Follow Us :              

Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK

  17 June 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 234 
Kategori :
Bagikan :

Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK

17 June 2026 | 09:00:00 | dibaca : 234
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK
Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK
Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK
Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK
Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK

Foto : Fajar (Humas Jateng)

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan Program E-Learning Aparatur Negara (ASN) Berintegritas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, kepada Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Launching Nasional Program E-Learning ASN Berintegritas di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026.

Adapun dari target 2.500 ASN yang diikutkan dalam program tersebut, Jawa Tengah telah mengikutsertakan sekitar 7.245 ASN atau sekitar 289,8% dari target KPK.

"Jadi e-learning (ini program) edukasi, (yang mengajarkan) bagaimana kita (harus) mempunyai integritas, terutama dalam hal pemberantasan korupsi di tingkat ASN," ucap Gubernur. 

Ia menyampaikan, jumlah ASN di Jateng totalnya sekitar 47 ribu orang. Mereka dituntut memiliki integritas untuk menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih (clear dan good governance). 

Oleh karena itu, KPK membuat program E-Learning ASN Berintegritas untuk memberikan pemahaman dan pencegahan agar ASN tidak berperilaku menyimpang, melanggar hukum, atau pun menyalahgunakan wewenang.

"Integritas itu marwahnya suatu dinas atau institusi. Pencegahan yang dilakukan KPK ini bagus sekali. Nanti BPSDMD akan selalu menggelorakan terkait dengan e-learning ini, sehingga secara tidak langsung (akan menjadi upaya untuk) mendidik ASN (agar) tidak melanggar hukum," ucap Gubernur.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan bahwa KPK memberikan target 2.500 ASN pada piloting program E-Learning ASN Berintegritas. Seiring berjalannya waktu, Provinsi Jawa Tengah mampu melebihi target tersebut dengan capaian 7.245 ASN.

"Artinya secara persentase sudah 289% dari target. Setelah ini, kita buka batch (kelompok) lagi, per batch itu 3.000 ASN, untuk menyelesaikan sekitar 47 ribu-49 ribu ASN Pemprov Jateng," katanya. 

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah mengevaluasi program tersebut. Pada mulanya, 10 ribu ASN Jateng ditargetkan dapat mengikuti program tersebut. Namun dalam perjalanannya, hal ini terkendala migrasi materi. Bahkan, materi tidak dapat diakses secara optimal. Selain itu, tingginya animo peserta membuat proses login membutuhkan waktu lebih lama. 

Dari evaluasi  tersebut, BPSDMD bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Provinsi Jateng telah menyiapkan langkah perbaikan, antara lain melakukan penguatan infrastruktur server, migrasi ke Virtual Private Server, mengoptimalkan konten pembelajaran agar lebih ringan, serta mengatur jumlah peserta setiap angkatan secara lebih proporsional.

Sebagai informasi, pelaksanaan piloting program E-Learning ASN Berintegritas dilakukan di 12 kementerian dan pemerintah daerah. Tercatat, program ini sudah menjangkau 55.493 ASN di intansi-instansi tersebut. 

Pada kesempatan itu, Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, mengapresiasi seluruh instansi kementerian dan pemerintah daerah yang telah terlibat dalam piloting program E-Learning ASN Berintegritas. Terlebih, ada banyak instansi yang mampu melebihi target dari KPK.

"Kegiatan ini bukan hanya untuk kepentingan KPK semata, tetapi kepentingan ASN se-Indonesia. Total ASN kita itu sekitar 6,7 juta, ini baru 55 ribu. Program e-learning ini instrumen yang menurut saya sangat kuat, bahkan modulnya sudah dikoreksi oleh banyak pihak. Oleh karena itu, kita jadikan kegiatannya (sebagai) gerakan nasional untuk pembelajaran integritas," katanya.


Bagikan :

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan Program E-Learning Aparatur Negara (ASN) Berintegritas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, kepada Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Launching Nasional Program E-Learning ASN Berintegritas di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026.

Adapun dari target 2.500 ASN yang diikutkan dalam program tersebut, Jawa Tengah telah mengikutsertakan sekitar 7.245 ASN atau sekitar 289,8% dari target KPK.

"Jadi e-learning (ini program) edukasi, (yang mengajarkan) bagaimana kita (harus) mempunyai integritas, terutama dalam hal pemberantasan korupsi di tingkat ASN," ucap Gubernur. 

Ia menyampaikan, jumlah ASN di Jateng totalnya sekitar 47 ribu orang. Mereka dituntut memiliki integritas untuk menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih (clear dan good governance). 

Oleh karena itu, KPK membuat program E-Learning ASN Berintegritas untuk memberikan pemahaman dan pencegahan agar ASN tidak berperilaku menyimpang, melanggar hukum, atau pun menyalahgunakan wewenang.

"Integritas itu marwahnya suatu dinas atau institusi. Pencegahan yang dilakukan KPK ini bagus sekali. Nanti BPSDMD akan selalu menggelorakan terkait dengan e-learning ini, sehingga secara tidak langsung (akan menjadi upaya untuk) mendidik ASN (agar) tidak melanggar hukum," ucap Gubernur.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan bahwa KPK memberikan target 2.500 ASN pada piloting program E-Learning ASN Berintegritas. Seiring berjalannya waktu, Provinsi Jawa Tengah mampu melebihi target tersebut dengan capaian 7.245 ASN.

"Artinya secara persentase sudah 289% dari target. Setelah ini, kita buka batch (kelompok) lagi, per batch itu 3.000 ASN, untuk menyelesaikan sekitar 47 ribu-49 ribu ASN Pemprov Jateng," katanya. 

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah mengevaluasi program tersebut. Pada mulanya, 10 ribu ASN Jateng ditargetkan dapat mengikuti program tersebut. Namun dalam perjalanannya, hal ini terkendala migrasi materi. Bahkan, materi tidak dapat diakses secara optimal. Selain itu, tingginya animo peserta membuat proses login membutuhkan waktu lebih lama. 

Dari evaluasi  tersebut, BPSDMD bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Provinsi Jateng telah menyiapkan langkah perbaikan, antara lain melakukan penguatan infrastruktur server, migrasi ke Virtual Private Server, mengoptimalkan konten pembelajaran agar lebih ringan, serta mengatur jumlah peserta setiap angkatan secara lebih proporsional.

Sebagai informasi, pelaksanaan piloting program E-Learning ASN Berintegritas dilakukan di 12 kementerian dan pemerintah daerah. Tercatat, program ini sudah menjangkau 55.493 ASN di intansi-instansi tersebut. 

Pada kesempatan itu, Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, mengapresiasi seluruh instansi kementerian dan pemerintah daerah yang telah terlibat dalam piloting program E-Learning ASN Berintegritas. Terlebih, ada banyak instansi yang mampu melebihi target dari KPK.

"Kegiatan ini bukan hanya untuk kepentingan KPK semata, tetapi kepentingan ASN se-Indonesia. Total ASN kita itu sekitar 6,7 juta, ini baru 55 ribu. Program e-learning ini instrumen yang menurut saya sangat kuat, bahkan modulnya sudah dikoreksi oleh banyak pihak. Oleh karena itu, kita jadikan kegiatannya (sebagai) gerakan nasional untuk pembelajaran integritas," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu