Follow Us :              

Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng dan Kemenko PMK Lakukan Koordinasi Teknis 

  29 April 2026  |   13:30:00  |   dibaca : 62 
Kategori :
Bagikan :


Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng dan Kemenko PMK Lakukan Koordinasi Teknis 

29 April 2026 | 13:30:00 | dibaca : 62
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mematangkan koordinasi teknis jelang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tahun 2026.

Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta pada Rabu, 29 April 2026 itu, bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan MTQ di Kota Semarang pada September 2026 mendatang berjalan dengan lancar.

Pada kesempatan itu, Menko PMK, Pratikno, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan event tersebut. Ia menyebut, koordinasi lintas kementerian akan diperkuat untuk memastikan kebutuhan logistik dan infrastruktur terpenuhi.

"Pokoknya kita dukung penuh. Urusan seperti ini, mulai dari haji, mudik, hingga PON, kami sudah biasa mengoordinasikan dukungannya. Apalagi ini di Semarang, wilayahnya sudah menyatu dengan Solo dan Jogja, sehingga akses akomodasi sangat fleksibel," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan bahwa persiapan penyelenggaraan MTQ 2026  telah dilakukan sejak awal tahun. Saat ini, aspek administratif, seperti Surat Keputusan (SK) kepanitiaan, penentuan tema, hingga penyelesaian logo dan maskot sudah tuntas.

"Tahapan kita sudah semakin matang. Tempat, logo, dan tema sudah disepakati. Bulan April ini kita mulai proses penentuan event organizer yang akan melaksanakan kegiatan," ucapnya.

Meskipun persiapan teknis di daerah telah berjalan, Wagub menekankan pentingnya intervensi pusat terkait aksesibilitas dari masing-masing lokasi acara. Sebab, terdapat 13 venue yang seluruhnya berpusat di Kota Semarang.

Ia meminta, Kemenko PMK mengoordinasikan penambahan frekuensi/jumlah penerbangan ke Bandara Ahmad Yani serta dukungan armada transportasi dari Kementerian Perhubungan.

"Kami butuh koordinasi terkait akses penerbangan bagi kafilah dari berbagai provinsi agar lebih mudah menjangkau Jawa Tengah. Selain itu, dukungan armada untuk mobilisasi antar-venue juga penting," ucap Wagub.

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menjelaskan bahwa rapat ini akan menjadi pijakan untuk menyinkronkan data daerah dengan kebijakan pusat. Ia menyoroti skala peserta yang sangat besar sebagai tantangan logistik utama.

"Berdasarkan laporan, target peserta saja sekitar 8.000 orang," katanya.

Ia menekankan, mobilitas ribuan peserta dari seluruh provinsi menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang memerlukan intervensi khusus pada sektor transportasi udara.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, untuk memastikan adanya penambahan jumlah penerbangan (extra flight) menuju Semarang," jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi tidak hanya dilakukan di level kementerian, tetapi juga menyasar langsung ke penyedia jasa, seperti Garuda Indonesia maupun maskapai lainnya agar akses peserta dari berbagai daerah tidak terkendala jadwal penerbangan yang terbatas. 

Selain itu, Warsito mengungkapkan rencana pemerintah untuk melibatkan sektor korporasi negara dalam menyemarakkan dan mendukung acara. Daya tarik Jawa Tengah sebagai destinasi wisata dan event dinilai menjadi modal kuat untuk menarik berbagai pihak turut serta berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini.

"Kami akan mencoba mengoordinasikan dukungan dari BUMN-BUMN strategis. Daya tarik Jawa Tengah sangat tinggi," katanya.

Ia mengatakan, Kemenko PMK berperan untuk memastikan kementerian dan lembaga teknis bergerak dalam irama yang sama. 

"Intinya, kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan, untuk mengoordinasikan kementerian/lembaga terkait agar semua teknis pelaksanaan berjalan lancar," pungkasnya.

Gelaran MTQ Nasional XXXI tahun 2026 di Jawa Tengah akan diselenggarakan pada 11–20 September 2026. 

Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan pembukaan dan penutupan ada di Lapangan Simpang Lima. Kemudian, Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Selanjutnya, Pawai Ta’aruf akan dimulai di Halaman Balai Kota Semarang dan selesai di Halaman Kantor Gubernur Jateng.

Adapun venue musabaqoh/lomba berada di Lapangan Simpang Lima Semarang, Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Tenaga Kerja, Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Aula Masjid Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, dan Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, Aula Sasana Widyapraja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Gedung Semeru BP2KLK Semarang, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Gedung Prof. Soedarto, dan Gedung Imam Bardjo kampus  Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.


Bagikan :

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mematangkan koordinasi teknis jelang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tahun 2026.

Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta pada Rabu, 29 April 2026 itu, bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan MTQ di Kota Semarang pada September 2026 mendatang berjalan dengan lancar.

Pada kesempatan itu, Menko PMK, Pratikno, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan event tersebut. Ia menyebut, koordinasi lintas kementerian akan diperkuat untuk memastikan kebutuhan logistik dan infrastruktur terpenuhi.

"Pokoknya kita dukung penuh. Urusan seperti ini, mulai dari haji, mudik, hingga PON, kami sudah biasa mengoordinasikan dukungannya. Apalagi ini di Semarang, wilayahnya sudah menyatu dengan Solo dan Jogja, sehingga akses akomodasi sangat fleksibel," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan bahwa persiapan penyelenggaraan MTQ 2026  telah dilakukan sejak awal tahun. Saat ini, aspek administratif, seperti Surat Keputusan (SK) kepanitiaan, penentuan tema, hingga penyelesaian logo dan maskot sudah tuntas.

"Tahapan kita sudah semakin matang. Tempat, logo, dan tema sudah disepakati. Bulan April ini kita mulai proses penentuan event organizer yang akan melaksanakan kegiatan," ucapnya.

Meskipun persiapan teknis di daerah telah berjalan, Wagub menekankan pentingnya intervensi pusat terkait aksesibilitas dari masing-masing lokasi acara. Sebab, terdapat 13 venue yang seluruhnya berpusat di Kota Semarang.

Ia meminta, Kemenko PMK mengoordinasikan penambahan frekuensi/jumlah penerbangan ke Bandara Ahmad Yani serta dukungan armada transportasi dari Kementerian Perhubungan.

"Kami butuh koordinasi terkait akses penerbangan bagi kafilah dari berbagai provinsi agar lebih mudah menjangkau Jawa Tengah. Selain itu, dukungan armada untuk mobilisasi antar-venue juga penting," ucap Wagub.

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menjelaskan bahwa rapat ini akan menjadi pijakan untuk menyinkronkan data daerah dengan kebijakan pusat. Ia menyoroti skala peserta yang sangat besar sebagai tantangan logistik utama.

"Berdasarkan laporan, target peserta saja sekitar 8.000 orang," katanya.

Ia menekankan, mobilitas ribuan peserta dari seluruh provinsi menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang memerlukan intervensi khusus pada sektor transportasi udara.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, untuk memastikan adanya penambahan jumlah penerbangan (extra flight) menuju Semarang," jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi tidak hanya dilakukan di level kementerian, tetapi juga menyasar langsung ke penyedia jasa, seperti Garuda Indonesia maupun maskapai lainnya agar akses peserta dari berbagai daerah tidak terkendala jadwal penerbangan yang terbatas. 

Selain itu, Warsito mengungkapkan rencana pemerintah untuk melibatkan sektor korporasi negara dalam menyemarakkan dan mendukung acara. Daya tarik Jawa Tengah sebagai destinasi wisata dan event dinilai menjadi modal kuat untuk menarik berbagai pihak turut serta berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini.

"Kami akan mencoba mengoordinasikan dukungan dari BUMN-BUMN strategis. Daya tarik Jawa Tengah sangat tinggi," katanya.

Ia mengatakan, Kemenko PMK berperan untuk memastikan kementerian dan lembaga teknis bergerak dalam irama yang sama. 

"Intinya, kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan, untuk mengoordinasikan kementerian/lembaga terkait agar semua teknis pelaksanaan berjalan lancar," pungkasnya.

Gelaran MTQ Nasional XXXI tahun 2026 di Jawa Tengah akan diselenggarakan pada 11–20 September 2026. 

Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan pembukaan dan penutupan ada di Lapangan Simpang Lima. Kemudian, Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Selanjutnya, Pawai Ta’aruf akan dimulai di Halaman Balai Kota Semarang dan selesai di Halaman Kantor Gubernur Jateng.

Adapun venue musabaqoh/lomba berada di Lapangan Simpang Lima Semarang, Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Tenaga Kerja, Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Aula Masjid Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, dan Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, Aula Sasana Widyapraja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Gedung Semeru BP2KLK Semarang, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Gedung Prof. Soedarto, dan Gedung Imam Bardjo kampus  Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu