Follow Us :              

Wagub Lepas Kloter Pertama Haji 2026 dari Embarkasi Solo, Jateng Berangkatkan 34.122 Jemaah

  21 April 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 494 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Lepas Kloter Pertama Haji 2026 dari Embarkasi Solo, Jateng Berangkatkan 34.122 Jemaah

21 April 2026 | 19:00:00 | dibaca : 494
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

BOYOLALI — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melepas kloter pertama jemaah haji asal Jateng dari Embarkasi Solo (Asrama Haji Donohudan), Kabupaten Boyolali pada  Selasa, 21 April 2026 malam.

Kloter pertama (SOC 1) dari Kabupaten Tegal ini dijadwalkan terbang dari Bandara Adi Soemarmo Solo pukul 01.05 WIB pada Rabu, 22 April 2026. Para jemaah diberangkatkan menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 6101.  

Berdasarkan data dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jateng, kuota jemaah haji Jateng tahun 2026 mencapai 34.122 orang. Jumlah itu terdiri dari 32.138 jemaah urut porsi/antrean resmi, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).  

Para jemaah diberangkatkan melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 81 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, sedangkan 15 kloter dari wilayah Keresidenan Kedu berangkat melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport.  

Jumlah jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Solo mencapai 28.772 orang, dengan pendamping sebanyak 321 petugas haji. Sementara dari Embarkasi Yogyakarta, ada sebanyak 5.368 orang jemaah yang didampingi 60 petugas haji.

Dalam kesempatan itu, Wagub berpesan kepada para jemaah haji agar mereka selalu menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah serta Indonesia. Selain itu, para jemaah juga diminta mengikuti arahan pembimbing dan jadwal yang telah disusun selama berada di Tanah Suci. 

“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak awal keberangkatan. Sebab, waktu pelaksanaan ibadah haji berlangsung lama atau sekitar 40 hari, sehingga jemaah harus bisa menjaga stamina dengan baik.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” kata Wagub.

Tak hanya itu, ia juga meminta jemaah haji berhati-hati dan menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Para jemaah dari Jateng harus ikut mempertahankan citra baik jemaah Indonesia yang selama ini dikenal tertib, sopan, dan tidak menyulitkan pihak lain.

“Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, para panitia telah melakukan pemeriksaan ulang secara komprehensif terhadap dokumen resmi atau istitaah yang menyatakan kemampuan calon jemaah dari aspek kesehatan fisik dan mental dalam menunaikan ibadah haji.

“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitaah dari seluruh jemaah,” ujarnya.

Ia menyebut, kloter 1 dalam kondisi aman. Namun, pada kloter 2 terdapat dua jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, sedangkan pada kloter 3 ada 2 jemaah yang diistirahatkan dan 1 jemaah masih diobservasi.

Ka Dinkes menyampaikan, kondisi itu tidak otomatis membuat jemaah batal diberangkatkan. Nantinya, penentuan layak terbang akan dilakukan melalui asesmen/penilaian khusus oleh tim medis yang bersiaga selama 24 jam.

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya.

Salah seorang calon jemaah haji asal Margasari Kabupaten Tegal, Maliyah, mengaku senang akhirnya bisa melaksanakan ibadah haji. Sebab, keberangkatan itu sudah ia nantikan sejak 14 tahun silam. Di atas kursi roda, Maliyah tetap bersyukur bisa berangkat haji, lantaran sebelumnya sempat sakit.

“Hari senin sempat opname, tetapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus. Dulu daftar dengan suami, tetapi sudah meninggal 4/5 tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu,” ucap lansia berusia 75 tahun itu.

Pembimbing Ibadah Haji Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto, menilai pelayanan ibadah haji tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam hal pembagian kebutuhan jemaah, layanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya.

Sebagai informasi, Embarkasi Solo kembali memperoleh layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo, untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi rasa lelah bagi para jemaah. 

Selain itu, kartu Nusuk atau identitas digital resmi wajib yang memuat data pribadi  jemaah haji 2026 untuk mengakses layanan haji di Arab Saudi, termasuk memasuki Makkah dan area Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), kini sudah dibagikan dan diaktivasi sejak berada di embarkasi.  

Acara pelepasan kloter pertama ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid; Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab; jajaran penyelenggara haji; unsur pemerintah daerah; dan sejumlah tokoh organisasi keagamaan.


Bagikan :

BOYOLALI — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melepas kloter pertama jemaah haji asal Jateng dari Embarkasi Solo (Asrama Haji Donohudan), Kabupaten Boyolali pada  Selasa, 21 April 2026 malam.

Kloter pertama (SOC 1) dari Kabupaten Tegal ini dijadwalkan terbang dari Bandara Adi Soemarmo Solo pukul 01.05 WIB pada Rabu, 22 April 2026. Para jemaah diberangkatkan menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 6101.  

Berdasarkan data dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jateng, kuota jemaah haji Jateng tahun 2026 mencapai 34.122 orang. Jumlah itu terdiri dari 32.138 jemaah urut porsi/antrean resmi, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).  

Para jemaah diberangkatkan melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 81 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, sedangkan 15 kloter dari wilayah Keresidenan Kedu berangkat melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport.  

Jumlah jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Solo mencapai 28.772 orang, dengan pendamping sebanyak 321 petugas haji. Sementara dari Embarkasi Yogyakarta, ada sebanyak 5.368 orang jemaah yang didampingi 60 petugas haji.

Dalam kesempatan itu, Wagub berpesan kepada para jemaah haji agar mereka selalu menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah serta Indonesia. Selain itu, para jemaah juga diminta mengikuti arahan pembimbing dan jadwal yang telah disusun selama berada di Tanah Suci. 

“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak awal keberangkatan. Sebab, waktu pelaksanaan ibadah haji berlangsung lama atau sekitar 40 hari, sehingga jemaah harus bisa menjaga stamina dengan baik.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” kata Wagub.

Tak hanya itu, ia juga meminta jemaah haji berhati-hati dan menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Para jemaah dari Jateng harus ikut mempertahankan citra baik jemaah Indonesia yang selama ini dikenal tertib, sopan, dan tidak menyulitkan pihak lain.

“Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, para panitia telah melakukan pemeriksaan ulang secara komprehensif terhadap dokumen resmi atau istitaah yang menyatakan kemampuan calon jemaah dari aspek kesehatan fisik dan mental dalam menunaikan ibadah haji.

“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitaah dari seluruh jemaah,” ujarnya.

Ia menyebut, kloter 1 dalam kondisi aman. Namun, pada kloter 2 terdapat dua jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, sedangkan pada kloter 3 ada 2 jemaah yang diistirahatkan dan 1 jemaah masih diobservasi.

Ka Dinkes menyampaikan, kondisi itu tidak otomatis membuat jemaah batal diberangkatkan. Nantinya, penentuan layak terbang akan dilakukan melalui asesmen/penilaian khusus oleh tim medis yang bersiaga selama 24 jam.

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya.

Salah seorang calon jemaah haji asal Margasari Kabupaten Tegal, Maliyah, mengaku senang akhirnya bisa melaksanakan ibadah haji. Sebab, keberangkatan itu sudah ia nantikan sejak 14 tahun silam. Di atas kursi roda, Maliyah tetap bersyukur bisa berangkat haji, lantaran sebelumnya sempat sakit.

“Hari senin sempat opname, tetapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus. Dulu daftar dengan suami, tetapi sudah meninggal 4/5 tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu,” ucap lansia berusia 75 tahun itu.

Pembimbing Ibadah Haji Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto, menilai pelayanan ibadah haji tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam hal pembagian kebutuhan jemaah, layanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya.

Sebagai informasi, Embarkasi Solo kembali memperoleh layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo, untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi rasa lelah bagi para jemaah. 

Selain itu, kartu Nusuk atau identitas digital resmi wajib yang memuat data pribadi  jemaah haji 2026 untuk mengakses layanan haji di Arab Saudi, termasuk memasuki Makkah dan area Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), kini sudah dibagikan dan diaktivasi sejak berada di embarkasi.  

Acara pelepasan kloter pertama ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid; Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab; jajaran penyelenggara haji; unsur pemerintah daerah; dan sejumlah tokoh organisasi keagamaan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu