Follow Us :              

Harkitnas 2026, Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial dan Literasi Digital

  20 May 2026  |   07:00:00  |   dibaca : 145 
Kategori :
Bagikan :


Harkitnas 2026, Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial dan Literasi Digital

20 May 2026 | 07:00:00 | dibaca : 145
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bukan hanya untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa, melainkan momentum untuk meningkatkan semangat kebangkitan bangsa pada setiap zaman. 

Maka dari itu, pada peringatan Harkitnas 2026, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan bahwa setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.

"Kita harus menjalankan Asta Cita Presiden. Ke depannya, digitalisasi menjadi prioritas. Para tunas bangsa harus kita persiapkan dalam rangka (menyongsong) Indonesia Emas 2045," ucapnya usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pesan tersebut sesuai dengan tema Hari Kebangkitan Nasional 2026 "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Hal itu juga seperti yang tertuang dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Viada Hafid, yang dibacakan oleh Gubernur saat upacara.

Ia menyampaikan, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama menjaga Ibu Pertiwi melalui pelindungan generasi muda. Selain itu, tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat.

"Kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar," ucap Gubernur mengutip sambutan Menteri Komdigi.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai Program Strategis Nasional (PSN) yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Misalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dilaksanakan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung tumbuh kembang anak serta menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. 

Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk memfasilitasi peningkatan mutu guru dan penyediaan beasiswa untuk mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), untuk memberikan layanan medis yang merata bagi seluruh masyarakat.  

Tak hanya itu, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga diperkuat dengan adanya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi tersebut, harapannya masyarakat desa lebih mudah menjangkau berbagai kebutuhan pokok, akses permodalan, distribusi hasil panen, pupuk, sembako, obat-obatan, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dan masyarakatnya dapat tumbuh lebih mandiri.

Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas SDM itu, pemerintah berupaya memberikan pelindungan bagi generasi muda di ruang digital. Pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) pada awal tahun ini adalah wujud nyata komitmen negara dalam melindungi generasi muda.

Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menutup akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi. Melalui kebijakan ini, diharapkan anak-anak mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.


Bagikan :

SEMARANG — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bukan hanya untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa, melainkan momentum untuk meningkatkan semangat kebangkitan bangsa pada setiap zaman. 

Maka dari itu, pada peringatan Harkitnas 2026, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan bahwa setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.

"Kita harus menjalankan Asta Cita Presiden. Ke depannya, digitalisasi menjadi prioritas. Para tunas bangsa harus kita persiapkan dalam rangka (menyongsong) Indonesia Emas 2045," ucapnya usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pesan tersebut sesuai dengan tema Hari Kebangkitan Nasional 2026 "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Hal itu juga seperti yang tertuang dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Viada Hafid, yang dibacakan oleh Gubernur saat upacara.

Ia menyampaikan, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama menjaga Ibu Pertiwi melalui pelindungan generasi muda. Selain itu, tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat.

"Kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar," ucap Gubernur mengutip sambutan Menteri Komdigi.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai Program Strategis Nasional (PSN) yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Misalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dilaksanakan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung tumbuh kembang anak serta menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. 

Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk memfasilitasi peningkatan mutu guru dan penyediaan beasiswa untuk mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), untuk memberikan layanan medis yang merata bagi seluruh masyarakat.  

Tak hanya itu, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga diperkuat dengan adanya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi tersebut, harapannya masyarakat desa lebih mudah menjangkau berbagai kebutuhan pokok, akses permodalan, distribusi hasil panen, pupuk, sembako, obat-obatan, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dan masyarakatnya dapat tumbuh lebih mandiri.

Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas SDM itu, pemerintah berupaya memberikan pelindungan bagi generasi muda di ruang digital. Pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) pada awal tahun ini adalah wujud nyata komitmen negara dalam melindungi generasi muda.

Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menutup akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi. Melalui kebijakan ini, diharapkan anak-anak mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu