Follow Us :              

MTQ Nasional XXXI 2026 di Jateng Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

  11 September 2026  |   18:30:00  |   dibaca : 735 
Kategori :
Bagikan :

MTQ Nasional XXXI 2026 di Jateng Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

11 September 2026 | 18:30:00 | dibaca : 735
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jateng Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jateng Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jateng Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jateng Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jateng Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah dinilai tidak hanya menjadi gawe-nya umat Islam, tetapi pesta rakyat yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai agama.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, dalam acara Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Jumat malam, 11 September 2026.

Menurutnya, kemeriahan penyelenggaraan MTQ di Indonesia menunjukkan nilai-nilai Al-Qur’an yang dapat menghadirkan kegembiraan serta persaudaraan bagi seluruh masyarakat.

“MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia,” ucapnya. 

Ia menceritakan pengalamannya saat menghadiri kegiatan keagamaan di sejumlah daerah. Contohnya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di Manokwari, kepanitiaannya melibatkan umat muslim. Sementara pada MTQ tingkat provinsi di Sulawesi Utara, masyarakat Kristen turut terlibat, termasuk melalui paduan suara gereja yang menyanyikan Mars MTQ.

Kebersamaan serupa juga terlihat dalam Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Masyarakat nonmuslim turut hadir dan bergembira menyambut para kafilah di Kota Semarang.

Menag menilai, MTQ merupakan salah satu pesta rakyat yang  meriah di Indonesia. Kegiatan tersebut tumbuh melalui proses pembinaan yang berjenjang dari lingkungan masyarakat hingga tingkat nasional.

Besarnya antusiasme masyarakat juga terlihat dari panjangnya daftar daerah yang ingin menjadi tuan rumah. Oleh karena itu, Kementerian Agama memutuskan penyelenggaraan MTQ Nasional dilakukan setiap tahun agar kesempatan menjadi tuan rumah bagi daerah semakin terbuka.

Menurutnya, Indonesia juga menjadi salah satu kiblat penyelenggaraan MTQ di tingkat internasional. Pelaksanaan MTQ di Indonesia memiliki skala besar dengan keterlibatan peserta, pemerintah daerah, dan masyarakat yang luas.

Menag juga mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.; Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen; dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Ia mengungkapkan, kemeriahan di Jawa Tengah sudah terlihat sejak peluncuran logo MTQ. Antusiasme masyarakat semakin terasa menjelang pembukaan dan dimulainya seluruh cabang perlombaan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah. 

Terakhir, MTQ Nasional digelar di Jawa Tengah pada tahun 1979 atau tepat 47 tahun silam. Maka dari itu, segala hal untuk kesuksesan dan kelancaran MTQ Nasional XXXI telah disiapkan dengan matang.

Gubernur berharap, MTQ Nasional ini juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi Jawa Tengah. Berdasarkan laporan yang diterima, hampir 7.831 tamu akan masuk ke wilayahnya. Hotel-hotel penuh dan kendaraan rental juga banyak yang telah dipesan. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dari berbagai daerah terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah. 

"(Saya) mewakili masyarakat Jawa Tengah, kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna, mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia, dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah," katanya.

Antusiasme dan kemeriahan itu bukan isapan jempol belaka. Dalam acara Malam Ta’aruf, berbagai elemen masyarakat menghadiri acara tersebut. Tak hanya perwakilan kafilah dari 37 provinsi, sejumlah kepala daerah turut hadir menyambut gelaran MTQ XXXI. 

"Malam ini ada Gubernur Bengkulu, Gubernur Kalimantan Utara, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Besok rencana ada 17 Gubernur yang akan datang untuk menghadiri pembukaan (MTQ Nasional)," ucap Gubernur Jateng.

Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis Muhammad Hanafi, menyampaikan, MTQ Nasional XXXI diikuti 2.242 peserta yang akan bertanding pada 8 cabang dan 24 golongan. Penilaian didukung 155 dewan hakim yang bertugas secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.

Seluruh cabang perlombaan dilaksanakan di sejumlah lokasi yang tersebar di Kota Semarang. Selain sebagai kompetisi, MTQ diharapkan menjadi ruang untuk merekatkan silaturahmi dan meneguhkan persaudaraan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia.
 
"Para peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari cabang tilawah hingga tafsir Al-Qur'an dalam tiga bahasa, serta hafalan 1 juz sampai 30 juz. Tahun ini pertama kalinya kita adakan ekshibisi untuk cabang tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik tuli," jelasnya.


Bagikan :

SEMARANG – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah dinilai tidak hanya menjadi gawe-nya umat Islam, tetapi pesta rakyat yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai agama.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, dalam acara Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Jumat malam, 11 September 2026.

Menurutnya, kemeriahan penyelenggaraan MTQ di Indonesia menunjukkan nilai-nilai Al-Qur’an yang dapat menghadirkan kegembiraan serta persaudaraan bagi seluruh masyarakat.

“MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia,” ucapnya. 

Ia menceritakan pengalamannya saat menghadiri kegiatan keagamaan di sejumlah daerah. Contohnya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di Manokwari, kepanitiaannya melibatkan umat muslim. Sementara pada MTQ tingkat provinsi di Sulawesi Utara, masyarakat Kristen turut terlibat, termasuk melalui paduan suara gereja yang menyanyikan Mars MTQ.

Kebersamaan serupa juga terlihat dalam Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Masyarakat nonmuslim turut hadir dan bergembira menyambut para kafilah di Kota Semarang.

Menag menilai, MTQ merupakan salah satu pesta rakyat yang  meriah di Indonesia. Kegiatan tersebut tumbuh melalui proses pembinaan yang berjenjang dari lingkungan masyarakat hingga tingkat nasional.

Besarnya antusiasme masyarakat juga terlihat dari panjangnya daftar daerah yang ingin menjadi tuan rumah. Oleh karena itu, Kementerian Agama memutuskan penyelenggaraan MTQ Nasional dilakukan setiap tahun agar kesempatan menjadi tuan rumah bagi daerah semakin terbuka.

Menurutnya, Indonesia juga menjadi salah satu kiblat penyelenggaraan MTQ di tingkat internasional. Pelaksanaan MTQ di Indonesia memiliki skala besar dengan keterlibatan peserta, pemerintah daerah, dan masyarakat yang luas.

Menag juga mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.; Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen; dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Ia mengungkapkan, kemeriahan di Jawa Tengah sudah terlihat sejak peluncuran logo MTQ. Antusiasme masyarakat semakin terasa menjelang pembukaan dan dimulainya seluruh cabang perlombaan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah. 

Terakhir, MTQ Nasional digelar di Jawa Tengah pada tahun 1979 atau tepat 47 tahun silam. Maka dari itu, segala hal untuk kesuksesan dan kelancaran MTQ Nasional XXXI telah disiapkan dengan matang.

Gubernur berharap, MTQ Nasional ini juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi Jawa Tengah. Berdasarkan laporan yang diterima, hampir 7.831 tamu akan masuk ke wilayahnya. Hotel-hotel penuh dan kendaraan rental juga banyak yang telah dipesan. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dari berbagai daerah terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah. 

"(Saya) mewakili masyarakat Jawa Tengah, kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna, mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia, dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah," katanya.

Antusiasme dan kemeriahan itu bukan isapan jempol belaka. Dalam acara Malam Ta’aruf, berbagai elemen masyarakat menghadiri acara tersebut. Tak hanya perwakilan kafilah dari 37 provinsi, sejumlah kepala daerah turut hadir menyambut gelaran MTQ XXXI. 

"Malam ini ada Gubernur Bengkulu, Gubernur Kalimantan Utara, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Besok rencana ada 17 Gubernur yang akan datang untuk menghadiri pembukaan (MTQ Nasional)," ucap Gubernur Jateng.

Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis Muhammad Hanafi, menyampaikan, MTQ Nasional XXXI diikuti 2.242 peserta yang akan bertanding pada 8 cabang dan 24 golongan. Penilaian didukung 155 dewan hakim yang bertugas secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.

Seluruh cabang perlombaan dilaksanakan di sejumlah lokasi yang tersebar di Kota Semarang. Selain sebagai kompetisi, MTQ diharapkan menjadi ruang untuk merekatkan silaturahmi dan meneguhkan persaudaraan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia.
 
"Para peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari cabang tilawah hingga tafsir Al-Qur'an dalam tiga bahasa, serta hafalan 1 juz sampai 30 juz. Tahun ini pertama kalinya kita adakan ekshibisi untuk cabang tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik tuli," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu