Follow Us :              

Langkah Pemprov Jateng Tangani Kebakaran Sumur Minyak Blora

  19 August 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 451 
Kategori :
Bagikan :


Langkah Pemprov Jateng Tangani Kebakaran Sumur Minyak Blora

19 August 2025 | 09:00:00 | dibaca : 451
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG – Kebakaran sumur minyak yang terjadi di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora pada Minggu (17/08/2025), mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Tak hanya itu, sebanyak 303 KK dengan total 760 jiwa juga harus mengungsi.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Jawa Tengah per Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 11.00 WIB, kebakaran ini juga menyebabkan 1 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang, dan 3 ekor ternak mati. Saat ini, tim gabungan dari Pemerintah Provinsi Jateng, BPBD Jateng, dan pihak-pihak terkait, masih berjibaku untuk memadamkan api di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti kejadian itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa hal mendesak yang harus segera dilakukan adalah upaya untuk memadamkan api. 

“Sekarang lebih, bagaimana (cara) untuk memadamkan itu,” ucapnya saat ditemui di Kota Semarang pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Pemprov Jateng melalui BPBD Provinsi Jateng tentu merespons cepat kebakaran yang terjadi di Blora. Berbagai upaya penanganan segera dilakukan, di antaranya dengan mendirikan tenda pengungsian dan Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB), serta menyediakan logistik permakanan bagi 900 jiwa.

Tak hanya itu, upaya pemadaman dengan pembuatan tanggul menggunakan ekskavator, penyediaan air bersih oleh BPBD Kabupaten Blora, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, di antaranya Pertamina, pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan pemerintah desa, juga terus dilakukan.

Adapun bantuan yang disalurkan melalui BPBD Provinsi Jateng per Selasa, 19 Agustus 2025, meliputi paket sembako sebanyak 20 buah, beras 100 kg, mie instan 800 bungkus, kornet 720 kaleng, kopi 240 bungkus, teh 100 pack, gula 20 kg, minyak 48 liter, dan masker 4.000 buah.

Tak berhenti sampai di sana, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jateng dan pihak-pihak terkait juga akan segera menyalurkan sejumlah bantuan. Beberapa OPD tersebut, antara lain BPBD Jateng, Dinas Sosial Provinsi Jateng, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, dan instansi lain yang akan memberikan bantuan sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing.

Pada kesempatan itu, Sekda menyampaikan, Pemprov Jateng juga telah membentuk tim verifikasi lintas sektor untuk menata sumur-sumur minyak rakyat yang ada di daerahnya. Bahkan, tim ini sudah dibentuk sebelum terjadinya insiden kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Kabupaten Blora. 
 
“Karena (sumur minyak milik warga ini) risikonya cukup besar. Kalau yang jadi masalah, begitu ilegal itu tidak ada yang meng-assessment (menilai) masalah (dari) sisi keselamatan, itu yang menjadi PR (pekerjaan rumah) yang berat,” imbuhnya. 

Ia menjelaskan, tim verifikasi lintas sektor ini tidak terbatas di Blora, tetapi di seluruh wilayah Jateng. Dengan demikian, proses assessment (penilaian) dapat dilakukan secara menyeluruh. 

Terkait regulasi dan teknis pengawasan sumur minyak rakyat/tradisional, Pemprov Jateng masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.


Bagikan :

SEMARANG – Kebakaran sumur minyak yang terjadi di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora pada Minggu (17/08/2025), mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Tak hanya itu, sebanyak 303 KK dengan total 760 jiwa juga harus mengungsi.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Jawa Tengah per Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 11.00 WIB, kebakaran ini juga menyebabkan 1 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang, dan 3 ekor ternak mati. Saat ini, tim gabungan dari Pemerintah Provinsi Jateng, BPBD Jateng, dan pihak-pihak terkait, masih berjibaku untuk memadamkan api di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti kejadian itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa hal mendesak yang harus segera dilakukan adalah upaya untuk memadamkan api. 

“Sekarang lebih, bagaimana (cara) untuk memadamkan itu,” ucapnya saat ditemui di Kota Semarang pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Pemprov Jateng melalui BPBD Provinsi Jateng tentu merespons cepat kebakaran yang terjadi di Blora. Berbagai upaya penanganan segera dilakukan, di antaranya dengan mendirikan tenda pengungsian dan Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB), serta menyediakan logistik permakanan bagi 900 jiwa.

Tak hanya itu, upaya pemadaman dengan pembuatan tanggul menggunakan ekskavator, penyediaan air bersih oleh BPBD Kabupaten Blora, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, di antaranya Pertamina, pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan pemerintah desa, juga terus dilakukan.

Adapun bantuan yang disalurkan melalui BPBD Provinsi Jateng per Selasa, 19 Agustus 2025, meliputi paket sembako sebanyak 20 buah, beras 100 kg, mie instan 800 bungkus, kornet 720 kaleng, kopi 240 bungkus, teh 100 pack, gula 20 kg, minyak 48 liter, dan masker 4.000 buah.

Tak berhenti sampai di sana, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jateng dan pihak-pihak terkait juga akan segera menyalurkan sejumlah bantuan. Beberapa OPD tersebut, antara lain BPBD Jateng, Dinas Sosial Provinsi Jateng, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, dan instansi lain yang akan memberikan bantuan sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing.

Pada kesempatan itu, Sekda menyampaikan, Pemprov Jateng juga telah membentuk tim verifikasi lintas sektor untuk menata sumur-sumur minyak rakyat yang ada di daerahnya. Bahkan, tim ini sudah dibentuk sebelum terjadinya insiden kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Kabupaten Blora. 
 
“Karena (sumur minyak milik warga ini) risikonya cukup besar. Kalau yang jadi masalah, begitu ilegal itu tidak ada yang meng-assessment (menilai) masalah (dari) sisi keselamatan, itu yang menjadi PR (pekerjaan rumah) yang berat,” imbuhnya. 

Ia menjelaskan, tim verifikasi lintas sektor ini tidak terbatas di Blora, tetapi di seluruh wilayah Jateng. Dengan demikian, proses assessment (penilaian) dapat dilakukan secara menyeluruh. 

Terkait regulasi dan teknis pengawasan sumur minyak rakyat/tradisional, Pemprov Jateng masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu