Follow Us :              

Apresiasi para Penghafal Kitab Suci, Pemprov Jateng Harap Semakin Banyak Generasi Muda Mencintai Al-Qur’an

  09 June 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 127 
Kategori :
Bagikan :

Apresiasi para Penghafal Kitab Suci, Pemprov Jateng Harap Semakin Banyak Generasi Muda Mencintai Al-Qur’an

09 June 2026 | 13:00:00 | dibaca : 127
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Apresiasi para Penghafal Kitab Suci, Pemprov Jateng Harap Semakin Banyak Generasi Muda Mencintai Al-Qur’an
Apresiasi para Penghafal Kitab Suci, Pemprov Jateng Harap Semakin Banyak Generasi Muda Mencintai Al-Qur’an
Apresiasi para Penghafal Kitab Suci, Pemprov Jateng Harap Semakin Banyak Generasi Muda Mencintai Al-Qur’an
Apresiasi para Penghafal Kitab Suci, Pemprov Jateng Harap Semakin Banyak Generasi Muda Mencintai Al-Qur’an
Apresiasi para Penghafal Kitab Suci, Pemprov Jateng Harap Semakin Banyak Generasi Muda Mencintai Al-Qur’an

Foto : Adit (Humas Jateng)

KUDUS — Kebahagiaan terpancar dari wajah para santri dan wali santri dalam acara Haflatul Hidzaq Khotmil Qur'an dan Muwadaah Pondok Pesantren Al Fattah Raudhatul Qur'an, Jekulo, Kudus pada Selasa, 9 Juni 2026.

Bagi mereka, momen wisuda hafiz Al-Qur'an tahun ini terasa semakin istimewa karena mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Sebanyak 15 santri penghafal Al-Qur'an menerima bisyarah atau tali asih dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program tersebut merupakan bentuk penghargaan bagi para penghafal kitab suci sekaligus upaya mendorong lahirnya generasi Qurani di Jawa Tengah.

Siti Aisyah (53), salah seorang wali santri, mengaku terharu melihat putranya menerima bisyarah dari Wakil Gubernur. Baginya, penghargaan itu bukan semata bantuan materi, melainkan bentuk perhatian pemerintah bagi para penghafal Al-Qur'an.

"Alhamdulillah, syukur banget putra saya bisa haflah (wisuda) hari ini. Semoga mendapat barokah. Matursuwun sanget Bapak Taj Yasin sudah memberikan bisyarah kepada putra saya," ujarnya.

Ia berharap, program tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Salah seorang santri, Mauliya Aisyah Nilam Amira, mengaku senang mendapat apresiasi dari orang nomor dua di Jawa Tengah tersebut.

"Senang, terima kasih Bapak Wagub," ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Luliyan Hafiz, menyebut pertemuannya dengan Wagub menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

"Senang banget rasanya bisa ketemu Wakil Gubernur. Ini pengalaman pertama kali. Harapannya, bisa bertemu kembali dan program ini terus dilanjutkan," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa wisuda hafiz bukanlah akhir dari perjalanan seorang penghafal Al-Qur'an. Justru setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, para santri memiliki tanggung jawab lebih besar untuk terus menjaga, mengulang, serta memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an.

Ia mengatakan, Al-Qur'an adalah sumber kemuliaan. Oleh karena itu, siapa pun yang dekat dengan Al-Qur'an akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

"Adik-adik yang sudah hafal Al-Qur'an jangan berhenti sampai di sini. Hafalannya harus terus dijaga, dibaca, dan diulang. Semakin hafal Al-Qur'an, seharusnya semakin banyak pula interaksinya dengan Al-Qur'an," ucap Wagub.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program pemberian tali asih bagi para penghafal kitab suci, sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada mereka yang mendedikasikan diri dalam menjaga dan mencintai kitab suci.

Wagub juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi proses belajar Al-Qur'an anak-anaknya. Menurutnya, keberhasilan seorang santri dalam menghafal Al-Qur'an tidak lepas dari dukungan keluarga yang terus memantau dan mendorong perkembangan hafalan mereka.

"Jangan setelah diwisuda lalu dianggap selesai. Perjalanan masih panjang. Hafalan harus terus dijaga dan diperdalam. Orang tua juga perlu terus mendampingi dan memperhatikan perkembangan anak-anaknya," pesannya.

Melalui program bisyarah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur'an, sekaligus menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


Bagikan :

KUDUS — Kebahagiaan terpancar dari wajah para santri dan wali santri dalam acara Haflatul Hidzaq Khotmil Qur'an dan Muwadaah Pondok Pesantren Al Fattah Raudhatul Qur'an, Jekulo, Kudus pada Selasa, 9 Juni 2026.

Bagi mereka, momen wisuda hafiz Al-Qur'an tahun ini terasa semakin istimewa karena mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Sebanyak 15 santri penghafal Al-Qur'an menerima bisyarah atau tali asih dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program tersebut merupakan bentuk penghargaan bagi para penghafal kitab suci sekaligus upaya mendorong lahirnya generasi Qurani di Jawa Tengah.

Siti Aisyah (53), salah seorang wali santri, mengaku terharu melihat putranya menerima bisyarah dari Wakil Gubernur. Baginya, penghargaan itu bukan semata bantuan materi, melainkan bentuk perhatian pemerintah bagi para penghafal Al-Qur'an.

"Alhamdulillah, syukur banget putra saya bisa haflah (wisuda) hari ini. Semoga mendapat barokah. Matursuwun sanget Bapak Taj Yasin sudah memberikan bisyarah kepada putra saya," ujarnya.

Ia berharap, program tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Salah seorang santri, Mauliya Aisyah Nilam Amira, mengaku senang mendapat apresiasi dari orang nomor dua di Jawa Tengah tersebut.

"Senang, terima kasih Bapak Wagub," ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Luliyan Hafiz, menyebut pertemuannya dengan Wagub menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

"Senang banget rasanya bisa ketemu Wakil Gubernur. Ini pengalaman pertama kali. Harapannya, bisa bertemu kembali dan program ini terus dilanjutkan," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa wisuda hafiz bukanlah akhir dari perjalanan seorang penghafal Al-Qur'an. Justru setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, para santri memiliki tanggung jawab lebih besar untuk terus menjaga, mengulang, serta memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an.

Ia mengatakan, Al-Qur'an adalah sumber kemuliaan. Oleh karena itu, siapa pun yang dekat dengan Al-Qur'an akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

"Adik-adik yang sudah hafal Al-Qur'an jangan berhenti sampai di sini. Hafalannya harus terus dijaga, dibaca, dan diulang. Semakin hafal Al-Qur'an, seharusnya semakin banyak pula interaksinya dengan Al-Qur'an," ucap Wagub.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program pemberian tali asih bagi para penghafal kitab suci, sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada mereka yang mendedikasikan diri dalam menjaga dan mencintai kitab suci.

Wagub juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi proses belajar Al-Qur'an anak-anaknya. Menurutnya, keberhasilan seorang santri dalam menghafal Al-Qur'an tidak lepas dari dukungan keluarga yang terus memantau dan mendorong perkembangan hafalan mereka.

"Jangan setelah diwisuda lalu dianggap selesai. Perjalanan masih panjang. Hafalan harus terus dijaga dan diperdalam. Orang tua juga perlu terus mendampingi dan memperhatikan perkembangan anak-anaknya," pesannya.

Melalui program bisyarah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur'an, sekaligus menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu