Foto : Ebron (Humas Jateng)
Foto : Ebron (Humas Jateng)
SUKOHARJO – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan kepada warganya untuk mengutamakan persatuan dalam menghadapi dinamika sosial politik yang terjadi akhir-akhir ini.
Hal itu disampaikannya dalam acara pembacaan Maulid Al-Barzanji yang diselenggarakan oleh Yayasan Sedulur Sehati Saklawase di Graha Setyowati Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo pada Selasa, 2 September 2025.
Pada kesempatan itu, Wagub meminta masyarakat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam merespon berbagai persoalan, dengan mengutamakan persatuan.
“Setiap permasalahan harus diselesaikan dengan cara-cara yang baik, tidak boleh dengan kekerasan,” ucapnya.
Menurutnya, Peringatan Kelahiran Nabi atau Maulid Nabi Muhammad SAW yang hanya tinggal menghitung hari ini merupakan momentum untuk refleksi diri bagi umat muslim, guna menyelesaikan segala persoalan dengan berlandaskan kasih sayang.
Sebab, kasih sayang menjadi salah satu sifat Nabi Muhammad SAW. Sifat tersebut, tidak hanya diterapkan kepada keluarganya, tetapi juga musuhnya. Oleh karena itu, sifat kasih sayang Nabi ini harus menjadi teladan bagi umat muslim.
"Dengan membaca Maulid, kita mengingat sifat-sifat Rasul, terutama sifat kasih sayang,” ucap Wagub.
Gus Yasin menuturkan, pesan ini relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, yang tengah menghadapi berbagai dinamika sosial dan politik.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sedulur Sehati, Eva Yuliana, mengatakan, tradisi pembacaan selawat bukan hanya kegiatan rutin, melainkan juga sebagai sarana untuk memperkuat kebersamaan.
“Dengan salawat, kita terikat dalam persaudaraan. Ini bukan hanya ibadah, tetapi juga energi untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah sekaligus sesama,” ucapnya.
SUKOHARJO – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan kepada warganya untuk mengutamakan persatuan dalam menghadapi dinamika sosial politik yang terjadi akhir-akhir ini.
Hal itu disampaikannya dalam acara pembacaan Maulid Al-Barzanji yang diselenggarakan oleh Yayasan Sedulur Sehati Saklawase di Graha Setyowati Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo pada Selasa, 2 September 2025.
Pada kesempatan itu, Wagub meminta masyarakat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam merespon berbagai persoalan, dengan mengutamakan persatuan.
“Setiap permasalahan harus diselesaikan dengan cara-cara yang baik, tidak boleh dengan kekerasan,” ucapnya.
Menurutnya, Peringatan Kelahiran Nabi atau Maulid Nabi Muhammad SAW yang hanya tinggal menghitung hari ini merupakan momentum untuk refleksi diri bagi umat muslim, guna menyelesaikan segala persoalan dengan berlandaskan kasih sayang.
Sebab, kasih sayang menjadi salah satu sifat Nabi Muhammad SAW. Sifat tersebut, tidak hanya diterapkan kepada keluarganya, tetapi juga musuhnya. Oleh karena itu, sifat kasih sayang Nabi ini harus menjadi teladan bagi umat muslim.
"Dengan membaca Maulid, kita mengingat sifat-sifat Rasul, terutama sifat kasih sayang,” ucap Wagub.
Gus Yasin menuturkan, pesan ini relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, yang tengah menghadapi berbagai dinamika sosial dan politik.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sedulur Sehati, Eva Yuliana, mengatakan, tradisi pembacaan selawat bukan hanya kegiatan rutin, melainkan juga sebagai sarana untuk memperkuat kebersamaan.
“Dengan salawat, kita terikat dalam persaudaraan. Ini bukan hanya ibadah, tetapi juga energi untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah sekaligus sesama,” ucapnya.
Berita Terbaru