Follow Us :              

Digadang-gadang Mampu Putus Rantai Kemiskinan, 13 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng

  30 September 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 874 
Kategori :
Bagikan :

Digadang-gadang Mampu Putus Rantai Kemiskinan, 13 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng

30 September 2025 | 09:00:00 | dibaca : 874
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Digadang-gadang Mampu Putus Rantai Kemiskinan, 13 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng
Digadang-gadang Mampu Putus Rantai Kemiskinan, 13 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng
Digadang-gadang Mampu Putus Rantai Kemiskinan, 13 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng
Digadang-gadang Mampu Putus Rantai Kemiskinan, 13 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng
Digadang-gadang Mampu Putus Rantai Kemiskinan, 13 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Sebanyak 13 Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh pemerintah pusat sudah beroperasi di Jawa Tengah. Sekolah tersebut memfasilitasi pendidikan bagi para siswa dari keluarga miskin di provinsi ini. 

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis yang diambil pemerintah untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan. 

“Kehadiran sekolah rakyat untuk memutus rantai kemiskinan, sehingga memberi harapan keluarga miskin untuk hidup sejahtera,” ucapnya saat meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Semarang pada Selasa, 30 September 2025. 

Ia mengungkapkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 ini menyatukan SD dan SMA, di mana masing-masing tingkatan jumlah siswanya mencapai 50 orang. 

Wamensos mengatakan, seleksi siswa di Sekolah Rakyat dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah tersebut memberikan fasilitas yang memadai bagi para siswa, mulai dari bangunan sekolah, sarana prasarana sekolah, hingga seragam sekolah. 

Ia menegaskan, Sekolah Rakyat dijamin bebas dari bullying (perundungan), intoleransi, dan harassment (pelecehan). Hal itu didukung dengan adanya pembekalan bagi para guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik untuk bersama-sama menciptakan suasana sekolah yang kondusif. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memberikan semangat kepada para siswa di Sekolah Rakyat. Harapannya, para siswa bisa terus semangat belajar. 

Salah seorang siswa Sekolah Rakyat, Radith, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, yang telah memfasilitasi program Sekolah Rakyat di Jateng, sehingga ia bisa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.


Bagikan :

SEMARANG – Sebanyak 13 Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh pemerintah pusat sudah beroperasi di Jawa Tengah. Sekolah tersebut memfasilitasi pendidikan bagi para siswa dari keluarga miskin di provinsi ini. 

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis yang diambil pemerintah untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan. 

“Kehadiran sekolah rakyat untuk memutus rantai kemiskinan, sehingga memberi harapan keluarga miskin untuk hidup sejahtera,” ucapnya saat meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Semarang pada Selasa, 30 September 2025. 

Ia mengungkapkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 ini menyatukan SD dan SMA, di mana masing-masing tingkatan jumlah siswanya mencapai 50 orang. 

Wamensos mengatakan, seleksi siswa di Sekolah Rakyat dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah tersebut memberikan fasilitas yang memadai bagi para siswa, mulai dari bangunan sekolah, sarana prasarana sekolah, hingga seragam sekolah. 

Ia menegaskan, Sekolah Rakyat dijamin bebas dari bullying (perundungan), intoleransi, dan harassment (pelecehan). Hal itu didukung dengan adanya pembekalan bagi para guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik untuk bersama-sama menciptakan suasana sekolah yang kondusif. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memberikan semangat kepada para siswa di Sekolah Rakyat. Harapannya, para siswa bisa terus semangat belajar. 

Salah seorang siswa Sekolah Rakyat, Radith, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, yang telah memfasilitasi program Sekolah Rakyat di Jateng, sehingga ia bisa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu