Follow Us :              

Terbukti Dongkrak Perekonomian Daerah, Sekda Minta Kabupaten/Kota di Jateng Perbanyak Event Lari

  14 December 2025  |   05:00:00  |   dibaca : 396 
Kategori :
Bagikan :


Terbukti Dongkrak Perekonomian Daerah, Sekda Minta Kabupaten/Kota di Jateng Perbanyak Event Lari

14 December 2025 | 05:00:00 | dibaca : 396
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG Event lari yang diselenggarakan di sejumlah daerah di Jawa Tengah terbukti mampu mendongkrak perekonomian daerah. Sebab, setiap gelaran event mampu menyedot ribuan peserta dan pengunjung. 

Tak ayal, kunjungan ini mampu meningkatkan sektor konsumsi, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah. 

Tingginya antuasiasme peserta itu terlihat dalam event Semarang 10K yang diselenggarakan di Kota Semarang pada Minggu, 14 Desember 2025. Setidaknya ada sekitar 3.000 peserta yang mengikuti ajang lari tersebut. 

Berbagai event lari yang digelar di daerah lain pun tak kalah ramainya, di antaranya Borobudur Marathon di Magelang, Kendal Berdikari Fun Run 2025, Kebumen Geopark Trail Run, Boyolali Susu Run 2025, Siksorogo Lawu Ultra di Karanganyar, Slamet Trail Run di Purbalingga, dan lainnya. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang menjadi salah satu peserta memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya event Semarang 10K. Partisipasi dari ribuan peserta menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap event lari sangat tinggi. 

Maka dari itu, ia mendorong agar 35 daerah di Jawa Tengah mampu menyelenggarakan event-event lari yang dipadukan dengan pariwisata, budaya, dan kekhasan daerahnya. 

"Semoga pada tahun 2026, event-event olahraga lari ini (semakin) meningkat. Pemprov Jateng sudah meluncurkan kalender event 2026 untuk kegiatan wisata. Kami akan mendorong setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah punya event lari dengan keunikan daerah masing-masing," kata Sekda. 

Ia menilai, tingginya partisipasi peserta di sejumlah daerah membawa dampak yang luar biasa terhadap kunjungan wisata dan perputaran ekonomi di Jateng. Terlebih, setiap event yang diadakan memiliki keunikan tersendiri. 

Pada event Semarang 10K ini, Sekda menjadi salah satu peserta yang menyelesaikan lari dengan waktu 58 menit. Ia menyebut, capaian ini merupakan perolehan terbaiknya.

Sebagai salah satu event lari penutup pada tahun 2025, Sekda berharap, penyelenggaraan event Semarang 10K bisa terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. 

"Mudah-mudahan ke depan bisa diselenggarakan lagi dan mungkin lebih baik lagi, kapasitas bisa ditambah, volume juga ditambah," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG Event lari yang diselenggarakan di sejumlah daerah di Jawa Tengah terbukti mampu mendongkrak perekonomian daerah. Sebab, setiap gelaran event mampu menyedot ribuan peserta dan pengunjung. 

Tak ayal, kunjungan ini mampu meningkatkan sektor konsumsi, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah. 

Tingginya antuasiasme peserta itu terlihat dalam event Semarang 10K yang diselenggarakan di Kota Semarang pada Minggu, 14 Desember 2025. Setidaknya ada sekitar 3.000 peserta yang mengikuti ajang lari tersebut. 

Berbagai event lari yang digelar di daerah lain pun tak kalah ramainya, di antaranya Borobudur Marathon di Magelang, Kendal Berdikari Fun Run 2025, Kebumen Geopark Trail Run, Boyolali Susu Run 2025, Siksorogo Lawu Ultra di Karanganyar, Slamet Trail Run di Purbalingga, dan lainnya. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang menjadi salah satu peserta memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya event Semarang 10K. Partisipasi dari ribuan peserta menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap event lari sangat tinggi. 

Maka dari itu, ia mendorong agar 35 daerah di Jawa Tengah mampu menyelenggarakan event-event lari yang dipadukan dengan pariwisata, budaya, dan kekhasan daerahnya. 

"Semoga pada tahun 2026, event-event olahraga lari ini (semakin) meningkat. Pemprov Jateng sudah meluncurkan kalender event 2026 untuk kegiatan wisata. Kami akan mendorong setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah punya event lari dengan keunikan daerah masing-masing," kata Sekda. 

Ia menilai, tingginya partisipasi peserta di sejumlah daerah membawa dampak yang luar biasa terhadap kunjungan wisata dan perputaran ekonomi di Jateng. Terlebih, setiap event yang diadakan memiliki keunikan tersendiri. 

Pada event Semarang 10K ini, Sekda menjadi salah satu peserta yang menyelesaikan lari dengan waktu 58 menit. Ia menyebut, capaian ini merupakan perolehan terbaiknya.

Sebagai salah satu event lari penutup pada tahun 2025, Sekda berharap, penyelenggaraan event Semarang 10K bisa terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. 

"Mudah-mudahan ke depan bisa diselenggarakan lagi dan mungkin lebih baik lagi, kapasitas bisa ditambah, volume juga ditambah," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu