Follow Us :              

Ungkit Perekonomian Daerah, Gubernur Dorong Terobosan Kreatif Pengusaha Muda

  19 April 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 193 
Kategori :
Bagikan :


Ungkit Perekonomian Daerah, Gubernur Dorong Terobosan Kreatif Pengusaha Muda

19 April 2026 | 13:00:00 | dibaca : 193
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendorong para pengusaha muda untuk menelurkan ide-ide kreatif dalam menjalankan roda bisnisnya. Sebab di tengah kondisi geopolitik dan perekonomian dunia, kreativitas bisnis menjadi kunci dalam mengungkit perekonomian daerah. 

Hal itu disampaikannya dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah di Green Valley Hotel, Bandungan, Kabupaten Semarang pada Minggu,19 April 2026.

"Pengusaha muda harus punya kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja, harus bisa menciptakan ekonomi baru. Tidak menunggu, tetapi menjemput bola," katanya.

Guna menunjang hal tersebut, Gubernur meminta Hipmi Jateng untuk meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota.

Sama halnya dengan pemerintahan yang dijalankannya. Ia selalu mengedepankan pemerintahan kolaboratif (collaborative government), yang menggandeng berbagai pihak untuk memajukan pembangunan daerah, termasuk dengan perguruan tinggi, pemerintah kabupaten/kota, pengusaha, maupun pihak swasta.  

"Hipmi adalah bagian (dari) collaborative government, jadi harus jeli di masing-masing kabupaten/kota. Tempelkan program-program Hipmi ke program kabupaten/kota, temui bupati atau wali kotanya. Hipmi juga harus dapat berperan untuk industri padat karya," jelasnya.

Dalam paparannya, Gubernur mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jateng saat ini mencapai 5,37%. Angka itu diperoleh melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Hipmi. Maka dari itu, ia ingin capaian itu terus dijaga dan ditingkatkan, terlebih Pemerintah Provinsi Jateng dan kabupaten/kota sedang berupaya menggenjot sektor investasi.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga berdialog dan mendengarkan aspirasi dari para pengusaha muda. Aspirasi yang disampaikan mulai dari perizinan hingga optimalisasi aset-aset pemerintah. 

Salah seorang pengusaha asal Banjarnegara, Eko, mengapresiasi komitmen Gubernur Jateng yang terus mendorong sinergi bupati dan wali kota dengan Hipmi kabupaten/kota. 

"Komitmen itu sangat berkesan. Selama ini susah bertemu bupati, dengan ini kalau bisa dikoordinasikan lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan investasi di provinsi ini sangat luar biasa dari waktu ke waktu. Apalagi dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri di beberapa daerah, yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Jateng.

"Pertumbuhan investasi di Jateng tahun 2025 tumbuh 6,76%, sebelumnya 6,5%. Jadi trennya semakin naik dari tahun ke tahun. Itu menggembirakan bagi kita. Peran pengusaha sangat besar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian," katanya.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendorong para pengusaha muda untuk menelurkan ide-ide kreatif dalam menjalankan roda bisnisnya. Sebab di tengah kondisi geopolitik dan perekonomian dunia, kreativitas bisnis menjadi kunci dalam mengungkit perekonomian daerah. 

Hal itu disampaikannya dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah di Green Valley Hotel, Bandungan, Kabupaten Semarang pada Minggu,19 April 2026.

"Pengusaha muda harus punya kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja, harus bisa menciptakan ekonomi baru. Tidak menunggu, tetapi menjemput bola," katanya.

Guna menunjang hal tersebut, Gubernur meminta Hipmi Jateng untuk meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota.

Sama halnya dengan pemerintahan yang dijalankannya. Ia selalu mengedepankan pemerintahan kolaboratif (collaborative government), yang menggandeng berbagai pihak untuk memajukan pembangunan daerah, termasuk dengan perguruan tinggi, pemerintah kabupaten/kota, pengusaha, maupun pihak swasta.  

"Hipmi adalah bagian (dari) collaborative government, jadi harus jeli di masing-masing kabupaten/kota. Tempelkan program-program Hipmi ke program kabupaten/kota, temui bupati atau wali kotanya. Hipmi juga harus dapat berperan untuk industri padat karya," jelasnya.

Dalam paparannya, Gubernur mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jateng saat ini mencapai 5,37%. Angka itu diperoleh melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Hipmi. Maka dari itu, ia ingin capaian itu terus dijaga dan ditingkatkan, terlebih Pemerintah Provinsi Jateng dan kabupaten/kota sedang berupaya menggenjot sektor investasi.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga berdialog dan mendengarkan aspirasi dari para pengusaha muda. Aspirasi yang disampaikan mulai dari perizinan hingga optimalisasi aset-aset pemerintah. 

Salah seorang pengusaha asal Banjarnegara, Eko, mengapresiasi komitmen Gubernur Jateng yang terus mendorong sinergi bupati dan wali kota dengan Hipmi kabupaten/kota. 

"Komitmen itu sangat berkesan. Selama ini susah bertemu bupati, dengan ini kalau bisa dikoordinasikan lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan investasi di provinsi ini sangat luar biasa dari waktu ke waktu. Apalagi dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri di beberapa daerah, yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Jateng.

"Pertumbuhan investasi di Jateng tahun 2025 tumbuh 6,76%, sebelumnya 6,5%. Jadi trennya semakin naik dari tahun ke tahun. Itu menggembirakan bagi kita. Peran pengusaha sangat besar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu