Follow Us :              

Buktikan Komitmen Bangun Jawa Tengah, Gubernur Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership

  17 July 2026  |   19:30:00  |   dibaca : 385 
Kategori :
Bagikan :

Buktikan Komitmen Bangun Jawa Tengah, Gubernur Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership

17 July 2026 | 19:30:00 | dibaca : 385
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Buktikan Komitmen Bangun Jawa Tengah, Gubernur Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Buktikan Komitmen Bangun Jawa Tengah, Gubernur Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Buktikan Komitmen Bangun Jawa Tengah, Gubernur Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Buktikan Komitmen Bangun Jawa Tengah, Gubernur Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Buktikan Komitmen Bangun Jawa Tengah, Gubernur Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership

Foto : Adit (Humas Jateng)

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima penghargaan Impactful Regional Leadership dalam acara Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026 yang digelar di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar pada Jumat, 17 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengorkestrasi pembangunan berkelanjutan di wilayahnya, terutama terkait pertumbuhan ekonomi, investasi, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kami memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk kategori Impactful Regional Leadership. Gubernur Jateng punya konsep (pembangunan berkelanjutan) yang sangat kuat, tetapi tidak banyak terlihat," ucap CEO Solopos Media Group, Arif Budi Susilo, saat ditemui usai acara.

Ia memberikan satu contoh yang terlihat saat melintasi Tol Trans Jawa. Pemprov Jateng mampu mengakselerasi kawasan industri di Pantura. Salah satu yang terlihat tentu saja Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Dengan komitmen dan konsistensi kinerja, pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Tengah akan tumbuh lebih cepat dari nasional. Apalagi saat ini pertumbuhan ekonomi Jateng sudah mencapai 5,89%, atau lebih tinggi dari rata-rata nasional (5,61%).

"Mudah-mudahan ini konsisten, sehingga impact-nya (dampaknya) kepada masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja tercapai, dan kesejahteraan masyarakat pada akhirnya juga akan meningkat," jelasnya.

Arif menilai, kinerja yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng sesuai dengan tema SBBI Award ke-27, yakni "Winning Value, Driving Impact". Artinya, sebuah brand bukan sekadar menghadirkan inovasi, melainkan mampu meraih kepercayaan publik melalui kerja nyata yang hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pujian itu bukanlah isapan jempol belaka. Sebab, sejak awal menjabat sebagai Gubernur, Orang Nomor Satu di Jateng itu selalu konsisten mengedepankan pemerintahan kolaboratif (collaborative goverment). Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari bupati-wali kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, masyarakat, dan media untuk berkolaborasi membangun Jawa Tengah. Dengan demikian, program yang digulirkan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Gubernur menyatakan, dalam membangun Jawa Tengah memang ia tidak bisa berkerja sendiri. Akan tetapi, dibutuhkan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Maka kita punya semangat collaborative goverment, karena kita tidak bisa sendiri-sendiri," ucapnya.

Dalam sektor ekonomi, Gubernur menjelaskan bagaimana Pemprov Jateng terus mendongkrak realisasi investasi. Bahkan, ia meminta seluruh bupati dan wali kota untuk menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Gayung bersambut, saat ini sudah ada 12 daerah yang mengajukan kawasan industri atau ekonomi khusus baru.

"Tahun 2025 kemarin realisasi investasi kita Rp110,64 triliun dengan 418 ribu tenaga kerja terserap. Triwulan I-2026 ini, sudah Rp23,02 triliun dengan 94 ribuan tenaga kerja terserap. Angka kemiskinan kita juga turun menjadi 9,39%," katanya.

Pada saat yang sama, Pemprov Jateng juga terus memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Upaya-upaya pendampingan melalui akses pembiayaan, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan pasar terus dilakukan agar semakin banyak UMKM yang naik kelas dan memiliki daya saing.

Hingga Triwulan I-2026, Pemprov Jateng telah membina 199.781 UMKM. Jumlah ini meningkat 1.001 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyerapan sekitar 1,38 juta tenaga kerja.

"UMKM kita itu ada 4,8 juta, kebanyakan usaha mikro dan kecil. Kita terus dorong agar mereka naik kelas menjadi usaha menengah atau besar," ucap Gubernur.


Bagikan :

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima penghargaan Impactful Regional Leadership dalam acara Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026 yang digelar di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar pada Jumat, 17 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengorkestrasi pembangunan berkelanjutan di wilayahnya, terutama terkait pertumbuhan ekonomi, investasi, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kami memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk kategori Impactful Regional Leadership. Gubernur Jateng punya konsep (pembangunan berkelanjutan) yang sangat kuat, tetapi tidak banyak terlihat," ucap CEO Solopos Media Group, Arif Budi Susilo, saat ditemui usai acara.

Ia memberikan satu contoh yang terlihat saat melintasi Tol Trans Jawa. Pemprov Jateng mampu mengakselerasi kawasan industri di Pantura. Salah satu yang terlihat tentu saja Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Dengan komitmen dan konsistensi kinerja, pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Tengah akan tumbuh lebih cepat dari nasional. Apalagi saat ini pertumbuhan ekonomi Jateng sudah mencapai 5,89%, atau lebih tinggi dari rata-rata nasional (5,61%).

"Mudah-mudahan ini konsisten, sehingga impact-nya (dampaknya) kepada masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja tercapai, dan kesejahteraan masyarakat pada akhirnya juga akan meningkat," jelasnya.

Arif menilai, kinerja yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng sesuai dengan tema SBBI Award ke-27, yakni "Winning Value, Driving Impact". Artinya, sebuah brand bukan sekadar menghadirkan inovasi, melainkan mampu meraih kepercayaan publik melalui kerja nyata yang hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pujian itu bukanlah isapan jempol belaka. Sebab, sejak awal menjabat sebagai Gubernur, Orang Nomor Satu di Jateng itu selalu konsisten mengedepankan pemerintahan kolaboratif (collaborative goverment). Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari bupati-wali kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, masyarakat, dan media untuk berkolaborasi membangun Jawa Tengah. Dengan demikian, program yang digulirkan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Gubernur menyatakan, dalam membangun Jawa Tengah memang ia tidak bisa berkerja sendiri. Akan tetapi, dibutuhkan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Maka kita punya semangat collaborative goverment, karena kita tidak bisa sendiri-sendiri," ucapnya.

Dalam sektor ekonomi, Gubernur menjelaskan bagaimana Pemprov Jateng terus mendongkrak realisasi investasi. Bahkan, ia meminta seluruh bupati dan wali kota untuk menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Gayung bersambut, saat ini sudah ada 12 daerah yang mengajukan kawasan industri atau ekonomi khusus baru.

"Tahun 2025 kemarin realisasi investasi kita Rp110,64 triliun dengan 418 ribu tenaga kerja terserap. Triwulan I-2026 ini, sudah Rp23,02 triliun dengan 94 ribuan tenaga kerja terserap. Angka kemiskinan kita juga turun menjadi 9,39%," katanya.

Pada saat yang sama, Pemprov Jateng juga terus memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Upaya-upaya pendampingan melalui akses pembiayaan, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan pasar terus dilakukan agar semakin banyak UMKM yang naik kelas dan memiliki daya saing.

Hingga Triwulan I-2026, Pemprov Jateng telah membina 199.781 UMKM. Jumlah ini meningkat 1.001 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyerapan sekitar 1,38 juta tenaga kerja.

"UMKM kita itu ada 4,8 juta, kebanyakan usaha mikro dan kecil. Kita terus dorong agar mereka naik kelas menjadi usaha menengah atau besar," ucap Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu