Foto : Mizan (Humas Jateng)
Foto : Mizan (Humas Jateng)
SEMARANG – Kafilah dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Kota Semarang, Jawa Tengah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI.
Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba. Tak hanya itu, sebanyak 13 venue juga telah disiapkan untuk pelaksanaan perlombaan dan kegiatan pendukung MTQ Nasional.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah,” ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menyambut Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, di Stasiun Tawang, Kota Semarang pada Kamis malam, 10 September 2026.
Kafilah Papua Barat Daya sudah tiba lebih dahulu, sedangkan Gubernur, Ketua DPR, dan Sekretaris Daerah Provinsi tersebut dijadwalkan menyusul pada Jumat (11/9).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memastikan kesiapan penginapan bagi para kafilah dan kepala daerah yang hadir. Selain itu, konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan juga telah disiapkan.
Sebanyak 13 lokasi dipersiapkan untuk pelaksanaan MTQ Nasional dan kegiatan pendukung, antara lain Kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan Kawasan PRPP. Pemprov Jateng juga menyiapkan 15 unit bus untuk mendukung mobilisasi kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu.
Setiap provinsi mendapatkan pendampingan khusus dari satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jateng. Contohnya, Kafilah Papua Barat Daya yang didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng.
“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan (mereka) selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata, karena sudah ada bus yang disiapkan,” ucap Wagub.
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah tiba, Wagub Jateng dan Wagub Papua Barat Daya duduk berdampingan di ruang VIP Stasiun Tawang. Percakapan keduanya mengalir menggunakan beberapa bahasa secara bergantian, mulai dari bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab. Obrolan tersebut sesekali diselingi senyum dan tawa.
Kedekatan semakin terbangun ketika Wagub Papua Barat Daya menceritakan bahwa ia pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, Mesir. Ia juga memiliki ikatan personal dengan Jawa Tengah, karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap.
Dalam bahasa Jawa, ia menyebut kedatangannya kali ini tidak hanya untuk mendampingi kafilah Papua Barat Daya dalam MTQ Nasional, tetapi juga seperti pulang kampung.
“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki mboten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih (Saya itu pulang kampung, Istri saya itu orang Jawa. Yang jelas, tidak hanya ikut MTQ, tetapi juga sekalian pulang),” ujarnya, yang disambut senyum Wagub Jateng.
Ia mengaku terharu, karena disambut langsung oleh Orang Nomor Dua di Jateng bersama jajarannya. Terlebih, Wagub Jateng juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jateng.
“Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput,” katanya.
Menurut Ahmad, MTQ Nasional tidak semata-mata menjadi arena perlombaan, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah (ikatan persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), serta kebersamaan antardaerah.
Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang.
Ia menilai, daya tarik Papua Barat Daya, termasuk Raja Ampat, dapat menjadi magnet bagi peserta dari seluruh Indonesia. Apabila disetujui pemerintah pusat, penyelenggaraan acara tersebut akan menjadi MTQ Nasional pertama di Tanah Papua.
Kehadiran jajaran pimpinan Papua Barat Daya menjadi bentuk dukungan penuh kepada kafilahnya. Para qari dan qariah sengaja datang lebih awal agar mereka mempunyai waktu lebih panjang untuk beradaptasi dan memaksimalkan latihan sebelum perlombaan dimulai.
“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” ucap Wagub Papua Barat Daya.
SEMARANG – Kafilah dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Kota Semarang, Jawa Tengah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI.
Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba. Tak hanya itu, sebanyak 13 venue juga telah disiapkan untuk pelaksanaan perlombaan dan kegiatan pendukung MTQ Nasional.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah,” ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menyambut Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, di Stasiun Tawang, Kota Semarang pada Kamis malam, 10 September 2026.
Kafilah Papua Barat Daya sudah tiba lebih dahulu, sedangkan Gubernur, Ketua DPR, dan Sekretaris Daerah Provinsi tersebut dijadwalkan menyusul pada Jumat (11/9).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memastikan kesiapan penginapan bagi para kafilah dan kepala daerah yang hadir. Selain itu, konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan juga telah disiapkan.
Sebanyak 13 lokasi dipersiapkan untuk pelaksanaan MTQ Nasional dan kegiatan pendukung, antara lain Kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan Kawasan PRPP. Pemprov Jateng juga menyiapkan 15 unit bus untuk mendukung mobilisasi kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu.
Setiap provinsi mendapatkan pendampingan khusus dari satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jateng. Contohnya, Kafilah Papua Barat Daya yang didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng.
“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan (mereka) selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata, karena sudah ada bus yang disiapkan,” ucap Wagub.
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah tiba, Wagub Jateng dan Wagub Papua Barat Daya duduk berdampingan di ruang VIP Stasiun Tawang. Percakapan keduanya mengalir menggunakan beberapa bahasa secara bergantian, mulai dari bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab. Obrolan tersebut sesekali diselingi senyum dan tawa.
Kedekatan semakin terbangun ketika Wagub Papua Barat Daya menceritakan bahwa ia pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, Mesir. Ia juga memiliki ikatan personal dengan Jawa Tengah, karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap.
Dalam bahasa Jawa, ia menyebut kedatangannya kali ini tidak hanya untuk mendampingi kafilah Papua Barat Daya dalam MTQ Nasional, tetapi juga seperti pulang kampung.
“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki mboten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih (Saya itu pulang kampung, Istri saya itu orang Jawa. Yang jelas, tidak hanya ikut MTQ, tetapi juga sekalian pulang),” ujarnya, yang disambut senyum Wagub Jateng.
Ia mengaku terharu, karena disambut langsung oleh Orang Nomor Dua di Jateng bersama jajarannya. Terlebih, Wagub Jateng juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jateng.
“Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput,” katanya.
Menurut Ahmad, MTQ Nasional tidak semata-mata menjadi arena perlombaan, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah (ikatan persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), serta kebersamaan antardaerah.
Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang.
Ia menilai, daya tarik Papua Barat Daya, termasuk Raja Ampat, dapat menjadi magnet bagi peserta dari seluruh Indonesia. Apabila disetujui pemerintah pusat, penyelenggaraan acara tersebut akan menjadi MTQ Nasional pertama di Tanah Papua.
Kehadiran jajaran pimpinan Papua Barat Daya menjadi bentuk dukungan penuh kepada kafilahnya. Para qari dan qariah sengaja datang lebih awal agar mereka mempunyai waktu lebih panjang untuk beradaptasi dan memaksimalkan latihan sebelum perlombaan dimulai.
“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” ucap Wagub Papua Barat Daya.
Berita Terbaru