Follow Us :              

Kontes Sapi Wonosobo Picu Inovasi, Gubernur Dorong Sapi Perah Turut Dikembangkan

  25 April 2026  |   11:00:00  |   dibaca : 315 
Kategori :
Bagikan :


Kontes Sapi Wonosobo Picu Inovasi, Gubernur Dorong Sapi Perah Turut Dikembangkan

25 April 2026 | 11:00:00 | dibaca : 315
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

WONOSOBO — Antusiasme para peserta dan masyarakat terlihat dalam Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) yang digelar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Sabtu, 25 April 2026.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menilai, kegiatan itu mampu menjadi pemicu atau trigger bagi para peternak untuk menghasilkan inovasi dan sapi berkualitas tinggi. 

Maka dari itu, ia ingin ke depan juga diadakan kontes sapi perah atau penghasil susu, untuk memacu produktivitas peternak sapi perah di Jateng. Dengan demikian, produksi susu di wilayahnya juga dapat meningkat. 

"Kami mohon kepada Wakil Menteri Pertanian, Ketua MPR RI, dan teman-teman APPSI, jangan hanya kontes daging (sapi potong), melainkan kontes sapi susu (sapi perah) juga perlu diselenggarakan,” ucapnya saat menghadiri pembukaan Kontes Sapi APPSI Jateng Season 3 di Wonoland, Kabupaten Wonosobo.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani; Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat; Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto; dan beberapa wakil bupati di Jateng.

Gubernur menyampaikan, populasi sapi di Jateng mencapai 1,38 juta ekor, terdiri dari sapi potong 1,29 juta ekor dan sapi perah 85,8 ribu ekor. Tercatat, sebanyak 1,29 juta sapi potong mampu menghasilkan daging hampir 1 juta ton/tahun.

"Produksi daging Jawa Tengah itu sudah mendekati 980.000 ton, cukup untuk kebutuhan nasional. Di Jawa Tengah yang tidak cukup adalah susu, contoh di daerah Batang itu ada perusahaan susu yang butuh 80.000 liter per hari, dan itu pasokannya masih kurang," ucapnya.

Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus berupaya memperkuat sektor peternakan untuk mencapai target swasembada pangan, yang menjadi prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng tahun 2026.

Hal itu diwujudkan melalui penyediaan bibit berkualitas dan pakan ternak berkualitas, serta peningkatan kesehatan hewan, yang salah satunya didukung dengan program Pelayanan Kesehatan Hewan Keliling (Healing).

"Healing ini kami lakukan dengan cara jemput bola. Artinya kami berikan pelayanan kesehatan dengan datang langsung ke peternak. Apalagi mau mendekati Iduladha, kami ingin semua hewan kurban di Jawa Tengah sehat dan berkualitas," ucap Gubernur.

Sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai ketersediaan daging dan susu di Indonesia masih perlu diakselerasi. Apalagi, saat ini ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan banyak pasokan susu segar.

"Makanya, kami dorong peternak sapi potong dan sapi perah agar populasi sapinya terus diperbanyak,” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengatakan bahwa kontes sapi ini mampu mempertemukan para peternak, sehingga mereka bisa saling bertukar ilmu. 

"Wonosobo ini salah satu tempat yang bagus untuk ternak sapi. Kami akan dukung terus agar populasi sapi potong dan sapi perah di Indonesia terus meningkat, sehingga semua kebutuhan masyarakat terpenuhi sendiri," katanya.


Bagikan :

WONOSOBO — Antusiasme para peserta dan masyarakat terlihat dalam Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) yang digelar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Sabtu, 25 April 2026.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menilai, kegiatan itu mampu menjadi pemicu atau trigger bagi para peternak untuk menghasilkan inovasi dan sapi berkualitas tinggi. 

Maka dari itu, ia ingin ke depan juga diadakan kontes sapi perah atau penghasil susu, untuk memacu produktivitas peternak sapi perah di Jateng. Dengan demikian, produksi susu di wilayahnya juga dapat meningkat. 

"Kami mohon kepada Wakil Menteri Pertanian, Ketua MPR RI, dan teman-teman APPSI, jangan hanya kontes daging (sapi potong), melainkan kontes sapi susu (sapi perah) juga perlu diselenggarakan,” ucapnya saat menghadiri pembukaan Kontes Sapi APPSI Jateng Season 3 di Wonoland, Kabupaten Wonosobo.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani; Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat; Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto; dan beberapa wakil bupati di Jateng.

Gubernur menyampaikan, populasi sapi di Jateng mencapai 1,38 juta ekor, terdiri dari sapi potong 1,29 juta ekor dan sapi perah 85,8 ribu ekor. Tercatat, sebanyak 1,29 juta sapi potong mampu menghasilkan daging hampir 1 juta ton/tahun.

"Produksi daging Jawa Tengah itu sudah mendekati 980.000 ton, cukup untuk kebutuhan nasional. Di Jawa Tengah yang tidak cukup adalah susu, contoh di daerah Batang itu ada perusahaan susu yang butuh 80.000 liter per hari, dan itu pasokannya masih kurang," ucapnya.

Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus berupaya memperkuat sektor peternakan untuk mencapai target swasembada pangan, yang menjadi prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng tahun 2026.

Hal itu diwujudkan melalui penyediaan bibit berkualitas dan pakan ternak berkualitas, serta peningkatan kesehatan hewan, yang salah satunya didukung dengan program Pelayanan Kesehatan Hewan Keliling (Healing).

"Healing ini kami lakukan dengan cara jemput bola. Artinya kami berikan pelayanan kesehatan dengan datang langsung ke peternak. Apalagi mau mendekati Iduladha, kami ingin semua hewan kurban di Jawa Tengah sehat dan berkualitas," ucap Gubernur.

Sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai ketersediaan daging dan susu di Indonesia masih perlu diakselerasi. Apalagi, saat ini ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan banyak pasokan susu segar.

"Makanya, kami dorong peternak sapi potong dan sapi perah agar populasi sapinya terus diperbanyak,” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengatakan bahwa kontes sapi ini mampu mempertemukan para peternak, sehingga mereka bisa saling bertukar ilmu. 

"Wonosobo ini salah satu tempat yang bagus untuk ternak sapi. Kami akan dukung terus agar populasi sapi potong dan sapi perah di Indonesia terus meningkat, sehingga semua kebutuhan masyarakat terpenuhi sendiri," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu