Foto : Tim Humas (Humas Jateng)
Foto : Tim Humas (Humas Jateng)
SEMARANG - Keramahan warga serta pelayanan maksimal dari panitia penyelenggara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 dari berbagai daerah.
Hal itu terlihat saat Pawai Ta'aruf MTQN XXXI yang digelar di sejumlah jalan protokol Kota Semarang pada Sabtu, 12 September 2026.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kalimantan Utara, Sanusi, mengaku terkesan dengan penyambutan dan keramahan warga Jawa Tengah sebagai tuan rumah.
"Alhamdulillah masyarakat Jawa Tengah ramah-ramah semua. Kita lihat bagaimana antusiasnya masyarakat menyambut event ini," ucapnya di sela mengikuti acara Pawai Ta'aruf.
Ia mengatakan, rombongannya datang ke Jawa Tengah membawa semangat untuk menjalin silaturahmi dan merekatkan persaudaraan dengan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jateng.
Sementara itu, Ketua Kafilah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hamdan Saleh Batjo, mengatakan, pihaknya membawa 80 orang dari daerah untuk ikut menyemarakkan MTQ Nasional di Jateng. Mereka membawa semangat persaudaraan dalam mengikuti ajang ini.
"Sekalipun NTT mengalami bencana, tetapi semangat ukhuwah islamiah untuk memasyarakatkan Al-Qur'an di seluruh Nusantara, ini menjadi satu hal yang memekikkan semangat kafilah kali ini," ucapnya.
Ia juga mengapresiasi sambutan dari Jateng sebagai tuan rumah MTQN XXXI yang sangat baik. Pelayanan luar biasa dari seluruh panitia sudah dirasakan oleh kafilah NTT sejak tiba di Kota Semarang sampai mengikuti Pawai Ta'aruf, termasuk sambutan langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.
"Kami memberikan apresiasi, karena pelayanan yang luar biasa, tadi malam kami juga diterima oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Saya senang dengan penerimaan atau sambutan dari seluruh panitia dan masyarakat Jawa Tengah," katanya.
Semarak MTQ Nasional XXXI juga dirasakan oleh masyarakat dari Kota Semarang dan daerah lain. Bahkan, ada warga yang sengaja datang jauh-jauh dari luar kota dan provinsi untuk menyaksikan langsung gelaran MTQN ini.
Salah satunya, Daeng Syawal yang sengaja datang ke Kota Semarang, Jawa Tengah, bersama istri dan anak-anaknya. Ia ingin menyaksikan kemeriahan MTQN XXXI bersama keluarganya, sekaligus bersilaturahmi dengan para guru yang hadir di gelaran tersebut. Ia juga mendapatkan kesan mendalam dengan kebersihan dan keramahan Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Alhamdulillah kita hadir untuk ikut memeriahkan MTQ Nasional di Semarang, Jawa Tengah. Luar biasa dan sangat meriah, sangat senang, bahkan saya ajak anak-anak semua untuk menyaksikan, seperti inilah MTQ Nasional itu," ujar sosok yang juga seorang qori, serta muazin Masjid Istiqlal dan pengisi suara azan salah satu stasiun televisi swasta nasional tersebut.
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah.
Terakhir, MTQ Nasional digelar di Jateng pada tahun 1979 atau tepat 47 tahun silam. Maka dari itu, segala hal untuk kesuksesan dan kelancaran MTQ Nasional XXXI telah disiapkan dengan matang.
"Mewakili masyarakat Jawa Tengah kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah," ucap Gubernur.
SEMARANG - Keramahan warga serta pelayanan maksimal dari panitia penyelenggara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 dari berbagai daerah.
Hal itu terlihat saat Pawai Ta'aruf MTQN XXXI yang digelar di sejumlah jalan protokol Kota Semarang pada Sabtu, 12 September 2026.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kalimantan Utara, Sanusi, mengaku terkesan dengan penyambutan dan keramahan warga Jawa Tengah sebagai tuan rumah.
"Alhamdulillah masyarakat Jawa Tengah ramah-ramah semua. Kita lihat bagaimana antusiasnya masyarakat menyambut event ini," ucapnya di sela mengikuti acara Pawai Ta'aruf.
Ia mengatakan, rombongannya datang ke Jawa Tengah membawa semangat untuk menjalin silaturahmi dan merekatkan persaudaraan dengan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jateng.
Sementara itu, Ketua Kafilah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hamdan Saleh Batjo, mengatakan, pihaknya membawa 80 orang dari daerah untuk ikut menyemarakkan MTQ Nasional di Jateng. Mereka membawa semangat persaudaraan dalam mengikuti ajang ini.
"Sekalipun NTT mengalami bencana, tetapi semangat ukhuwah islamiah untuk memasyarakatkan Al-Qur'an di seluruh Nusantara, ini menjadi satu hal yang memekikkan semangat kafilah kali ini," ucapnya.
Ia juga mengapresiasi sambutan dari Jateng sebagai tuan rumah MTQN XXXI yang sangat baik. Pelayanan luar biasa dari seluruh panitia sudah dirasakan oleh kafilah NTT sejak tiba di Kota Semarang sampai mengikuti Pawai Ta'aruf, termasuk sambutan langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.
"Kami memberikan apresiasi, karena pelayanan yang luar biasa, tadi malam kami juga diterima oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Saya senang dengan penerimaan atau sambutan dari seluruh panitia dan masyarakat Jawa Tengah," katanya.
Semarak MTQ Nasional XXXI juga dirasakan oleh masyarakat dari Kota Semarang dan daerah lain. Bahkan, ada warga yang sengaja datang jauh-jauh dari luar kota dan provinsi untuk menyaksikan langsung gelaran MTQN ini.
Salah satunya, Daeng Syawal yang sengaja datang ke Kota Semarang, Jawa Tengah, bersama istri dan anak-anaknya. Ia ingin menyaksikan kemeriahan MTQN XXXI bersama keluarganya, sekaligus bersilaturahmi dengan para guru yang hadir di gelaran tersebut. Ia juga mendapatkan kesan mendalam dengan kebersihan dan keramahan Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Alhamdulillah kita hadir untuk ikut memeriahkan MTQ Nasional di Semarang, Jawa Tengah. Luar biasa dan sangat meriah, sangat senang, bahkan saya ajak anak-anak semua untuk menyaksikan, seperti inilah MTQ Nasional itu," ujar sosok yang juga seorang qori, serta muazin Masjid Istiqlal dan pengisi suara azan salah satu stasiun televisi swasta nasional tersebut.
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah.
Terakhir, MTQ Nasional digelar di Jateng pada tahun 1979 atau tepat 47 tahun silam. Maka dari itu, segala hal untuk kesuksesan dan kelancaran MTQ Nasional XXXI telah disiapkan dengan matang.
"Mewakili masyarakat Jawa Tengah kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah," ucap Gubernur.
Berita Terbaru