Foto : Tim Humas (Humas Jateng)
Foto : Tim Humas (Humas Jateng)
SEMARANG – Jawa Tengah tidak ingin menikmati sendiri geliat ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Sebab, 34 provinsi lain yang ikut berpartisipasi juga diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari daerah masing-masing dalam pameran UMKM yang dihelat dalam rangkaian acara tersebut.
Sebagai informasi, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI dipusatkan di Kota Semarang pada 11-20 September 2026. Sementara itu, Pameran UMKM MTQ Nasional akan dibuka pada Sabtu (12/9/2026) di Gama Plaza, Lapangan Parkir Eks E-Plaza, Semarang.
Puluhan stan dari berbagai daerah akan menjadi etalase produk UMKM yang dibawa bersama rombongan peserta dari berbagai provinsi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, pelibatan UMKM dari berbagai daerah merupakan bentuk keterbukaan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Momentum MTQ Nasional dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk usaha dari berbagai penjuru Nusantara kepada masyarakat dan para tamu yang datang ke Jateng.
“Kita enggak pingin maju sendiri. Kita juga pingin mengenalkan UMKM yang ada di seluruh Nusantara ini,” ucapnya usai menghadiri Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat, 11 September 2026.
Wagub yang juga Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah menuturkan, bazar UMKM tersebut akan menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan MTQ Nasional. Para pelaku usaha dari berbagai provinsi mendapat kesempatan untuk menawarkan dan mengenalkan produk unggulannya kepada masyarakat serta para tamu yang datang.
Dengan konsep tersebut, MTQ Nasional tidak hanya menjadi acara yang mempertemukan para peserta dari seluruh Indonesia dalam kompetisi, tetapi juga mempertemukan produk-produk UMKM dari berbagai daerah.
Wagub berharap, kehadiran para pelaku UMKM dari 35 provinsi, termasuk Jateng, dapat memperluas kesempatan promosi sekaligus membuka peluang pasar baru. Bagi Jawa Tengah, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, menyebut MTQ di Indonesia telah berkembang jauh melampaui perlombaan, bahkan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat dari tingkat paling bawah hingga nasional.
Menurutnya, karakter tersebut menjadi salah satu keistimewaan Indonesia. Tradisi MTQ tumbuh berjenjang dari masyarakat hingga tingkat nasional, dengan keterlibatan yang luas dari berbagai daerah.
“Indonesia itu salah satu ciri khasnya adalah MTQ-nya sangat ramai. Di luar negeri menyelenggarakan MTQ itu, ya mungkin setingkat dengan kecamatan atau kabupaten. Nah kalau kita di sini itu dari bawah sampai ke atas,” ujarnya.
Besarnya partisipasi tersebut terlihat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Menag menyebut, jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbanyak, karena terdapat sejumlah cabang baru yang dilombakan. Pembukaan MTQ Nasional juga rencananya akan dihadiri sedikitnya 17 Gubernur, sementara sejumlah kepala daerah lainnya akan diwakilkan.
Ia turut mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Menurutnya, kembalinya MTQ Nasional ke Semarang, setelah 47 tahun menjadi momentum penting bagi penyelenggaraan tahun ini.
“Baru kali ini Malam Ta’aruf banyak Gubernur yang datang, biasanya kan pembukaannya saja Gubernur datang. Ini tanda-tanda kesuksesan,” ucapnya.
SEMARANG – Jawa Tengah tidak ingin menikmati sendiri geliat ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Sebab, 34 provinsi lain yang ikut berpartisipasi juga diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari daerah masing-masing dalam pameran UMKM yang dihelat dalam rangkaian acara tersebut.
Sebagai informasi, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI dipusatkan di Kota Semarang pada 11-20 September 2026. Sementara itu, Pameran UMKM MTQ Nasional akan dibuka pada Sabtu (12/9/2026) di Gama Plaza, Lapangan Parkir Eks E-Plaza, Semarang.
Puluhan stan dari berbagai daerah akan menjadi etalase produk UMKM yang dibawa bersama rombongan peserta dari berbagai provinsi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, pelibatan UMKM dari berbagai daerah merupakan bentuk keterbukaan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Momentum MTQ Nasional dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk usaha dari berbagai penjuru Nusantara kepada masyarakat dan para tamu yang datang ke Jateng.
“Kita enggak pingin maju sendiri. Kita juga pingin mengenalkan UMKM yang ada di seluruh Nusantara ini,” ucapnya usai menghadiri Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat, 11 September 2026.
Wagub yang juga Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah menuturkan, bazar UMKM tersebut akan menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan MTQ Nasional. Para pelaku usaha dari berbagai provinsi mendapat kesempatan untuk menawarkan dan mengenalkan produk unggulannya kepada masyarakat serta para tamu yang datang.
Dengan konsep tersebut, MTQ Nasional tidak hanya menjadi acara yang mempertemukan para peserta dari seluruh Indonesia dalam kompetisi, tetapi juga mempertemukan produk-produk UMKM dari berbagai daerah.
Wagub berharap, kehadiran para pelaku UMKM dari 35 provinsi, termasuk Jateng, dapat memperluas kesempatan promosi sekaligus membuka peluang pasar baru. Bagi Jawa Tengah, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, menyebut MTQ di Indonesia telah berkembang jauh melampaui perlombaan, bahkan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat dari tingkat paling bawah hingga nasional.
Menurutnya, karakter tersebut menjadi salah satu keistimewaan Indonesia. Tradisi MTQ tumbuh berjenjang dari masyarakat hingga tingkat nasional, dengan keterlibatan yang luas dari berbagai daerah.
“Indonesia itu salah satu ciri khasnya adalah MTQ-nya sangat ramai. Di luar negeri menyelenggarakan MTQ itu, ya mungkin setingkat dengan kecamatan atau kabupaten. Nah kalau kita di sini itu dari bawah sampai ke atas,” ujarnya.
Besarnya partisipasi tersebut terlihat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Menag menyebut, jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbanyak, karena terdapat sejumlah cabang baru yang dilombakan. Pembukaan MTQ Nasional juga rencananya akan dihadiri sedikitnya 17 Gubernur, sementara sejumlah kepala daerah lainnya akan diwakilkan.
Ia turut mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Menurutnya, kembalinya MTQ Nasional ke Semarang, setelah 47 tahun menjadi momentum penting bagi penyelenggaraan tahun ini.
“Baru kali ini Malam Ta’aruf banyak Gubernur yang datang, biasanya kan pembukaannya saja Gubernur datang. Ini tanda-tanda kesuksesan,” ucapnya.
Berita Terbaru