Follow Us :              

Merajut Kebersamaan di Hari Kemenangan, Gubernur Gelar Open House di Wisma Perdamaian 

  31 March 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 180 
Kategori :
Bagikan :


Merajut Kebersamaan di Hari Kemenangan, Gubernur Gelar Open House di Wisma Perdamaian 

31 March 2025 | 09:00:00 | dibaca : 180
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Idulfitri tahun ini terasa berbeda bagi Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Tahun 2025 menjadi tahun pertamanya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, serta kali pertama ia merayakan Idulfitri sebagai warga sipil, setelah pensiun dari anggota Polri.

"Open house pertama saya sebagai Gubernur dan Gus Yasin sebagai Wakil Gubernur. Kalau kemarin itu suasananya dinas, di sini ada suatu kekerabatan yang sangat luar biasa sekali. Ini nuansanya beda, tidak ada istilahnya ewuh pekewuh (sungkan), semua memberikan masukan, semua silaturahmi," ucap Gubernur saat menggelar Open House di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Senin, 31 Maret 2025.

Dalam acara tersebut, Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno. Selain itu, pejabat struktural dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Jateng juga turut mendampingi.

Open house diawali dengan pembagian zakat oleh Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Jateng kepada kaum duafa dan fakir miskin dengan total keseluruhan sekitar 1.000 paket.

Setelah itu, acara selanjutnya adalah silaturahmi dengan berbagai kalangan. Barisan awal dimulai dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, para tokoh agama, masyarakat umum, dan pegawai di lingkungan Pemprov Jateng.

"Inilah bentuk suatu keluarga dalam negara yang harus kita tingkatkan, bahwa kantor gubernur adalah rumah rakyat, jadi semuanya ikut serta. Kaum duafa dan fakir miskin ikut semua, OPD semua ikut. Inilah representasi hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat," ucap Gubernur.

Ia menceritakan perbedaan saat menjabat sebagai Kapolda Jateng dan Gubernur. Ketika menjadi anggota polisi tentunya tidak ada cuti, karena pada saat Lebaran harus tetap fokus memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat yang merayakan.

Gubernur juga menilai rasa kekerabatan, gotong royong, tepa salira, dan kebersamaan sangat terasa pada acara tersebut. Hal ini tercermin, baik di tingkat dinas maupun masyarakat umum.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menambahkan, open house yang digelar itu sesuai dengan semboyan yang tertera pada gedung, yakni Wisma Perdamaian Rumah Rakyat.

Kompleks Wisma Perdamaian sendiri, dulu sempat digunakan sebagai rumah dinas gubernur. Seiring berjalannya waktu, Wisma Perdamaian saat ini dibuka untuk umum. Masyarakat dapat menggunakan gedung tersebut, khususnya bagian aula, untuk berbagai kegiatan.

"Sesuai tema yang di atas itu, ada tulisannya Rumah Rakyat," kata Wagub sambil menunjuk bagian atas gedung Wisma Perdamaian.


Bagikan :

SEMARANG - Idulfitri tahun ini terasa berbeda bagi Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Tahun 2025 menjadi tahun pertamanya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, serta kali pertama ia merayakan Idulfitri sebagai warga sipil, setelah pensiun dari anggota Polri.

"Open house pertama saya sebagai Gubernur dan Gus Yasin sebagai Wakil Gubernur. Kalau kemarin itu suasananya dinas, di sini ada suatu kekerabatan yang sangat luar biasa sekali. Ini nuansanya beda, tidak ada istilahnya ewuh pekewuh (sungkan), semua memberikan masukan, semua silaturahmi," ucap Gubernur saat menggelar Open House di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Senin, 31 Maret 2025.

Dalam acara tersebut, Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno. Selain itu, pejabat struktural dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Jateng juga turut mendampingi.

Open house diawali dengan pembagian zakat oleh Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Jateng kepada kaum duafa dan fakir miskin dengan total keseluruhan sekitar 1.000 paket.

Setelah itu, acara selanjutnya adalah silaturahmi dengan berbagai kalangan. Barisan awal dimulai dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, para tokoh agama, masyarakat umum, dan pegawai di lingkungan Pemprov Jateng.

"Inilah bentuk suatu keluarga dalam negara yang harus kita tingkatkan, bahwa kantor gubernur adalah rumah rakyat, jadi semuanya ikut serta. Kaum duafa dan fakir miskin ikut semua, OPD semua ikut. Inilah representasi hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat," ucap Gubernur.

Ia menceritakan perbedaan saat menjabat sebagai Kapolda Jateng dan Gubernur. Ketika menjadi anggota polisi tentunya tidak ada cuti, karena pada saat Lebaran harus tetap fokus memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat yang merayakan.

Gubernur juga menilai rasa kekerabatan, gotong royong, tepa salira, dan kebersamaan sangat terasa pada acara tersebut. Hal ini tercermin, baik di tingkat dinas maupun masyarakat umum.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menambahkan, open house yang digelar itu sesuai dengan semboyan yang tertera pada gedung, yakni Wisma Perdamaian Rumah Rakyat.

Kompleks Wisma Perdamaian sendiri, dulu sempat digunakan sebagai rumah dinas gubernur. Seiring berjalannya waktu, Wisma Perdamaian saat ini dibuka untuk umum. Masyarakat dapat menggunakan gedung tersebut, khususnya bagian aula, untuk berbagai kegiatan.

"Sesuai tema yang di atas itu, ada tulisannya Rumah Rakyat," kata Wagub sambil menunjuk bagian atas gedung Wisma Perdamaian.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu