Follow Us :              

Pemprov Jateng Terima Hibah Toyaku, Inovasi Penghasil Air Minum dari Udara

  05 May 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 9 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Terima Hibah Toyaku, Inovasi Penghasil Air Minum dari Udara

05 May 2026 | 09:00:00 | dibaca : 9
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima hibah dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang berupa alat penghasil air minum dari udara.

Alat yang diberi nama Toyaku tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan Udinus untuk memperoleh air siap minum tanpa bergantung pada air sumur, sungai, atau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 

Alat itu diserahkan langsung oleh Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Kota Semarang pada Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam prosesi penyerahan tersebut, Sekda juga mencoba langsung air minum yang dihasilkan dari Toyaku. 

"Kami mengapresiasi teman-teman Udinus yang melakukan inovasi untuk Toyaku. Ini luar biasa, karena menangkap air dari udara. Tadi saya mencoba airnya segar," ucapnya.

Menurutnya, air yang dihasilkan Toyaku tidak berbeda dengan air yang bersumber dari mata air. Ia berterima kasih kepada Udinus yang sudah memberikan kontribusi untuk Jawa Tengah. Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi kemarau panjang mulai Juni 2026.  

"Mudah-mudahan dengan model-model alat seperti ini, juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air, utamanya air bersih di musim kemarau nanti," imbuhnya.

Sekda berharap, teknologi tersebut terus dikembangkan, sehingga unitnya dapat diperbanyak. Tujuannya untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan air bersih atau tidak memiliki mata air.

Sementara itu, Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menyampaikan, Toyaku adalah Smart Atmosphere Water Generator yang lahir dari riset mahasiswa Udinus. Alat ini mampu mengubah butir-butir air di udara menjadi air bersih siap minum. Bahkan, Toyaku sudah dilengkapi fitur kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Things). 

"Insyaallah kesehatannya terjamin, karena sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang," jelasnya. 

Pulung mengatakan, riset yang diciptakan Udinus diharapkan tidak hanya berhenti di kampus, tetapi bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat. 

Melalui hibah yang diserahkan kepada Pemprov Jateng, iaberharap riset tersebut bisa dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar.

"Kami percaya bahwa Pemerintah Provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal," ujarnya. 

Menurutnya, saat ini ketersediaan air minum menjadi tantangan bagi pemerintah, terutama di daerah yang kesulitan air bersih pada saat terjadi musim kemarau. 

Pihaknya juga tengah mengupayakan hak paten untuk Toyaku. Sebab, air yang dihasilkan dari teknologi ini sudah memiliki sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Adapun Toyaku mampu memproduksi air sebesar 8 liter dalam kurun waktu 12 jam. 

Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto, memberikan apresiasi terhadap hibah Toyakudari Udinus untuk Pemprov Jateng. Terobosan tersebut serupa dengan dispenser yang menyerap oksigen untuk diolah menjadi air layak minum. Nantinya, Toyaku akan ditempatkan di ruang-ruang publik atau public space milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

"Toyaku ini akan kami tempatkan di public space, di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya, seluruh tamu yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmati dan memanfaatkan Toyaku," pungkasnya. 


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima hibah dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang berupa alat penghasil air minum dari udara.

Alat yang diberi nama Toyaku tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan Udinus untuk memperoleh air siap minum tanpa bergantung pada air sumur, sungai, atau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 

Alat itu diserahkan langsung oleh Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Kota Semarang pada Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam prosesi penyerahan tersebut, Sekda juga mencoba langsung air minum yang dihasilkan dari Toyaku. 

"Kami mengapresiasi teman-teman Udinus yang melakukan inovasi untuk Toyaku. Ini luar biasa, karena menangkap air dari udara. Tadi saya mencoba airnya segar," ucapnya.

Menurutnya, air yang dihasilkan Toyaku tidak berbeda dengan air yang bersumber dari mata air. Ia berterima kasih kepada Udinus yang sudah memberikan kontribusi untuk Jawa Tengah. Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi kemarau panjang mulai Juni 2026.  

"Mudah-mudahan dengan model-model alat seperti ini, juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air, utamanya air bersih di musim kemarau nanti," imbuhnya.

Sekda berharap, teknologi tersebut terus dikembangkan, sehingga unitnya dapat diperbanyak. Tujuannya untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan air bersih atau tidak memiliki mata air.

Sementara itu, Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menyampaikan, Toyaku adalah Smart Atmosphere Water Generator yang lahir dari riset mahasiswa Udinus. Alat ini mampu mengubah butir-butir air di udara menjadi air bersih siap minum. Bahkan, Toyaku sudah dilengkapi fitur kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Things). 

"Insyaallah kesehatannya terjamin, karena sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang," jelasnya. 

Pulung mengatakan, riset yang diciptakan Udinus diharapkan tidak hanya berhenti di kampus, tetapi bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat. 

Melalui hibah yang diserahkan kepada Pemprov Jateng, iaberharap riset tersebut bisa dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar.

"Kami percaya bahwa Pemerintah Provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal," ujarnya. 

Menurutnya, saat ini ketersediaan air minum menjadi tantangan bagi pemerintah, terutama di daerah yang kesulitan air bersih pada saat terjadi musim kemarau. 

Pihaknya juga tengah mengupayakan hak paten untuk Toyaku. Sebab, air yang dihasilkan dari teknologi ini sudah memiliki sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Adapun Toyaku mampu memproduksi air sebesar 8 liter dalam kurun waktu 12 jam. 

Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto, memberikan apresiasi terhadap hibah Toyakudari Udinus untuk Pemprov Jateng. Terobosan tersebut serupa dengan dispenser yang menyerap oksigen untuk diolah menjadi air layak minum. Nantinya, Toyaku akan ditempatkan di ruang-ruang publik atau public space milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

"Toyaku ini akan kami tempatkan di public space, di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya, seluruh tamu yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmati dan memanfaatkan Toyaku," pungkasnya. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu