Follow Us :              

Tak Hanya Piala, Kafilah MTQ Nasional XXXI Bawa Pulang Cerita Manis dari Jawa Tengah

  19 September 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 505 
Kategori :
Bagikan :

Tak Hanya Piala, Kafilah MTQ Nasional XXXI Bawa Pulang Cerita Manis dari Jawa Tengah

19 September 2026 | 19:00:00 | dibaca : 505
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tak Hanya Piala, Kafilah MTQ Nasional XXXI Bawa Pulang Cerita Manis dari Jawa Tengah
Tak Hanya Piala, Kafilah MTQ Nasional XXXI Bawa Pulang Cerita Manis dari Jawa Tengah
Tak Hanya Piala, Kafilah MTQ Nasional XXXI Bawa Pulang Cerita Manis dari Jawa Tengah
Tak Hanya Piala, Kafilah MTQ Nasional XXXI Bawa Pulang Cerita Manis dari Jawa Tengah
Tak Hanya Piala, Kafilah MTQ Nasional XXXI Bawa Pulang Cerita Manis dari Jawa Tengah

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah resmi ditutup dengan meriah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang pada Sabtu, 19 September 2026. 

Rangkaian acara penutupan ini tidak hanya menjadi malam selebrasi para juara, tetapi juga benar-benar sukses menyemarakkan MTQ di Jateng dan menghadirkan atmosfer kebersamaan yang hangat bagi seluruh masyarakat dan kafilah.

Kemeriahan sudah terasa sejak sore hari, saat masyarakat yang memadati kawasan Simpanglima disuguhkan alunan musik Gambus Zabar Jada. Suasana religius dan modern kemudian berpadu apik selepas waktu Magrib, saat Qosidah Modern by Ezzura mengambil alih panggung untuk melanjutkan hiburan.

Memasuki acara inti penutupan, ribuan pasang mata menonton pertunjukan memukau dari Tarian Mutiara Tanah Jawa. Tarian ini sarat akan makna. Setiap gerakannya menceritakan kekayaan budaya, kelembutan budi pekerti, serta nilai-nilai spiritual yang tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Prosesi penutupan secara resmi ditandai dengan pemukulan bedug. Pada malam puncak tersebut, estafet perhelatan MTQ Nasional juga resmi diserahkan. Menteri Agama menyerahkan Surat Keputusan Penetapan Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII Tahun 2027 kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, menandai kesiapan ibu kota sebagai panggung antarkafilah pada tahun depan.

Suksesnya penyelenggaraan MTQ kali ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam, khususnya bagi para peserta. Hal ini sangat dirasakan oleh Nur Aidila Fitriah dan Hakim Maulana, perwakilan kafilah dari Kalimantan Timur yang sukses menyabet Juara 1 kategori Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) untuk putra dan putri.

Bagi mereka yang baru pertama kali berlaga di ajang ini, kemenangan tersebut terasa magis. 

"Jujur kayak mimpi bisa ada di sini. Cuma ya, namanya perjuangan itu tidak pernah mengkhianati hasil," ungkap Nur Aidila.

Lebih dari sekadar kompetisi, mereka sangat mengapresiasi kehangatan Jawa Tengah. 

"Jawa Tengah sebagai tuan rumah alhamdulillah sangat maksimal. Semua panitianya ramah-ramah, kendala kita bisa diakomodir. Pokoknya panitia itu sangat peduli kepada peserta," ucapnya sambil membagikan kegembiraannya bisa menyantap ramen sebagai self reward (penghargaan diri) usai bekerja keras.

Salah seorang Dewan hakim, Maulana, mengatakan bahwa fasilitas dari panitia sangat memudahkan mobilitas mereka, bahkan di sela-sela waktu luang. 

"Transportasi kita sangat dipermudah. Saat ada waktu kosong dan mau jalan-jalan, diizinkan dan dibantu transportasinya. Saya sudah mengunjungi Pantai Marina, Lawang Sewu, dan Kota Lama," ucapnya.

Apresiasi senada turut ditegaskan oleh Ketua Kafilah Kalimantan Timur, Rudi Kartono. Mewakili seluruh rombongannya, ia memuji kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. 

"Penyelenggaraan tahun ini kami nilai bagus, sangat bagus. Secara umum, semua dapat terakomodir dengan baik selama di Semarang," tegasnya.

Kesan serupa turut dirasakan oleh Riyan Ahmad Fauzan, kafilah asal Provinsi Jawa Barat yang juga berkompetisi di cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ). Ia mengapresiasi kerja keras panitia yang menyambut mereka dengan luar biasa, sehingga perlombaan berjalan khidmat dan lancar. Tidak hanya itu, keramahan warga Semarang turut menjadi perhatiannya. 

"Banyak masyarakat sekitar yang menyapa, bertanya asalnya dari mana. Itu menambah kesan menghidupkan nuansa kebersamaan di MTQ Nasional ini," ungkapnya. 

Selama sepekan, ia bahkan menyempatkan berkunjung ke Universitas Diponegoro (Undip) dan UIN Walisongo untuk menambah wawasan. Riyan menyimpan harapan agar ajang berikutnya di Jakarta bisa lebih gemilang. 

"Mudah-mudahan tahun 2027 bisa menjadi momentum yang lebih maksimal dan luar biasa lagi untuk menciptakan generasi Qurani yang akan datang," ucapnya.

Sebagai pamungkas dari malam penutupan yang berkesan ini, masyarakat dan seluruh peserta dihibur oleh penampilan spesial dari Letto Band. Hentakan musik dan lirik puitis khas Letto menyempurnakan malam di Simpanglima, mengantarkan para kafilah pulang dengan membawa kenangan manis dari Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang memberikan kepercayaan kepada Jateng sebagai tuan rumah.  Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan berbagai rangkaian acara. 

"Saya mewakili masyarakat Jawa Tengah mengucapkan terima kasih. Ini kolaborasi Provinsi dengan Kota Semarang dan kabupaten/kota lain,” ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah resmi ditutup dengan meriah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang pada Sabtu, 19 September 2026. 

Rangkaian acara penutupan ini tidak hanya menjadi malam selebrasi para juara, tetapi juga benar-benar sukses menyemarakkan MTQ di Jateng dan menghadirkan atmosfer kebersamaan yang hangat bagi seluruh masyarakat dan kafilah.

Kemeriahan sudah terasa sejak sore hari, saat masyarakat yang memadati kawasan Simpanglima disuguhkan alunan musik Gambus Zabar Jada. Suasana religius dan modern kemudian berpadu apik selepas waktu Magrib, saat Qosidah Modern by Ezzura mengambil alih panggung untuk melanjutkan hiburan.

Memasuki acara inti penutupan, ribuan pasang mata menonton pertunjukan memukau dari Tarian Mutiara Tanah Jawa. Tarian ini sarat akan makna. Setiap gerakannya menceritakan kekayaan budaya, kelembutan budi pekerti, serta nilai-nilai spiritual yang tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Prosesi penutupan secara resmi ditandai dengan pemukulan bedug. Pada malam puncak tersebut, estafet perhelatan MTQ Nasional juga resmi diserahkan. Menteri Agama menyerahkan Surat Keputusan Penetapan Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII Tahun 2027 kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, menandai kesiapan ibu kota sebagai panggung antarkafilah pada tahun depan.

Suksesnya penyelenggaraan MTQ kali ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam, khususnya bagi para peserta. Hal ini sangat dirasakan oleh Nur Aidila Fitriah dan Hakim Maulana, perwakilan kafilah dari Kalimantan Timur yang sukses menyabet Juara 1 kategori Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) untuk putra dan putri.

Bagi mereka yang baru pertama kali berlaga di ajang ini, kemenangan tersebut terasa magis. 

"Jujur kayak mimpi bisa ada di sini. Cuma ya, namanya perjuangan itu tidak pernah mengkhianati hasil," ungkap Nur Aidila.

Lebih dari sekadar kompetisi, mereka sangat mengapresiasi kehangatan Jawa Tengah. 

"Jawa Tengah sebagai tuan rumah alhamdulillah sangat maksimal. Semua panitianya ramah-ramah, kendala kita bisa diakomodir. Pokoknya panitia itu sangat peduli kepada peserta," ucapnya sambil membagikan kegembiraannya bisa menyantap ramen sebagai self reward (penghargaan diri) usai bekerja keras.

Salah seorang Dewan hakim, Maulana, mengatakan bahwa fasilitas dari panitia sangat memudahkan mobilitas mereka, bahkan di sela-sela waktu luang. 

"Transportasi kita sangat dipermudah. Saat ada waktu kosong dan mau jalan-jalan, diizinkan dan dibantu transportasinya. Saya sudah mengunjungi Pantai Marina, Lawang Sewu, dan Kota Lama," ucapnya.

Apresiasi senada turut ditegaskan oleh Ketua Kafilah Kalimantan Timur, Rudi Kartono. Mewakili seluruh rombongannya, ia memuji kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. 

"Penyelenggaraan tahun ini kami nilai bagus, sangat bagus. Secara umum, semua dapat terakomodir dengan baik selama di Semarang," tegasnya.

Kesan serupa turut dirasakan oleh Riyan Ahmad Fauzan, kafilah asal Provinsi Jawa Barat yang juga berkompetisi di cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ). Ia mengapresiasi kerja keras panitia yang menyambut mereka dengan luar biasa, sehingga perlombaan berjalan khidmat dan lancar. Tidak hanya itu, keramahan warga Semarang turut menjadi perhatiannya. 

"Banyak masyarakat sekitar yang menyapa, bertanya asalnya dari mana. Itu menambah kesan menghidupkan nuansa kebersamaan di MTQ Nasional ini," ungkapnya. 

Selama sepekan, ia bahkan menyempatkan berkunjung ke Universitas Diponegoro (Undip) dan UIN Walisongo untuk menambah wawasan. Riyan menyimpan harapan agar ajang berikutnya di Jakarta bisa lebih gemilang. 

"Mudah-mudahan tahun 2027 bisa menjadi momentum yang lebih maksimal dan luar biasa lagi untuk menciptakan generasi Qurani yang akan datang," ucapnya.

Sebagai pamungkas dari malam penutupan yang berkesan ini, masyarakat dan seluruh peserta dihibur oleh penampilan spesial dari Letto Band. Hentakan musik dan lirik puitis khas Letto menyempurnakan malam di Simpanglima, mengantarkan para kafilah pulang dengan membawa kenangan manis dari Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang memberikan kepercayaan kepada Jateng sebagai tuan rumah.  Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan berbagai rangkaian acara. 

"Saya mewakili masyarakat Jawa Tengah mengucapkan terima kasih. Ini kolaborasi Provinsi dengan Kota Semarang dan kabupaten/kota lain,” ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu