Follow Us :              

Rupiah Borobudur Playon 2026 Hadirkan Manfaat Nyata, Donasikan Rp600 Juta untuk Desa Sekitar Borobudur

  05 July 2026  |   05:00:00  |   dibaca : 231 
Kategori :
Bagikan :


Rupiah Borobudur Playon 2026 Hadirkan Manfaat Nyata, Donasikan Rp600 Juta untuk Desa Sekitar Borobudur

05 July 2026 | 05:00:00 | dibaca : 231
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

KAB MAGELANG — Gelaran Rupiah Borobudur Playon 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Diketahui, seluruh dana pendaftaran peserta yang jumlahnya mencapai lebih dari Rp600 juta akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang setiap tahun menghadirkan Rupiah Borobudur Playon dengan menggabungkan olahraga, pemberdayaan ekonomi, edukasi, hingga aksi sosial.

"Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan ini," ucapnya dalam Konferensi Pers di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada Minggu, 5 Juli 2026.

Menurutnya, manfaat kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada aspek kesehatan. Event lari ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata olahraga (sport tourism).

"Jawa Tengah pertumbuhan ekonominya banyak ditopang (sektor) konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, tentu saja harus banyak mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah," ujarnya.

Sekda menilai, Rupiah Borobudur Playon menjadi contoh bagaimana sebuah event olahraga mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan dampak sosial melalui penyaluran dana pendaftaran peserta untuk masyarakat sekitar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan bahwa seluruh dana pendaftaran peserta akan disalurkan kepada sejumlah desa yang ada di sekitar Borobudur.

"Yang kami peroleh dari pendaftaran pelari itu kira-kira Rp600 juta, dan itu akan kami donasikan ke 10 desa untuk program pengolahan sampah," ujarnya.

Selain event lari kategori 5K dan 10K, kegiatan ini juga menghadirkan puluhan UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemprov Jateng; edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta perlindungan konsumen; Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), hingga operasi pasar murah.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap gelaran Rupiah Borobudur Playon terus meningkat. Jika pada penyelenggaraan perdana tahun 2023 diikuti sekitar 2.000 peserta, tahun ini jumlah pesertanya mencapai sekitar 4.000 pelari.

Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan jajaran pimpinan daerah di Pemprov Jateng. Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengikuti kategori 5K, sementara Sekda Jateng menuntaskan rute 10K bersama ribuan pelari lainnya.

Salah satu peserta asal Yogyakarta, Laras Khalifah, mengaku kembali mengikuti Rupiah Borobudur Playon, karena suasana yang ditawarkan selalu membuatnya nyaman. Tahun ini menjadi kali ketiga ia mengikuti ajang tersebut.

"Event ini sangat menyenangkan. Rutenya juga bagus. Kebetulan tadi tidak terlalu panas, suasananya meriah, saya ikut bersama anak saya dan kami sangat menikmati 
event ini," ucapnya.

Menurutnya, lokasi yang dekat dengan tempat tinggal menjadi salah satu alasannya mengikuti Rupiah Borobudur Playon. Namun, hal yang membuatnya kembali berpartisipasi adalah suasana di kawasan Borobudur. 

"Selain dekat dari rumah, suasananya juga sejuk dan menyenangkan. Itu yang membuat saya tertarik ikut lagi," katanya.


Bagikan :

KAB MAGELANG — Gelaran Rupiah Borobudur Playon 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Diketahui, seluruh dana pendaftaran peserta yang jumlahnya mencapai lebih dari Rp600 juta akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang setiap tahun menghadirkan Rupiah Borobudur Playon dengan menggabungkan olahraga, pemberdayaan ekonomi, edukasi, hingga aksi sosial.

"Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan ini," ucapnya dalam Konferensi Pers di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada Minggu, 5 Juli 2026.

Menurutnya, manfaat kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada aspek kesehatan. Event lari ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata olahraga (sport tourism).

"Jawa Tengah pertumbuhan ekonominya banyak ditopang (sektor) konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, tentu saja harus banyak mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah," ujarnya.

Sekda menilai, Rupiah Borobudur Playon menjadi contoh bagaimana sebuah event olahraga mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan dampak sosial melalui penyaluran dana pendaftaran peserta untuk masyarakat sekitar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan bahwa seluruh dana pendaftaran peserta akan disalurkan kepada sejumlah desa yang ada di sekitar Borobudur.

"Yang kami peroleh dari pendaftaran pelari itu kira-kira Rp600 juta, dan itu akan kami donasikan ke 10 desa untuk program pengolahan sampah," ujarnya.

Selain event lari kategori 5K dan 10K, kegiatan ini juga menghadirkan puluhan UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemprov Jateng; edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta perlindungan konsumen; Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), hingga operasi pasar murah.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap gelaran Rupiah Borobudur Playon terus meningkat. Jika pada penyelenggaraan perdana tahun 2023 diikuti sekitar 2.000 peserta, tahun ini jumlah pesertanya mencapai sekitar 4.000 pelari.

Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan jajaran pimpinan daerah di Pemprov Jateng. Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengikuti kategori 5K, sementara Sekda Jateng menuntaskan rute 10K bersama ribuan pelari lainnya.

Salah satu peserta asal Yogyakarta, Laras Khalifah, mengaku kembali mengikuti Rupiah Borobudur Playon, karena suasana yang ditawarkan selalu membuatnya nyaman. Tahun ini menjadi kali ketiga ia mengikuti ajang tersebut.

"Event ini sangat menyenangkan. Rutenya juga bagus. Kebetulan tadi tidak terlalu panas, suasananya meriah, saya ikut bersama anak saya dan kami sangat menikmati 
event ini," ucapnya.

Menurutnya, lokasi yang dekat dengan tempat tinggal menjadi salah satu alasannya mengikuti Rupiah Borobudur Playon. Namun, hal yang membuatnya kembali berpartisipasi adalah suasana di kawasan Borobudur. 

"Selain dekat dari rumah, suasananya juga sejuk dan menyenangkan. Itu yang membuat saya tertarik ikut lagi," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu