Follow Us :              

Pemprov Jateng akan Kaji Kawasan Industri Halal, Wagub Ingin Pesantren Ikut Terlibat

  18 May 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 75 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng akan Kaji Kawasan Industri Halal, Wagub Ingin Pesantren Ikut Terlibat

18 May 2026 | 08:30:00 | dibaca : 75
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengkaji pengembangan kawasan industri halal di wilayahnya. Hal ini sebagai upaya penguatan ekonomi syariah di Jateng.

Tak hanya pemerintah, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, ingin kalangan pesantren ikut terlibat dalam membangun ekosistem industri halal di wilayahnya.

Hal itu disampaikan dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Senin, 18 Mei 2026.

Wagub menilai, pengembangan kawasan industri halal tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat muslim, dalam menjalankan aktivitas konsumsi dan produksi yang sesuai prinsip syariah.

Rencana tersebut selaras dengan arah pembangunan Jawa Tengah tahun 2027, yang menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.

Wagub menyampaikan, pondok pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan kawasan industri halal. Sebab, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia serta pengembangan ekonomi berbasis syariah.

"Saya berharap juga nanti Pondok Pesantren Sulaimaniyah bisa ikut andil membesarkan kawasan industri halalnya kita. Nanti bareng-bareng, ini baru kita bahas," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Jawa Tengah, Dede Sarif Hidayatullah, mengatakan, pembangunan pesantren di Mranggen akan menjadi cabang ke-12 Sulaimaniyah di Jateng.

“Insyaallah di lokasi ini akan dibangun pondok pesantren putri dua lantai, dengan kapasitas 80 santri dan juga TK Sulaimaniyah,” katanya.

Saat ini, jumlah santri Sulaimaniyah di Jateng mencapai sekitar 800 orang. Pada tahun 2025, sebanyak 88 santri dari Jateng juga memperoleh beasiswa pendidikan ke Turki.

Harapannya, keberadaan pesantren tersebut dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

"Mudah-mudahan ini semuanya menjadi keberkahan untuk negeri tercinta kita Indonesia," pungkasnya.


Bagikan :

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengkaji pengembangan kawasan industri halal di wilayahnya. Hal ini sebagai upaya penguatan ekonomi syariah di Jateng.

Tak hanya pemerintah, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, ingin kalangan pesantren ikut terlibat dalam membangun ekosistem industri halal di wilayahnya.

Hal itu disampaikan dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Senin, 18 Mei 2026.

Wagub menilai, pengembangan kawasan industri halal tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat muslim, dalam menjalankan aktivitas konsumsi dan produksi yang sesuai prinsip syariah.

Rencana tersebut selaras dengan arah pembangunan Jawa Tengah tahun 2027, yang menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.

Wagub menyampaikan, pondok pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan kawasan industri halal. Sebab, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia serta pengembangan ekonomi berbasis syariah.

"Saya berharap juga nanti Pondok Pesantren Sulaimaniyah bisa ikut andil membesarkan kawasan industri halalnya kita. Nanti bareng-bareng, ini baru kita bahas," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Jawa Tengah, Dede Sarif Hidayatullah, mengatakan, pembangunan pesantren di Mranggen akan menjadi cabang ke-12 Sulaimaniyah di Jateng.

“Insyaallah di lokasi ini akan dibangun pondok pesantren putri dua lantai, dengan kapasitas 80 santri dan juga TK Sulaimaniyah,” katanya.

Saat ini, jumlah santri Sulaimaniyah di Jateng mencapai sekitar 800 orang. Pada tahun 2025, sebanyak 88 santri dari Jateng juga memperoleh beasiswa pendidikan ke Turki.

Harapannya, keberadaan pesantren tersebut dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

"Mudah-mudahan ini semuanya menjadi keberkahan untuk negeri tercinta kita Indonesia," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu