Follow Us :              

Jateng Raih Runner Up MTQ Nasional, Wagub Tekankan Pembinaan Al-Qur'an Berkelanjutan

  19 September 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 177 
Kategori :
Bagikan :

Jateng Raih Runner Up MTQ Nasional, Wagub Tekankan Pembinaan Al-Qur'an Berkelanjutan

19 September 2026 | 19:00:00 | dibaca : 177
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Jateng Raih Runner Up MTQ Nasional, Wagub Tekankan Pembinaan Al-Qur'an Berkelanjutan
Jateng Raih Runner Up MTQ Nasional, Wagub Tekankan Pembinaan Al-Qur'an Berkelanjutan
Jateng Raih Runner Up MTQ Nasional, Wagub Tekankan Pembinaan Al-Qur'an Berkelanjutan
Jateng Raih Runner Up MTQ Nasional, Wagub Tekankan Pembinaan Al-Qur'an Berkelanjutan
Jateng Raih Runner Up MTQ Nasional, Wagub Tekankan Pembinaan Al-Qur'an Berkelanjutan

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG - Jawa Tengah menutup gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dengan capaian yang membanggakan sebagai peringkat kedua nasional. Namun, bagi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, keberhasilan MTQ tidak semata diukur dari siapa yang menjadi juara.

Wagub menilai, berakhirnya kompetisi justru menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan Al-Qur'an secara berkelanjutan. 

"Pembinaan harus berjalan sepanjang waktu melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al-Qur'an," ucap Wagub yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng dalam Penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang pada Sabtu, 19 September 2026.

Sebagai informasi, hasil keputusan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI menetapkan Kalimantan Timur sebagai juara umum dengan nilai 288. Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan nilai 208, disusul DKI Jakarta dengan nilai 129.

Posisi berikutnya ditempati Aceh dan Jawa Timur dengan nilai masing-masing 99, Sumatera Utara dan Jawa Barat masing-masing 71, Sumatera Selatan 55, Banten 52, Riau 35, Nusa Tenggara Barat 33, serta Sulawesi Selatan 31.

Jawa Tengah mengirimkan 67 kafilah yang telah melalui seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Adapun dari jumlah tersebut, 30 peserta berhasil melaju ke babak final.

Wagub mengatakan, capaian tersebut perlu menjadi pemacu untuk memperkuat pembinaan, bukan sekadar target untuk meraih juara pada penyelenggaraan MTQ.

Salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jateng terhadap pembinaan pendidikan keagamaan adalah program pemberian tali asih bagi penghafal kitab suci. Program ini memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menuntaskan hafalan kitab suci, termasuk para penghafal Al-Qur'an.

Wagub menyebut, tali asih sebesar Rp1 juta akan diberikan untuk para penghafal Al-Qur'an yang mampu menuntaskan hafalan 30 juz. Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Tengah, tetapi juga masyarakat dari daerah lain yang menghafalkan Al-Qur'an di Jawa Tengah.

Ia menyebut, ada sebanyak 1.041 penerima tali asih pada tahun 2025. Sementara pada 2026, Pemprov Jateng menganggarkan dana yang lebih besar.

"Di tahun 2026, kami juga menganggarkan 2 miliar bagi 2.000 penghafal. Sampai hari ini sudah lebih dari 1.000 yang menghafalkan, mengkhatamkan Al-Qur'an di bumi Jawa Tengah ini," ucap Wagub. 

Selain program tali asih, Pemprov Jateng juga memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren sekaligus memperkuat 5.347 pondok pesantren.

Wagub menyampaikan, keberlanjutan pembinaan juga membutuhkan sinergi antara Lembaga LPTQ nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. 

"Perlu terus bersinergi dalam standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ," katanya.

Ia juga mendorong penguatan dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan kelembagaan dan penganggaran. Dengan begitu, pembinaan tilawatil Qur'an tidak hanya dilakukan menjelang penyelenggaraan MTQ.

Wagub juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan marwah MTQ. Profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, khususnya dalam sistem perhakiman dan penilaian, menurutnya perlu terus diperkuat.

"Setiap masukan dan evaluasi menjadi bahan penyempurnaan MTQ ke depan," ujarnya.

Sebagai informasi, MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diikuti 2.242 peserta dari 37 Provinsi. Mereka berlomba di 12 arena, 8 cabang, 24 golongan, dan 48 kategori.

Selain perlombaan, rangkaian MTQ juga diisi seminar internasional, muzakarah ilmiah, pameran mushaf dan manuskrip Al-Qur'an, serta ekshibisi tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas sensorik tuli.

Wagub berharap, para kafilah yang kembali ke daerah masing-masing membawa lebih dari sekadar hasil perlombaan. Pengalaman, persaudaraan, dan semangat pembinaan Al-Qur'an diharapkan ikut dibawa pulang dan dikembangkan di daerah masing-masing.

"Semoga dalam penyelenggaraan MTQ ini, kesibukan kita terhadap Al-Qur'an mengijabahi doa-doa kita bersama," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Jawa Tengah menutup gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dengan capaian yang membanggakan sebagai peringkat kedua nasional. Namun, bagi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, keberhasilan MTQ tidak semata diukur dari siapa yang menjadi juara.

Wagub menilai, berakhirnya kompetisi justru menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan Al-Qur'an secara berkelanjutan. 

"Pembinaan harus berjalan sepanjang waktu melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al-Qur'an," ucap Wagub yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng dalam Penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang pada Sabtu, 19 September 2026.

Sebagai informasi, hasil keputusan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI menetapkan Kalimantan Timur sebagai juara umum dengan nilai 288. Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan nilai 208, disusul DKI Jakarta dengan nilai 129.

Posisi berikutnya ditempati Aceh dan Jawa Timur dengan nilai masing-masing 99, Sumatera Utara dan Jawa Barat masing-masing 71, Sumatera Selatan 55, Banten 52, Riau 35, Nusa Tenggara Barat 33, serta Sulawesi Selatan 31.

Jawa Tengah mengirimkan 67 kafilah yang telah melalui seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Adapun dari jumlah tersebut, 30 peserta berhasil melaju ke babak final.

Wagub mengatakan, capaian tersebut perlu menjadi pemacu untuk memperkuat pembinaan, bukan sekadar target untuk meraih juara pada penyelenggaraan MTQ.

Salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jateng terhadap pembinaan pendidikan keagamaan adalah program pemberian tali asih bagi penghafal kitab suci. Program ini memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menuntaskan hafalan kitab suci, termasuk para penghafal Al-Qur'an.

Wagub menyebut, tali asih sebesar Rp1 juta akan diberikan untuk para penghafal Al-Qur'an yang mampu menuntaskan hafalan 30 juz. Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Tengah, tetapi juga masyarakat dari daerah lain yang menghafalkan Al-Qur'an di Jawa Tengah.

Ia menyebut, ada sebanyak 1.041 penerima tali asih pada tahun 2025. Sementara pada 2026, Pemprov Jateng menganggarkan dana yang lebih besar.

"Di tahun 2026, kami juga menganggarkan 2 miliar bagi 2.000 penghafal. Sampai hari ini sudah lebih dari 1.000 yang menghafalkan, mengkhatamkan Al-Qur'an di bumi Jawa Tengah ini," ucap Wagub. 

Selain program tali asih, Pemprov Jateng juga memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren sekaligus memperkuat 5.347 pondok pesantren.

Wagub menyampaikan, keberlanjutan pembinaan juga membutuhkan sinergi antara Lembaga LPTQ nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. 

"Perlu terus bersinergi dalam standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ," katanya.

Ia juga mendorong penguatan dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan kelembagaan dan penganggaran. Dengan begitu, pembinaan tilawatil Qur'an tidak hanya dilakukan menjelang penyelenggaraan MTQ.

Wagub juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan marwah MTQ. Profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, khususnya dalam sistem perhakiman dan penilaian, menurutnya perlu terus diperkuat.

"Setiap masukan dan evaluasi menjadi bahan penyempurnaan MTQ ke depan," ujarnya.

Sebagai informasi, MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diikuti 2.242 peserta dari 37 Provinsi. Mereka berlomba di 12 arena, 8 cabang, 24 golongan, dan 48 kategori.

Selain perlombaan, rangkaian MTQ juga diisi seminar internasional, muzakarah ilmiah, pameran mushaf dan manuskrip Al-Qur'an, serta ekshibisi tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas sensorik tuli.

Wagub berharap, para kafilah yang kembali ke daerah masing-masing membawa lebih dari sekadar hasil perlombaan. Pengalaman, persaudaraan, dan semangat pembinaan Al-Qur'an diharapkan ikut dibawa pulang dan dikembangkan di daerah masing-masing.

"Semoga dalam penyelenggaraan MTQ ini, kesibukan kita terhadap Al-Qur'an mengijabahi doa-doa kita bersama," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu