek dan Bandung Raya. Serta dengan adanya program Balik Rantau gratis untuk arus balik.

"Ini merupakan satu bentuk perwujudan hadirnya negara dalam rangka memberikan keringanan kepada masyarakat Jawa Tengah, terutama yang bekerja di sektor informal di Jakarta," katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur kembali berpesan kepada masyarakat yang sudah pulang ke Jateng untuk tidak kembali ke perantauan apabila di sana belum memiliki pekerjaan tetap. Lebih baik, mereka tetap berada di daerahnya untuk bersama-sama membangun wilayah.

"Kita bangun bersama-sama Jawa Tengah dengan masyarakat di wilayah kita. Kalau sangune (uang saku) masih cukup ya kita bangun desane dhewe-dhewe (desanya masing-masing)," pesannya.

Ia menambahkan, pengawasan di tempat-tempat wisata juga terus dilakukan selama libur Lebaran. Sebab, lokasi tersebut menjadi salah satu tujuan pemudik, selain bersilaturahmi dengan sanak saudara.

Terkait hal ini, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk TNI-Polri juga sudah dilakukan. Petugas dari BPBD Jateng dan SAR juga disiagakan guna mengantisipasi musim pancaroba yang saat ini juga masih terjadi di Jateng.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu