Follow Us :              

Wujudkan Swasembada Pangan, Peternakan Sapi Perah Terpadu Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes

  20 July 2026  |   07:00:00  |   dibaca : 161 
Kategori :
Bagikan :

Wujudkan Swasembada Pangan, Peternakan Sapi Perah Terpadu Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes

20 July 2026 | 07:00:00 | dibaca : 161
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wujudkan Swasembada Pangan, Peternakan Sapi Perah Terpadu Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
Wujudkan Swasembada Pangan, Peternakan Sapi Perah Terpadu Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
Wujudkan Swasembada Pangan, Peternakan Sapi Perah Terpadu Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
Wujudkan Swasembada Pangan, Peternakan Sapi Perah Terpadu Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
Wujudkan Swasembada Pangan, Peternakan Sapi Perah Terpadu Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BREBES — Sebuah peternakan sapi perah terpadu berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor sapi mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 

Pembangunan yang dilakukan oleh PT Global Dairi Bersama itu ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Senin, 20 Juli 2026.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto; Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma; dan CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri. 

Peternakan terpadu yang akan dibangun di lahan 710 hektare tersebut akan diisi sekitar 30.000 ekor sapi perah, lengkap dengan pengolahan susu, pengolahan limbah kotoran menjadi biogas dan pupuk, serta sentra pakan ternak. Diperkirakan nilai investasi peternakan sapi perah itu mencapai Rp1,2 triliun.

"Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Jadi Jawa Tengah akan lebih swasembada (mandiri) pangan terkait dengan produksi susu. Apalagi didukung juga oleh Menteri Pertanian," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. usai acara.

Investasi ini akan mendukung Jateng menjadi pusat industri persusuan nasional. Diketahui, populasi sapi perah di Jateng saat ini sekitar 77.566 ekor, dengan produksi susu sekitar 78.465 ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan susu di Jateng mencapai sekitar 94.730 ton per tahun. 

Ia meyakini, produksi susu dari peternakan tersebut mampu menutup kebutuhan susu di Jateng dan nasional.

"Kebutuhan di Jawa Tengah jelas akan sangat tercukupi dengan adanya investasi ini. (Selama ini, kekurangannya) kita masih ambil dari provinsi lain. Kalau nanti (peternakan) ini berdiri, sudah berlebih-lebih kita untuk kebutuhan susunya," ucapnya.

Tak hanya itu, keberadaan PT Global Dairi Bersama juga dapat mengembangkan investasi di wilayahnya. Apalagi, selama ini Jateng menjadi daerah yang banyak dilirik investor, mengingat provinsi ini cukup kondusif, proses perizinannya pun mudah, serta memiliki tenaga kerja yang kompetitif.

"Jadi, Jawa Tengah sekarang sedang menjadi pusatnya investasi, baik itu industri padat karya maupun padat modal. Nah, (peternakan) ini termasuk padat modal, satu sisi mengembangkan investasi yang besar sekali, sisi lainnya memberdayakan masyarakat sekitar," ucap Gubernur. 

CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, mengatakan bahwa groundbreaking dan pendirian PT Global Dairi Bersama merupakan komitmen untuk mendukung upaya pemerintah terkait swasembada susu nasional. 

Ia optimis, peternakan sapi perah terpadu tersebut mampu menciptakan ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif. Selain itu, juga mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan di Jateng.

"Kami memilih Brebes di Jawa Tengah, karena melihat potensi agraris yang luar biasa,  dan etos kerja masyarakatnya yang tinggi, serta dukungan dari Gubernur dan Bupati yang positif," ujarnya.

Nantinya, sebanyak 30.000 ekor sapi perah di peternakan tersebut akan menghasilkan sekitar 180.000 ton susu segar per tahun. Jumlah tersebut akan mengangkat peringkat Jateng menjadi daerah produsen susu terbesar kedua nasional. 

"30.000 ekor sapi itu berarti menambah 32% populasi sapi perah di Jawa Tengah, kemudian kenaikan produksi susu segar sekitar 18-20%," katanya.

Dalam praktiknya, PT Global Dairi Bersama akan menjalin kemitraan dengan petani atau peternak di sekitarnya. Ada tiga bentuk kemitraan, yaitu kemitraan sapi pejantan yang akan dijadikan sapi pedaging, kemitraan sapi perah yang menghasilkan susu di bawah 15 liter per hari untuk dikelola masyarakat dan dijual ke peternakan, serta kemitraan untuk produksi pakan.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa kebutuhan susu nasional terus melonjak seiring dengan meningkatnya kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat. 

Oleh karena itu, ia juga mendorong agar Jateng bisa mewujudkan swasembada pangan, terutama susu untuk memenuhi kebutuhan nasional. Melihat pola yang dilakukan oleh PT Global Dairi Bersama, ia yakin Jawa Tengah bahkan Indonesia akan segera memenuhi target swasembada susu.


Bagikan :

BREBES — Sebuah peternakan sapi perah terpadu berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor sapi mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 

Pembangunan yang dilakukan oleh PT Global Dairi Bersama itu ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Senin, 20 Juli 2026.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto; Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma; dan CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri. 

Peternakan terpadu yang akan dibangun di lahan 710 hektare tersebut akan diisi sekitar 30.000 ekor sapi perah, lengkap dengan pengolahan susu, pengolahan limbah kotoran menjadi biogas dan pupuk, serta sentra pakan ternak. Diperkirakan nilai investasi peternakan sapi perah itu mencapai Rp1,2 triliun.

"Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Jadi Jawa Tengah akan lebih swasembada (mandiri) pangan terkait dengan produksi susu. Apalagi didukung juga oleh Menteri Pertanian," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. usai acara.

Investasi ini akan mendukung Jateng menjadi pusat industri persusuan nasional. Diketahui, populasi sapi perah di Jateng saat ini sekitar 77.566 ekor, dengan produksi susu sekitar 78.465 ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan susu di Jateng mencapai sekitar 94.730 ton per tahun. 

Ia meyakini, produksi susu dari peternakan tersebut mampu menutup kebutuhan susu di Jateng dan nasional.

"Kebutuhan di Jawa Tengah jelas akan sangat tercukupi dengan adanya investasi ini. (Selama ini, kekurangannya) kita masih ambil dari provinsi lain. Kalau nanti (peternakan) ini berdiri, sudah berlebih-lebih kita untuk kebutuhan susunya," ucapnya.

Tak hanya itu, keberadaan PT Global Dairi Bersama juga dapat mengembangkan investasi di wilayahnya. Apalagi, selama ini Jateng menjadi daerah yang banyak dilirik investor, mengingat provinsi ini cukup kondusif, proses perizinannya pun mudah, serta memiliki tenaga kerja yang kompetitif.

"Jadi, Jawa Tengah sekarang sedang menjadi pusatnya investasi, baik itu industri padat karya maupun padat modal. Nah, (peternakan) ini termasuk padat modal, satu sisi mengembangkan investasi yang besar sekali, sisi lainnya memberdayakan masyarakat sekitar," ucap Gubernur. 

CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, mengatakan bahwa groundbreaking dan pendirian PT Global Dairi Bersama merupakan komitmen untuk mendukung upaya pemerintah terkait swasembada susu nasional. 

Ia optimis, peternakan sapi perah terpadu tersebut mampu menciptakan ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif. Selain itu, juga mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan di Jateng.

"Kami memilih Brebes di Jawa Tengah, karena melihat potensi agraris yang luar biasa,  dan etos kerja masyarakatnya yang tinggi, serta dukungan dari Gubernur dan Bupati yang positif," ujarnya.

Nantinya, sebanyak 30.000 ekor sapi perah di peternakan tersebut akan menghasilkan sekitar 180.000 ton susu segar per tahun. Jumlah tersebut akan mengangkat peringkat Jateng menjadi daerah produsen susu terbesar kedua nasional. 

"30.000 ekor sapi itu berarti menambah 32% populasi sapi perah di Jawa Tengah, kemudian kenaikan produksi susu segar sekitar 18-20%," katanya.

Dalam praktiknya, PT Global Dairi Bersama akan menjalin kemitraan dengan petani atau peternak di sekitarnya. Ada tiga bentuk kemitraan, yaitu kemitraan sapi pejantan yang akan dijadikan sapi pedaging, kemitraan sapi perah yang menghasilkan susu di bawah 15 liter per hari untuk dikelola masyarakat dan dijual ke peternakan, serta kemitraan untuk produksi pakan.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa kebutuhan susu nasional terus melonjak seiring dengan meningkatnya kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat. 

Oleh karena itu, ia juga mendorong agar Jateng bisa mewujudkan swasembada pangan, terutama susu untuk memenuhi kebutuhan nasional. Melihat pola yang dilakukan oleh PT Global Dairi Bersama, ia yakin Jawa Tengah bahkan Indonesia akan segera memenuhi target swasembada susu.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu