Follow Us :              

Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Jadi Ruang Kolaborasi Penulis, Santri, dan Akademisi

  16 July 2026  |   15:00:00  |   dibaca : 328 
Kategori :
Bagikan :

Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Jadi Ruang Kolaborasi Penulis, Santri, dan Akademisi

16 July 2026 | 15:00:00 | dibaca : 328
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Jadi Ruang Kolaborasi Penulis, Santri, dan Akademisi
Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Jadi Ruang Kolaborasi Penulis, Santri, dan Akademisi
Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Jadi Ruang Kolaborasi Penulis, Santri, dan Akademisi
Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Jadi Ruang Kolaborasi Penulis, Santri, dan Akademisi
Festival Literasi Jateng 2026 Bakal Jadi Ruang Kolaborasi Penulis, Santri, dan Akademisi

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Festival Literasi 2026 pada September mendatang. Rencananya, kegiatan tersebut akan dipusatkan di Kota Semarang. 

Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan bahwa festival tersebut akan melibatkan para pegiat literasi dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.  Festival ini dirancang sebagai ruang interaksi bagi masyarakat dengan berbagai aktivitas literasi.

"Insyaallah akan dihadiri oleh penulis Tere Liye," ucapnya saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, di Kota Semarang pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Berbagai macam agenda telah disiapkan untuk meramaikan festival tersebut, mulai dari bedah buku, seminar, pentas seni dari berbagai perguruan tinggi, hingga berbagai perlombaan bertema literasi. 

"Kami ingin mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat. Jadi bukan hanya kegiatan yang dilakukan di perpustakaan, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, dan berkarya," katanya.

Selama penyelenggaraan festival, panitia juga menyiapkan sekitar 65 stan. Sebanyak 35 stan akan diisi oleh perwakilan kabupaten dan kota di Jateng, sedangkan stan lainnya akan diisi oleh penerbit, percetakan, serta pelaku industri buku.

Sejumlah penerbit nasional dijadwalkan ikut berpartisipasi untuk memperkenalkan berbagai koleksi buku kepada masyarakat.

Salah satu daya tarik utama Festival Literasi Jawa Tengah adalah pameran manuskrip kitab-kitab klasik karya ulama asal Jawa Tengah. Manuskrip tersebut akan dipamerkan kepada publik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan intelektual dan khazanah keilmuan daerah.

Salah satunya, manuskrip karya ulama kharismatik K.H. Bisri Mustofa atau ayah dari budayawan sekaligus ulama K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus). Manuskrip itu ditulis dalam bahasa Arab dan telah menjadi bagian penting dari sejarah keilmuan Islam di Indonesia.

Selain pameran manuskrip, festival ini juga akan menghadirkan berbagai kompetisi dan kegiatan edukatif, seperti literasi untuk santri, debat mahasiswa, hingga lomba drumband bagi anak-anak PAUD.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bunda Literasi Jateng berharap Festival Literasi dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pegiat literasi, akademisi, penerbit, pelajar, santri, hingga masyarakat umum untuk menumbuhkan budaya membaca dan memperkuat ekosistem literasi di Jawa Tengah.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Festival Literasi 2026 pada September mendatang. Rencananya, kegiatan tersebut akan dipusatkan di Kota Semarang. 

Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan bahwa festival tersebut akan melibatkan para pegiat literasi dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.  Festival ini dirancang sebagai ruang interaksi bagi masyarakat dengan berbagai aktivitas literasi.

"Insyaallah akan dihadiri oleh penulis Tere Liye," ucapnya saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, di Kota Semarang pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Berbagai macam agenda telah disiapkan untuk meramaikan festival tersebut, mulai dari bedah buku, seminar, pentas seni dari berbagai perguruan tinggi, hingga berbagai perlombaan bertema literasi. 

"Kami ingin mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat. Jadi bukan hanya kegiatan yang dilakukan di perpustakaan, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, dan berkarya," katanya.

Selama penyelenggaraan festival, panitia juga menyiapkan sekitar 65 stan. Sebanyak 35 stan akan diisi oleh perwakilan kabupaten dan kota di Jateng, sedangkan stan lainnya akan diisi oleh penerbit, percetakan, serta pelaku industri buku.

Sejumlah penerbit nasional dijadwalkan ikut berpartisipasi untuk memperkenalkan berbagai koleksi buku kepada masyarakat.

Salah satu daya tarik utama Festival Literasi Jawa Tengah adalah pameran manuskrip kitab-kitab klasik karya ulama asal Jawa Tengah. Manuskrip tersebut akan dipamerkan kepada publik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan intelektual dan khazanah keilmuan daerah.

Salah satunya, manuskrip karya ulama kharismatik K.H. Bisri Mustofa atau ayah dari budayawan sekaligus ulama K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus). Manuskrip itu ditulis dalam bahasa Arab dan telah menjadi bagian penting dari sejarah keilmuan Islam di Indonesia.

Selain pameran manuskrip, festival ini juga akan menghadirkan berbagai kompetisi dan kegiatan edukatif, seperti literasi untuk santri, debat mahasiswa, hingga lomba drumband bagi anak-anak PAUD.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bunda Literasi Jateng berharap Festival Literasi dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pegiat literasi, akademisi, penerbit, pelajar, santri, hingga masyarakat umum untuk menumbuhkan budaya membaca dan memperkuat ekosistem literasi di Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu