Follow Us :              

Gerakan Run for Rivers di Pekalongan, Gubernur dan Sekda Ikut Bersih-Bersih Sungai Bersama Masyarakat

  07 May 2026  |   07:00:00  |   dibaca : 938 
Kategori :
Bagikan :


Gerakan Run for Rivers di Pekalongan, Gubernur dan Sekda Ikut Bersih-Bersih Sungai Bersama Masyarakat

07 May 2026 | 07:00:00 | dibaca : 938
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

PEKALONGAN — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, ikut meramaikan gerakan Run for Rivers di Kota Pekalongan pada Kamis, 7 Mei 2026. 

Pekalongan menjadi salah satu kota yang disinggahi oleh organisasi nirlaba Sungai Watch untuk melakukan gerakan bersih-bersih sungai dalam kampanye "Lari 1.200 KM dari Bali ke Jakarta".

Melalui gerakan itu, Gubernur bersama masyarakat melakukan bersih-bersih sungai di daerah setempat. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan orang dari berbagai kalangan, mulai dari pelari, masyarakat umum, hingga pejabat publik. 

Para peserta memulai kegiatan lari dari Lapangan Mataram, Kota Pekalongan. Kemudian, rombongan yang dipimpin oleh tiga bersaudara asal Perancis, Sam Benchegib, Gary Benchegib, dan Kelly Benchegib, menuju ke Jalan Sulawesi, Kota Pekalongan.

Setibanya di aliran sungai daerah Kergon, Kota Pekalongan, peserta melakukan bersih-bersih sungai di lokasi tersebut. Setelah itu, rombongan melanjutkan lari ke Museum Batik.

Gubernur menyatakan, para pegiat organisasi Sungai Watch menjadi pemicu (trigger) semangat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah sampah di wilayahnya. 

“Zero sampah merupakan prioritas kita. Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Jawa Tengah zero sampah tahun 2028," katanya. 

Ia menyampaikan, saat ini timbulan sampah di Jateng sekitar 6,3 juta ton. Adapun dari jumlah itu, baru 30% sampah yang dapat diolah, sedangkan sisanya belum bisa diolah.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan road map penyelesaian masalah sampah, antara lain mengolah sampah menjadi energi alternatif menggunakan teknologi refuse derived fuel (RDF); pengolahan sampah dengan sistem aglomerasi di Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya; serta pengolahan sampah regional di Solo Raya dan Magelang Raya.

"Pemerintah Provinsi tidak bisa bekerja sendiri, maka seluruh kabupaten/kota kita dorong untuk membuat MoU (Nota Kesepakatan) guna mereduksi sampah," katanya.

Dalam pengelolaan sampah, Gubernur menegaskan bahwa yang perlu didorong adalah kesadaran masyarakat untuk mulai memilih dan memilah sampah dari rumah. Penyelesaian dari hulu itu harus dilakukan secara berjenjang, mulai rumah tangga, RT/RW, hingga desa/kelurahan. 

"Kita harus menangani sampah dengan komprehensif, dari mulai hulu hingga hilir itu harus kita selesaikan," jelasnya.

Sementara itu, salah satu Founder Sungai Watch, Sam Benchegib, mengatakan bahwa gerakan “Run for Rivers” hari ke-41 dari Bali ke Jakarta sangat istimewa, karena Gubernur Jateng; Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid; dan Plt Bupati Pekalongan, Sukirman; dapat ikut meramaikan acara. Tak hanya itu, ratusan orang dari berbagai komunitas pun turut serta menyukseskan kegiatan tersebut.

"Ini lari untuk menjaga sungai di Indonesia. Semoga perjalanan ini bisa menginspirasi," katanya.

Saat ini, Sungai Watch sudah beroperasi di Bali dan Jawa Timur. Sam menyampaikan keinginannya untuk bisa beroperasi di Jateng. Ia mengungkapkan, sudah ada obrolan dengan Gubernur agar Sungai Watch bisa beroperasi dan difasilitasi di Jawa Tengah.

"Yayasan Sungai Watch ini kecil, jadi harus kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini akan bagus sekali," katanya.

Tak hanya itu, ia juga memaparkan kondisi sungai di Jateng yang mereka temui selama berlari. Hampir semua sungai dari Blora sampai Pekalongan masih memerlukan penanganan, antara lain di daerah Demak, Kudus, Pekalongan.

"Ini masalah kita semua. Jadi harus berpikir apa solusinya,” ucapnya.


Bagikan :

PEKALONGAN — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, ikut meramaikan gerakan Run for Rivers di Kota Pekalongan pada Kamis, 7 Mei 2026. 

Pekalongan menjadi salah satu kota yang disinggahi oleh organisasi nirlaba Sungai Watch untuk melakukan gerakan bersih-bersih sungai dalam kampanye "Lari 1.200 KM dari Bali ke Jakarta".

Melalui gerakan itu, Gubernur bersama masyarakat melakukan bersih-bersih sungai di daerah setempat. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan orang dari berbagai kalangan, mulai dari pelari, masyarakat umum, hingga pejabat publik. 

Para peserta memulai kegiatan lari dari Lapangan Mataram, Kota Pekalongan. Kemudian, rombongan yang dipimpin oleh tiga bersaudara asal Perancis, Sam Benchegib, Gary Benchegib, dan Kelly Benchegib, menuju ke Jalan Sulawesi, Kota Pekalongan.

Setibanya di aliran sungai daerah Kergon, Kota Pekalongan, peserta melakukan bersih-bersih sungai di lokasi tersebut. Setelah itu, rombongan melanjutkan lari ke Museum Batik.

Gubernur menyatakan, para pegiat organisasi Sungai Watch menjadi pemicu (trigger) semangat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah sampah di wilayahnya. 

“Zero sampah merupakan prioritas kita. Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Jawa Tengah zero sampah tahun 2028," katanya. 

Ia menyampaikan, saat ini timbulan sampah di Jateng sekitar 6,3 juta ton. Adapun dari jumlah itu, baru 30% sampah yang dapat diolah, sedangkan sisanya belum bisa diolah.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan road map penyelesaian masalah sampah, antara lain mengolah sampah menjadi energi alternatif menggunakan teknologi refuse derived fuel (RDF); pengolahan sampah dengan sistem aglomerasi di Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya; serta pengolahan sampah regional di Solo Raya dan Magelang Raya.

"Pemerintah Provinsi tidak bisa bekerja sendiri, maka seluruh kabupaten/kota kita dorong untuk membuat MoU (Nota Kesepakatan) guna mereduksi sampah," katanya.

Dalam pengelolaan sampah, Gubernur menegaskan bahwa yang perlu didorong adalah kesadaran masyarakat untuk mulai memilih dan memilah sampah dari rumah. Penyelesaian dari hulu itu harus dilakukan secara berjenjang, mulai rumah tangga, RT/RW, hingga desa/kelurahan. 

"Kita harus menangani sampah dengan komprehensif, dari mulai hulu hingga hilir itu harus kita selesaikan," jelasnya.

Sementara itu, salah satu Founder Sungai Watch, Sam Benchegib, mengatakan bahwa gerakan “Run for Rivers” hari ke-41 dari Bali ke Jakarta sangat istimewa, karena Gubernur Jateng; Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid; dan Plt Bupati Pekalongan, Sukirman; dapat ikut meramaikan acara. Tak hanya itu, ratusan orang dari berbagai komunitas pun turut serta menyukseskan kegiatan tersebut.

"Ini lari untuk menjaga sungai di Indonesia. Semoga perjalanan ini bisa menginspirasi," katanya.

Saat ini, Sungai Watch sudah beroperasi di Bali dan Jawa Timur. Sam menyampaikan keinginannya untuk bisa beroperasi di Jateng. Ia mengungkapkan, sudah ada obrolan dengan Gubernur agar Sungai Watch bisa beroperasi dan difasilitasi di Jawa Tengah.

"Yayasan Sungai Watch ini kecil, jadi harus kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini akan bagus sekali," katanya.

Tak hanya itu, ia juga memaparkan kondisi sungai di Jateng yang mereka temui selama berlari. Hampir semua sungai dari Blora sampai Pekalongan masih memerlukan penanganan, antara lain di daerah Demak, Kudus, Pekalongan.

"Ini masalah kita semua. Jadi harus berpikir apa solusinya,” ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu