Follow Us :              

Hari Perhubungan Nasional 2025, Momentum Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Jawa Tengah

  16 September 2025  |   19:30:00  |   dibaca : 489 
Kategori :
Bagikan :

Hari Perhubungan Nasional 2025, Momentum Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Jawa Tengah

16 September 2025 | 19:30:00 | dibaca : 489
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Hari Perhubungan Nasional 2025, Momentum Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Jawa Tengah
Hari Perhubungan Nasional 2025, Momentum Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Jawa Tengah
Hari Perhubungan Nasional 2025, Momentum Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Jawa Tengah
Hari Perhubungan Nasional 2025, Momentum Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Jawa Tengah
Hari Perhubungan Nasional 2025, Momentum Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Jawa Tengah

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, upaya penguatan dan pemerataan konektivitas antarwilayah harus semakin ditingkatkan. Termasuk kelancaran transportasi, untuk mendukung pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami ingin konektivitas tidak hanya terkait dengan ekonomi, tetapi yang lebih penting adalah pengembangan wilayah," ucapnya saat menghadiri acara Malam Keakraban Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2025 di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 16 September 2025 malam.

Gubernur menyampaikan, persoalan transportasi dan konektivitas wilayah berkaitan dengan bergeraknya barang dan orang dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah semakin banyaknya kendaraan yang melintas, namun belum berimbang dengan jalan yang tersedia.

"Ini menjadi suatu problem yang harus diselesaikan dengan kerja sama. Dishub tidak bisa bekerja sendiri. Kita melakukan beberapa kolaborasi dengan instansi-instansi vertikal lainnya," ungkapnya.

Tantangan lainnya, infrastruktur jalan di Jateng yang masih belum merata. Di wilayah utara, kondisi jalannya cukup bagus karena sudah ada jalur pantura (jalan nasional), Tol Trans Jawa, dan jalan provinsi dari perbatasan Brebes sampai Rembang. Akan tetapi, jalur selatan masih perlu terus dikembangkan.  

Upaya lain untuk mengatasi persoalan tersebut adalah pengembangan pelabuhan. Wilayah Selatan memiliki beberapa pelabuhan yang dapat memberikan efek langsung pada pengembangan daerah. Oleh karenanya, diharapkan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di wilayah Utara, nantinya bisa digeser ke daerah Selatan guna pemerataan pembangunan.  

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan, Pemprov Jateng sudah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat konektivitas transportasi. Seperti Bandara Ahmad Yani Semarang yang sudah kembali berstatus internasional dan status internasional Bandara Adi Soemarmo yang sedang dalam proses.

"Pelabuhan juga kita dorong untuk bisa berkembang, kemudian perkeretaapian juga didorong," katanya.

Malam Keakraban yang merupakan rangkaian dari peringatan Harhubnas 2025 ini dihadiri oleh seluruh kepala dinas perhubungan kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta instansi terkait seperti perkeretaapian, AirNav, dan lainnya. 

Peringatan Harhubnas 2025 yang dipusatkan di Jawa Tengah akan digelar di Kota Semarang pada Rabu, 17 September 2025.

"Upacara Hari Perhubungan Nasional ini disentralkan di Provinsi Jawa Tengah. Ini menjadi kebanggaan karena terakhir (jadi tuan rumah) tahun 2016," ujar Ka Dishub Jateng.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, upaya penguatan dan pemerataan konektivitas antarwilayah harus semakin ditingkatkan. Termasuk kelancaran transportasi, untuk mendukung pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami ingin konektivitas tidak hanya terkait dengan ekonomi, tetapi yang lebih penting adalah pengembangan wilayah," ucapnya saat menghadiri acara Malam Keakraban Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2025 di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 16 September 2025 malam.

Gubernur menyampaikan, persoalan transportasi dan konektivitas wilayah berkaitan dengan bergeraknya barang dan orang dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah semakin banyaknya kendaraan yang melintas, namun belum berimbang dengan jalan yang tersedia.

"Ini menjadi suatu problem yang harus diselesaikan dengan kerja sama. Dishub tidak bisa bekerja sendiri. Kita melakukan beberapa kolaborasi dengan instansi-instansi vertikal lainnya," ungkapnya.

Tantangan lainnya, infrastruktur jalan di Jateng yang masih belum merata. Di wilayah utara, kondisi jalannya cukup bagus karena sudah ada jalur pantura (jalan nasional), Tol Trans Jawa, dan jalan provinsi dari perbatasan Brebes sampai Rembang. Akan tetapi, jalur selatan masih perlu terus dikembangkan.  

Upaya lain untuk mengatasi persoalan tersebut adalah pengembangan pelabuhan. Wilayah Selatan memiliki beberapa pelabuhan yang dapat memberikan efek langsung pada pengembangan daerah. Oleh karenanya, diharapkan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di wilayah Utara, nantinya bisa digeser ke daerah Selatan guna pemerataan pembangunan.  

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan, Pemprov Jateng sudah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat konektivitas transportasi. Seperti Bandara Ahmad Yani Semarang yang sudah kembali berstatus internasional dan status internasional Bandara Adi Soemarmo yang sedang dalam proses.

"Pelabuhan juga kita dorong untuk bisa berkembang, kemudian perkeretaapian juga didorong," katanya.

Malam Keakraban yang merupakan rangkaian dari peringatan Harhubnas 2025 ini dihadiri oleh seluruh kepala dinas perhubungan kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta instansi terkait seperti perkeretaapian, AirNav, dan lainnya. 

Peringatan Harhubnas 2025 yang dipusatkan di Jawa Tengah akan digelar di Kota Semarang pada Rabu, 17 September 2025.

"Upacara Hari Perhubungan Nasional ini disentralkan di Provinsi Jawa Tengah. Ini menjadi kebanggaan karena terakhir (jadi tuan rumah) tahun 2016," ujar Ka Dishub Jateng.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu