Follow Us :              

Kembangkan Wilayah Selatan Jateng, Gubernur Tawarkan Investasi ke PT Danareksa

  01 August 2025  |   10:30:00  |   dibaca : 668 
Kategori :
Bagikan :


Kembangkan Wilayah Selatan Jateng, Gubernur Tawarkan Investasi ke PT Danareksa

01 August 2025 | 10:30:00 | dibaca : 668
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menawarkan peluang investasi agroindustri (industri di bidang pertanian) di wilayah selatan Jateng. Ia menilai, daerah itu berpotensi menjadi lokasi pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kelautan. 

"Jateng itu baru ada 7 kawasan industri. Wilayah selatan ini perlu digarap," ucapnya saat beraudiensi dengan Direksi PT Danareksa, di ruang kerjanya pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Gubernur mengatakan, komoditas yang bisa dieksplorasi di wilayah selatan Jateng cukup beragam, di antaranya kelapa, kakao, garam, bahkan sektor perikanannya. Salah satu komoditas yang sudah digarap di daerah selatan, khususnya Kabupaten Cilacap adalah ikan sidat. 

Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, menyambut positif ide dan inisiasi pengembangan kawasan industri di wilayah selatan Jateng itu. 

"Nanti kita juga akan eksplorasi lebih jauh apa yang bisa dikembangkan. Mungkin salah satu idenya, tadi yang dibahas terkait dengan agroindustri yang ada di sana," ucapnya.

Rencana terdekat yang akan dilakukan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Cilacap, untuk menyuplai kebutuhan industri di wilayah tersebut. SPAM menjadi hal penting dalam pengembangan kawasan industri, karena air baku menjadi salah satu kebutuhan dasar industri.

"Ada inisiatif dari kita untuk mengembangkan SPAM yang ada di Cilacap. Itu bisa jadi cikal bakal, untuk kita bisa mengembangkan kawasan industri di sana," katanya.

Pada kesempatan itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan, perlu adanya kerja sama untuk mengembangkan wilayah selatan Jateng. Hal ini dilakukan karena bagian utara Jateng dinilai sudah cukup maju, bahkan ada Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Kita mendorong pertumbuhan di selatan. Agar pertumbuhan dari awal itu bagus, maka basisnya adalah agroindustri. Di sana saja ada ikan, ada hasil kebun, seperti kakao, kopi, kemudian perikanan, dan itu menjadi potensi di Selatan," katanya.

Dengan begitu, ia berharap potensi ekonomi di daerah selatan Jateng juga bisa ikut tumbuh, seperti daerah-daerah lainnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menawarkan peluang investasi agroindustri (industri di bidang pertanian) di wilayah selatan Jateng. Ia menilai, daerah itu berpotensi menjadi lokasi pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kelautan. 

"Jateng itu baru ada 7 kawasan industri. Wilayah selatan ini perlu digarap," ucapnya saat beraudiensi dengan Direksi PT Danareksa, di ruang kerjanya pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Gubernur mengatakan, komoditas yang bisa dieksplorasi di wilayah selatan Jateng cukup beragam, di antaranya kelapa, kakao, garam, bahkan sektor perikanannya. Salah satu komoditas yang sudah digarap di daerah selatan, khususnya Kabupaten Cilacap adalah ikan sidat. 

Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, menyambut positif ide dan inisiasi pengembangan kawasan industri di wilayah selatan Jateng itu. 

"Nanti kita juga akan eksplorasi lebih jauh apa yang bisa dikembangkan. Mungkin salah satu idenya, tadi yang dibahas terkait dengan agroindustri yang ada di sana," ucapnya.

Rencana terdekat yang akan dilakukan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Cilacap, untuk menyuplai kebutuhan industri di wilayah tersebut. SPAM menjadi hal penting dalam pengembangan kawasan industri, karena air baku menjadi salah satu kebutuhan dasar industri.

"Ada inisiatif dari kita untuk mengembangkan SPAM yang ada di Cilacap. Itu bisa jadi cikal bakal, untuk kita bisa mengembangkan kawasan industri di sana," katanya.

Pada kesempatan itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan, perlu adanya kerja sama untuk mengembangkan wilayah selatan Jateng. Hal ini dilakukan karena bagian utara Jateng dinilai sudah cukup maju, bahkan ada Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Kita mendorong pertumbuhan di selatan. Agar pertumbuhan dari awal itu bagus, maka basisnya adalah agroindustri. Di sana saja ada ikan, ada hasil kebun, seperti kakao, kopi, kemudian perikanan, dan itu menjadi potensi di Selatan," katanya.

Dengan begitu, ia berharap potensi ekonomi di daerah selatan Jateng juga bisa ikut tumbuh, seperti daerah-daerah lainnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu