Follow Us :              

Ngobrol Santai di Angkringan, Gubernur Tampung Aspirasi Petani Karanganyar

  08 April 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 132 
Kategori :
Bagikan :


Ngobrol Santai di Angkringan, Gubernur Tampung Aspirasi Petani Karanganyar

08 April 2026 | 10:00:00 | dibaca : 132
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KARANGANYAR — Berbagai upaya dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., untuk menyerap aspirasi warganya. Salah satunya dengan mengobrol bersama para petani sembari minum kopi di warung atau angkringan. 

Hal itu terlihat saat ia berkunjung ke Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, dalam rangka mengecek Embung Alastuwo di Desa Wonolepo pada Rabu, 8 April 2026. 

Gubernur menilai, cara tersebut bisa membuat penyampaian aspirasi masyarakat dan program pemerintah menjadi lebih mudah.

"Ayo sekarang ngobrolnya sambil ngopi di warung, biar lebih santai," ucapnya saat mengajak para petani yang ditemuinya saat mengecek Embung Alastuwo.

Di bawah terik matahari yang mulai memanas hari itu, obrolan di bawah atap warung atau angkringan di sekitar Embung Alastuwo terasa sangat menyenangkan.

Tak ada jarak antara Gubernur Jateng yang didampingi Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dengan para petani. Mereka duduk di atas kursi kayu di depannya ada meja yang penuh dengan makanan ringan serta segelas kopi dan teh.

Obrolan santai mulai dari candaan hingga permasalahan penting terkait sektor pertanian mengalir begitu saja.

"Mpun, sak niki permasalahane jenengan napa? (Sudah, sekarang permasalahannya apa?). Ini mumpung ada Gubernur sama Bupati," ucap orang nomor satu di Jateng itu saat membuka obrolan.

Dari situlah, satu persatu perwakilan petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) menyampaikan keluh kesahnya secara langsung, mulai dari masalah saluran irigasi tersier dan sekunder yang kurang maksimal saat musim kemarau, kebutuhan sumur untuk mengairi sawah, kebutuhan alat pertanian seperti traktor dan pompa, serta kegagalan panen pada musim tanam satu karena terlalu banyak hujan.

Menanggapi berbagai keluhan itu, Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengucurkan bantuan sekitar Rp4,1 miliar untuk Kabupaten Karanganyar pada Juni 2026. Bantuan tersebut, meliputi perbaikan jaringan irigasi tersier, traktor, mesin pengering padi, benih jagung dan tebu, serta bantuan lainnya. 

"Biar nanti distribusinya sama Bupati," ucap Gubernur yang dijawab dengan ucapan terima kasih dari para petani.

Pada kesempatan itu, ia juga bertanya terkait kebutuhan pupuk para petani. Jawaban dari mereka membuat Gubernur lega karena pupuk sangat mudah didapatkan.

Selanjutnya, Gubernur menjelaskan, Pemprov Jateng memiliki prioritas untuk mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2026. Maka dari itu, seluruh infrastruktur dan kebutuhan yang menunjang peningkatan produktivitas pangan terus digenjot.

"Pemprov sudah menyiapkan pompanya, tinggal nanti bapak-bapak cari sumber airnya. Kalau nanti ada puso atau gagal panen, ajukan asuransi ke kami, nanti diteruskan ke Jasindo (Asuransi Jasa Indonesia)," katanya.

Perwakilan petani dari Gapoktan Sumber Rejeki, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Admin, mengaku sangat senang dengan cara Gubernur berdialog dengan masyarakat, khususnya petani.

"Bagus, memperhatikan masyarakat kecil, terutama petani. Kalau petani diperhatikan, hasilnya akan optimal,” katanya.


Bagikan :

KARANGANYAR — Berbagai upaya dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., untuk menyerap aspirasi warganya. Salah satunya dengan mengobrol bersama para petani sembari minum kopi di warung atau angkringan. 

Hal itu terlihat saat ia berkunjung ke Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, dalam rangka mengecek Embung Alastuwo di Desa Wonolepo pada Rabu, 8 April 2026. 

Gubernur menilai, cara tersebut bisa membuat penyampaian aspirasi masyarakat dan program pemerintah menjadi lebih mudah.

"Ayo sekarang ngobrolnya sambil ngopi di warung, biar lebih santai," ucapnya saat mengajak para petani yang ditemuinya saat mengecek Embung Alastuwo.

Di bawah terik matahari yang mulai memanas hari itu, obrolan di bawah atap warung atau angkringan di sekitar Embung Alastuwo terasa sangat menyenangkan.

Tak ada jarak antara Gubernur Jateng yang didampingi Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dengan para petani. Mereka duduk di atas kursi kayu di depannya ada meja yang penuh dengan makanan ringan serta segelas kopi dan teh.

Obrolan santai mulai dari candaan hingga permasalahan penting terkait sektor pertanian mengalir begitu saja.

"Mpun, sak niki permasalahane jenengan napa? (Sudah, sekarang permasalahannya apa?). Ini mumpung ada Gubernur sama Bupati," ucap orang nomor satu di Jateng itu saat membuka obrolan.

Dari situlah, satu persatu perwakilan petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) menyampaikan keluh kesahnya secara langsung, mulai dari masalah saluran irigasi tersier dan sekunder yang kurang maksimal saat musim kemarau, kebutuhan sumur untuk mengairi sawah, kebutuhan alat pertanian seperti traktor dan pompa, serta kegagalan panen pada musim tanam satu karena terlalu banyak hujan.

Menanggapi berbagai keluhan itu, Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengucurkan bantuan sekitar Rp4,1 miliar untuk Kabupaten Karanganyar pada Juni 2026. Bantuan tersebut, meliputi perbaikan jaringan irigasi tersier, traktor, mesin pengering padi, benih jagung dan tebu, serta bantuan lainnya. 

"Biar nanti distribusinya sama Bupati," ucap Gubernur yang dijawab dengan ucapan terima kasih dari para petani.

Pada kesempatan itu, ia juga bertanya terkait kebutuhan pupuk para petani. Jawaban dari mereka membuat Gubernur lega karena pupuk sangat mudah didapatkan.

Selanjutnya, Gubernur menjelaskan, Pemprov Jateng memiliki prioritas untuk mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2026. Maka dari itu, seluruh infrastruktur dan kebutuhan yang menunjang peningkatan produktivitas pangan terus digenjot.

"Pemprov sudah menyiapkan pompanya, tinggal nanti bapak-bapak cari sumber airnya. Kalau nanti ada puso atau gagal panen, ajukan asuransi ke kami, nanti diteruskan ke Jasindo (Asuransi Jasa Indonesia)," katanya.

Perwakilan petani dari Gapoktan Sumber Rejeki, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Admin, mengaku sangat senang dengan cara Gubernur berdialog dengan masyarakat, khususnya petani.

"Bagus, memperhatikan masyarakat kecil, terutama petani. Kalau petani diperhatikan, hasilnya akan optimal,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu