Follow Us :              

Peringati Hari Guru, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh untuk Guru Non ASN dan Swasta

  25 November 2025  |   07:30:00  |   dibaca : 1238 
Kategori :
Bagikan :

Peringati Hari Guru, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh untuk Guru Non ASN dan Swasta

25 November 2025 | 07:30:00 | dibaca : 1238
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Peringati Hari Guru, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh untuk Guru Non ASN dan Swasta
Peringati Hari Guru, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh untuk Guru Non ASN dan Swasta
Peringati Hari Guru, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh untuk Guru Non ASN dan Swasta
Peringati Hari Guru, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh untuk Guru Non ASN dan Swasta
Peringati Hari Guru, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh untuk Guru Non ASN dan Swasta

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG  - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian penuh kepada guru non Aparatur Sipil Negera (ASN) dan swasta pada SMA/SMK/SLB  di wilayahnya. Salah satunya melalui honorarium kepada guru yang nilai totalnya mencapai miliaran rupiah selama 2025. Program itu akan terus dilanjutkan pada 2026.     

"Insyaallah nanti akan dilanjutkan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin usai acara Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 di Halaman Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 25 November 2025.

Honorarium bagi guru non-ASN, termasuk guru tamu tersebut ditanggung APBD Provinsi Jateng, melalui skema belanja Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan. Pada 2025 alokasi BOP Pendidikan Jateng sebesar Rp472,381 miliar. 

Sedangkan untuk guru pada Satuan Pendidikan Swasta (SMA, SMK, dan SLB), Pemprov Jateng juga memberikan dukungan pembiayaan. Salah satunya diarahkan untuk pemenuhan honor bagi guru, melalui skema belanja Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Pada 2025, APBD Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Bosda sebesar Rp142,632 miliar.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur mengatakan, tugas guru memiliki tantangan seiring perubahan zaman yang lebih kompleks. Dengan demikian, kompetensi guru juga harus meningkat. 

"Dalam upaya peningkatan kompetensi guru, kami memberikan pelatihan, dan pendampingan. Juga untuk melanjutkan pendidikan, bagi guru-guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1," katanya.

Dalam momen hari guru, Pemprov Jateng juga memberikan tali asih kepada sejumlah pegawai di lingkungan sekolah maupun beberapa siswa berprestasi. 

Salah satu pegawai tidak tetap (PTT) di SLBN Semarang, Rano Priyo Hariyanto, menerima dana Rp20 juta yang akan digunakan untuk perbaikan rumahnya yang rusak karena terendam rob.  

"Saya harapkan hari guru ini menjadi momentum untuk maju dari sisi kesejahteraan,” katanya.


Bagikan :

SEMARANG  - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian penuh kepada guru non Aparatur Sipil Negera (ASN) dan swasta pada SMA/SMK/SLB  di wilayahnya. Salah satunya melalui honorarium kepada guru yang nilai totalnya mencapai miliaran rupiah selama 2025. Program itu akan terus dilanjutkan pada 2026.     

"Insyaallah nanti akan dilanjutkan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin usai acara Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 di Halaman Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 25 November 2025.

Honorarium bagi guru non-ASN, termasuk guru tamu tersebut ditanggung APBD Provinsi Jateng, melalui skema belanja Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan. Pada 2025 alokasi BOP Pendidikan Jateng sebesar Rp472,381 miliar. 

Sedangkan untuk guru pada Satuan Pendidikan Swasta (SMA, SMK, dan SLB), Pemprov Jateng juga memberikan dukungan pembiayaan. Salah satunya diarahkan untuk pemenuhan honor bagi guru, melalui skema belanja Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Pada 2025, APBD Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Bosda sebesar Rp142,632 miliar.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur mengatakan, tugas guru memiliki tantangan seiring perubahan zaman yang lebih kompleks. Dengan demikian, kompetensi guru juga harus meningkat. 

"Dalam upaya peningkatan kompetensi guru, kami memberikan pelatihan, dan pendampingan. Juga untuk melanjutkan pendidikan, bagi guru-guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1," katanya.

Dalam momen hari guru, Pemprov Jateng juga memberikan tali asih kepada sejumlah pegawai di lingkungan sekolah maupun beberapa siswa berprestasi. 

Salah satu pegawai tidak tetap (PTT) di SLBN Semarang, Rano Priyo Hariyanto, menerima dana Rp20 juta yang akan digunakan untuk perbaikan rumahnya yang rusak karena terendam rob.  

"Saya harapkan hari guru ini menjadi momentum untuk maju dari sisi kesejahteraan,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu