Follow Us :              

Ikut Rupiah Borobudur Playon 2026, Gubernur Dorong Sport Tourism di Jawa Tengah

  05 July 2026  |   05:00:00  |   dibaca : 319 
Kategori :
Bagikan :

Ikut Rupiah Borobudur Playon 2026, Gubernur Dorong Sport Tourism di Jawa Tengah

05 July 2026 | 05:00:00 | dibaca : 319
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Ikut Rupiah Borobudur Playon 2026, Gubernur Dorong Sport Tourism di Jawa Tengah
Ikut Rupiah Borobudur Playon 2026, Gubernur Dorong Sport Tourism di Jawa Tengah
Ikut Rupiah Borobudur Playon 2026, Gubernur Dorong Sport Tourism di Jawa Tengah
Ikut Rupiah Borobudur Playon 2026, Gubernur Dorong Sport Tourism di Jawa Tengah
Ikut Rupiah Borobudur Playon 2026, Gubernur Dorong Sport Tourism di Jawa Tengah

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KAB MAGELANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ikut meramaikan event Rupiah Borobudur Playon 2026 yang digelar di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada Minggu, 5 Juli 2026. 

Event ini digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar gemar berbagi dan cinta rupiah. 

Rupiah Borobudur Playon 2026 diikuti sekitar 4.000 pelari dari berbagai kalangan, yang terbagi dalam 2 kategori, yaitu 10K dan 5K.

“Dengan kegiatan ini, masyarakat dididik untuk cinta rupiah,” ucap Gubernur usai menuntaskan rute 5K sembari mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa.

Event tersebut sangat tepat digunakan sebagai sarana informasi, sosialisasi, edukasi, dan berbagi. Apalagi, lari merupakan salah satu olahraga yang sedang digandrungi oleh berbagai kalangan dalam beberapa tahun terakhir.

Gubernur menilai, event lari ini tidak sekadar menyehatkan jasmani, melainkan juga mendukung sektor pariwisata olahraga (sport tourism) yang sedang marak di Jateng.

“(Kegiatan) ini mendukung sport tourism. Dampaknya UMKM bisa hidup, usaha-usaha lain hidup, komunitas-komunitas yang lain hidup," katanya. 

Oleh karena itu, ia mendorong seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk mencari spot-spot menarik yang dapat diangkat sebagai destinasi wisata olahraga. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga berterima kasih atas semua dukungan dan kerja sama dari Bank Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut, termasuk kegiatan lain yang bersentuhan dengan sektor perbankan dan perekonomian di Jawa Tengah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan bahwa kegiatan Rupiah Borobudur Playon ini sudah memasuki penyelenggaraan keempat. Event tersebut memang dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian warga sekitar, sekaligus sebagai sarana edukasi dan literasi mengenai cinta, bangga, dan paham rupiah. Apalagi, acara ini juga terdiri dari banyak rangkaian. 

“Kemarin ada beberapa event terkait dengan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS),” ucapnya.  

Dalam penyelenggaraan GPIPS, ada 53 booth UMKM yang sebagian besar terdiri dari sektor makanan dan minuman. Selanjutnya, ada wastra atau pakaian, serta booth OJK, BNN, Kimia Farma, dan Wakaf.

"Ini sesuai tema kita 'Lari untuk Berbagi', jadi di sini unsurnya berbagi. Uang pendaftaran kita sumbangkan seluruhnya kepada masyarakat di sini, jadi ada beberapa desa yang akan menerima. Ada sekitar Rp600 juta yang nanti akan kita serahkan kepada 10 desa," ungkapnya.

Seorang pelari asal Magelang, Rizal, mengaku sudah tiga kali mengikuti Rupiah Borobudur Playon. Pada keikutsertaan ketiga ini, ia bersama rekannya menggunakan aksesoris uang koin besar bertuliskan "Hutan untuk Kesejahteraan”, yang dikalungkan di badannya.

"Ini juga untuk kampanye lingkungan. Harapannya, ke depan event ini lebih ramai lagi," katanya.


Bagikan :

KAB MAGELANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ikut meramaikan event Rupiah Borobudur Playon 2026 yang digelar di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada Minggu, 5 Juli 2026. 

Event ini digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar gemar berbagi dan cinta rupiah. 

Rupiah Borobudur Playon 2026 diikuti sekitar 4.000 pelari dari berbagai kalangan, yang terbagi dalam 2 kategori, yaitu 10K dan 5K.

“Dengan kegiatan ini, masyarakat dididik untuk cinta rupiah,” ucap Gubernur usai menuntaskan rute 5K sembari mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa.

Event tersebut sangat tepat digunakan sebagai sarana informasi, sosialisasi, edukasi, dan berbagi. Apalagi, lari merupakan salah satu olahraga yang sedang digandrungi oleh berbagai kalangan dalam beberapa tahun terakhir.

Gubernur menilai, event lari ini tidak sekadar menyehatkan jasmani, melainkan juga mendukung sektor pariwisata olahraga (sport tourism) yang sedang marak di Jateng.

“(Kegiatan) ini mendukung sport tourism. Dampaknya UMKM bisa hidup, usaha-usaha lain hidup, komunitas-komunitas yang lain hidup," katanya. 

Oleh karena itu, ia mendorong seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk mencari spot-spot menarik yang dapat diangkat sebagai destinasi wisata olahraga. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga berterima kasih atas semua dukungan dan kerja sama dari Bank Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut, termasuk kegiatan lain yang bersentuhan dengan sektor perbankan dan perekonomian di Jawa Tengah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan bahwa kegiatan Rupiah Borobudur Playon ini sudah memasuki penyelenggaraan keempat. Event tersebut memang dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian warga sekitar, sekaligus sebagai sarana edukasi dan literasi mengenai cinta, bangga, dan paham rupiah. Apalagi, acara ini juga terdiri dari banyak rangkaian. 

“Kemarin ada beberapa event terkait dengan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS),” ucapnya.  

Dalam penyelenggaraan GPIPS, ada 53 booth UMKM yang sebagian besar terdiri dari sektor makanan dan minuman. Selanjutnya, ada wastra atau pakaian, serta booth OJK, BNN, Kimia Farma, dan Wakaf.

"Ini sesuai tema kita 'Lari untuk Berbagi', jadi di sini unsurnya berbagi. Uang pendaftaran kita sumbangkan seluruhnya kepada masyarakat di sini, jadi ada beberapa desa yang akan menerima. Ada sekitar Rp600 juta yang nanti akan kita serahkan kepada 10 desa," ungkapnya.

Seorang pelari asal Magelang, Rizal, mengaku sudah tiga kali mengikuti Rupiah Borobudur Playon. Pada keikutsertaan ketiga ini, ia bersama rekannya menggunakan aksesoris uang koin besar bertuliskan "Hutan untuk Kesejahteraan”, yang dikalungkan di badannya.

"Ini juga untuk kampanye lingkungan. Harapannya, ke depan event ini lebih ramai lagi," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu