Follow Us :              

Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir, Nilai Investasi Jateng Tembus Rp88,50 Triliun

  20 January 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 67 
Kategori :
Bagikan :


Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir, Nilai Investasi Jateng Tembus Rp88,50 Triliun

20 January 2026 | 00:00:00 | dibaca : 67
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. 

Berdasarkan rilis dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jateng terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. 

Sementara dari sisi aktivitas usaha, ada sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim investasi yang aman, mudah, dan kompetitif. Sebagaimana yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam berbagai kesempatan. 

“Kami berkomitmen menjadi _manager marketing_ investasi, dengan menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” ucap Gubernur. 

Ia menyampaikan, Pemprov Jateng akan terus menjadi mitra strategis bagi para investor agar ekonomi daerah bisa terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. 

Dibandingkan pada tahun 2024, realisasi investasi Jateng pada tahun 2025 melonjak cukup signifikan. Investasi yang berhasil didapatkan pada 2024 sebesar Rp 68,67 triliun, sementara pada 2025 angkanya meningkat menjadi Rp88,50 triliun atau bertambah Rp19,83 triliun (28,88%).

Lonjakan tersebut tak lepas dari adanya kemudahan dalam berinvestasi di Jateng, seperti penguatan kawasan industri, percepatan perizinan, serta stabilitas dan kondusivitas daerah. Peningkatan investasi ini menunjukkan kepercayaan yang terus menguat dari para investor kepada Jateng. 

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan, ada 5 daerah di Jateng yang berkontribusi besar dalam realisasi PMA dan PMDN tahun 2025. 

Kelima daerah tersebut, yakni Kabupaten Kendal senilai Rp15,86 triliun; Kota Semarang Rp11,15 triliun; Kabupaten Demak Rp9,06 triliun; Kabupaten Batang Rp6,73 triliun; dan Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.

Ia menilai, pemerataan investasi di daerah pantai utara dan sekitar kawasan industri strategis mulai menunjukkan hasil yang baik.

“Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri (yang) terintegrasi, mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” ucapnya pada Selasa, 20 Januari 2026. 

Ka DPMPTSP menyampaikan, lima besar realisasi investasi Jawa Tengah 2025 berdasarkan sektor usaha didominasi oleh industri pengolahan, yakni industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun; industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi Rp9,70 triliun; industri karet dan plastik Rp8,96 triliun; industri tekstil Rp7,97 triliun; serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 triliun.

Ia menilai, dominasi sektor tersebut mampu memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai basis industri nasional.

“Ini sejalan dengan strategi kami (dalam) mendorong hilirisasi (proses pengolahan bahan mentah atau setengah jadi menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi), dan industri padat karya. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Adapun dari sisi PMA, lima besar negara penanam modal di Jateng pada tahun 2025, yakni Hongkong senilai Rp12,92 triliun; Singapura Rp11,43 triliun; Republik Rakyat Tiongkok Rp10,13 triliun; Korea Selatan Rp4,96 triliun; dan Samoa Barat Rp2,96 triliun. 

Ka DPMPTSP menambahkan, realisasi investasi sektor usaha kecil dan mikro (UMK) di Jateng pada 2025 mencapai Rp22,143 triliun, yang terdiri dari investasi usaha kecil sebesar Rp7,929 triliun dan usaha mikro Rp14,214 triliun.

Ia mengatakan, capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 12% dibandingkan tahun 2024 yang angkanya sebesar Rp21,52 triliun.

Dengan capaian investasi tahun 2025 yang luar biasa ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus menjaga kepercayaan investor asing dan domestik.

“Kami pastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia,” ucap Ka DPMPTSP.


Bagikan :

SEMARANG - Nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. 

Berdasarkan rilis dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jateng terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. 

Sementara dari sisi aktivitas usaha, ada sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim investasi yang aman, mudah, dan kompetitif. Sebagaimana yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam berbagai kesempatan. 

“Kami berkomitmen menjadi _manager marketing_ investasi, dengan menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” ucap Gubernur. 

Ia menyampaikan, Pemprov Jateng akan terus menjadi mitra strategis bagi para investor agar ekonomi daerah bisa terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. 

Dibandingkan pada tahun 2024, realisasi investasi Jateng pada tahun 2025 melonjak cukup signifikan. Investasi yang berhasil didapatkan pada 2024 sebesar Rp 68,67 triliun, sementara pada 2025 angkanya meningkat menjadi Rp88,50 triliun atau bertambah Rp19,83 triliun (28,88%).

Lonjakan tersebut tak lepas dari adanya kemudahan dalam berinvestasi di Jateng, seperti penguatan kawasan industri, percepatan perizinan, serta stabilitas dan kondusivitas daerah. Peningkatan investasi ini menunjukkan kepercayaan yang terus menguat dari para investor kepada Jateng. 

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan, ada 5 daerah di Jateng yang berkontribusi besar dalam realisasi PMA dan PMDN tahun 2025. 

Kelima daerah tersebut, yakni Kabupaten Kendal senilai Rp15,86 triliun; Kota Semarang Rp11,15 triliun; Kabupaten Demak Rp9,06 triliun; Kabupaten Batang Rp6,73 triliun; dan Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.

Ia menilai, pemerataan investasi di daerah pantai utara dan sekitar kawasan industri strategis mulai menunjukkan hasil yang baik.

“Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri (yang) terintegrasi, mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” ucapnya pada Selasa, 20 Januari 2026. 

Ka DPMPTSP menyampaikan, lima besar realisasi investasi Jawa Tengah 2025 berdasarkan sektor usaha didominasi oleh industri pengolahan, yakni industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun; industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi Rp9,70 triliun; industri karet dan plastik Rp8,96 triliun; industri tekstil Rp7,97 triliun; serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 triliun.

Ia menilai, dominasi sektor tersebut mampu memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai basis industri nasional.

“Ini sejalan dengan strategi kami (dalam) mendorong hilirisasi (proses pengolahan bahan mentah atau setengah jadi menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi), dan industri padat karya. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Adapun dari sisi PMA, lima besar negara penanam modal di Jateng pada tahun 2025, yakni Hongkong senilai Rp12,92 triliun; Singapura Rp11,43 triliun; Republik Rakyat Tiongkok Rp10,13 triliun; Korea Selatan Rp4,96 triliun; dan Samoa Barat Rp2,96 triliun. 

Ka DPMPTSP menambahkan, realisasi investasi sektor usaha kecil dan mikro (UMK) di Jateng pada 2025 mencapai Rp22,143 triliun, yang terdiri dari investasi usaha kecil sebesar Rp7,929 triliun dan usaha mikro Rp14,214 triliun.

Ia mengatakan, capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 12% dibandingkan tahun 2024 yang angkanya sebesar Rp21,52 triliun.

Dengan capaian investasi tahun 2025 yang luar biasa ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus menjaga kepercayaan investor asing dan domestik.

“Kami pastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia,” ucap Ka DPMPTSP.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu