Foto : Adit (Humas Jateng)
Foto : Adit (Humas Jateng)
SEMARANG — Ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi program Magang ke Jepang Tahun 2026 di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 6 Juli 2026.
Dari Pemalang, Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat, mereka membawa cerita dan mimpi yang sama untuk mengubah kehidupan keluarga melalui kesempatan bekerja dan belajar di Jepang.
Peserta asal Pemalang Jawa Tengah, Bima Sujatmiko, mengungkapkan, ia mengetahui program Magang ke Jepang dari sosialisasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di sekolahnya. Ia berharap bisa mengikuti program ini untuk membantu ekonomi keluarga.
“Untuk meningkatkan ekonomi keluarga, agar bisa membiayai sekolah adik,” ucap Bima yang mengaku telah menyiapkan diri sejak jauh-jauh hari.
Peserta lain asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Andi Ardiansyah, mengatakan, ia sengaja mengikuti seleksi Magang ke Jepang di Jateng, setelah mengetahui informasi pendaftaran program magang dari IM Japan.
“Motivasi saya ingin belajar betul bagaimana bekerjanya orang Jepang. Karena saya tahunya mereka itu maju. Saya ingin belajar di sana, sehingga bisa mengaplikasikannya di Indonesia,” ucapnya.
Andi mengungkapkan, setelah lulus SMA ia tidak langsung melanjutkan pendidikan, karena kondisi ekonomi keluarga. Kemudian, ia merantau ke Jawa, mendapatkan beasiswa kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya, dan lulus pada Februari 2026.
Maka dari itu, ia berharap bisa lolos seleksi dan sukses bekerja di Jepang, sehingga kelak dapat membantu adik-adiknya agar mereka memiliki kesempatan yang lebih baik ke depan.
“Saya ingin membanggakan negara Indonesia dan bisa memberangkatkan adik-adik saya untuk ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, peserta asal Tegal, Eko Prasetyo, mengaku tertarik ikut seleksi program Magang ke Jepang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperbaiki ekonomi keluarga. Ia sudah mencari tahu gambaran dunia kerja di Jepang. Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu hal utama yang harus disiapkan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menjelaskan, tercatat ada sebanyak 508 orang yang mendaftar program Magang ke Jepang 2026. Dari jumlah tersebut, 401 peserta hadir mengikuti tahapan seleksi. Para peserta berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Banten, Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, program Magang ke Jepang menjadi bukti sumber daya manusia Indonesia, termasuk Jawa Tengah, memiliki daya saing di tingkat internasional. Maka dari itu, kepercayaan tersebut harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
“Tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja negara-negara lain. Etos kerja Indonesia patut diperhitungkan di kancah internasional,” ucapnya.
Ia berpesan kepada para peserta untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan serius. Baginya, keberanian para peserta untuk mencoba sudah menjadi langkah penting dalam meraih masa depan.
Gubernur juga meminta para peserta tidak minder dengan latar belakang masing-masing. Ia berharap, mereka kelak bisa menjadi duta tenaga kerja Indonesia yang mampu membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Wakil Direktur IM Japan, Yamauchi Takeshi, berpesan agar para peserta tidak menjadikan program Magang ke Jepang hanya sebagai jalan untuk mendapatkan gaji. Menurutnya, hal terpenting dari program tersebut adalah belajar tentang etos kerja.
“Tujuan kalian bukan hanya sekadar berangkat ke Jepang. Tujuan yang sebenarnya adalah belajar sebanyak mungkin melalui pekerjaan di Jepang,” katanya.
Ia mengatakan, peserta magang harus membangun karakter yang baik, mulai dari menaati aturan, jujur, menghormati orang lain, serta aktif belajar selama bekerja di Jepang.
“Bekerja di Jepang bukanlah hal yang mudah. Namun, ada sangat banyak hal yang bisa dipelajari,” ujarnya.
SEMARANG — Ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi program Magang ke Jepang Tahun 2026 di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 6 Juli 2026.
Dari Pemalang, Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat, mereka membawa cerita dan mimpi yang sama untuk mengubah kehidupan keluarga melalui kesempatan bekerja dan belajar di Jepang.
Peserta asal Pemalang Jawa Tengah, Bima Sujatmiko, mengungkapkan, ia mengetahui program Magang ke Jepang dari sosialisasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di sekolahnya. Ia berharap bisa mengikuti program ini untuk membantu ekonomi keluarga.
“Untuk meningkatkan ekonomi keluarga, agar bisa membiayai sekolah adik,” ucap Bima yang mengaku telah menyiapkan diri sejak jauh-jauh hari.
Peserta lain asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Andi Ardiansyah, mengatakan, ia sengaja mengikuti seleksi Magang ke Jepang di Jateng, setelah mengetahui informasi pendaftaran program magang dari IM Japan.
“Motivasi saya ingin belajar betul bagaimana bekerjanya orang Jepang. Karena saya tahunya mereka itu maju. Saya ingin belajar di sana, sehingga bisa mengaplikasikannya di Indonesia,” ucapnya.
Andi mengungkapkan, setelah lulus SMA ia tidak langsung melanjutkan pendidikan, karena kondisi ekonomi keluarga. Kemudian, ia merantau ke Jawa, mendapatkan beasiswa kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya, dan lulus pada Februari 2026.
Maka dari itu, ia berharap bisa lolos seleksi dan sukses bekerja di Jepang, sehingga kelak dapat membantu adik-adiknya agar mereka memiliki kesempatan yang lebih baik ke depan.
“Saya ingin membanggakan negara Indonesia dan bisa memberangkatkan adik-adik saya untuk ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, peserta asal Tegal, Eko Prasetyo, mengaku tertarik ikut seleksi program Magang ke Jepang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperbaiki ekonomi keluarga. Ia sudah mencari tahu gambaran dunia kerja di Jepang. Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu hal utama yang harus disiapkan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menjelaskan, tercatat ada sebanyak 508 orang yang mendaftar program Magang ke Jepang 2026. Dari jumlah tersebut, 401 peserta hadir mengikuti tahapan seleksi. Para peserta berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Banten, Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, program Magang ke Jepang menjadi bukti sumber daya manusia Indonesia, termasuk Jawa Tengah, memiliki daya saing di tingkat internasional. Maka dari itu, kepercayaan tersebut harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
“Tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja negara-negara lain. Etos kerja Indonesia patut diperhitungkan di kancah internasional,” ucapnya.
Ia berpesan kepada para peserta untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan serius. Baginya, keberanian para peserta untuk mencoba sudah menjadi langkah penting dalam meraih masa depan.
Gubernur juga meminta para peserta tidak minder dengan latar belakang masing-masing. Ia berharap, mereka kelak bisa menjadi duta tenaga kerja Indonesia yang mampu membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Wakil Direktur IM Japan, Yamauchi Takeshi, berpesan agar para peserta tidak menjadikan program Magang ke Jepang hanya sebagai jalan untuk mendapatkan gaji. Menurutnya, hal terpenting dari program tersebut adalah belajar tentang etos kerja.
“Tujuan kalian bukan hanya sekadar berangkat ke Jepang. Tujuan yang sebenarnya adalah belajar sebanyak mungkin melalui pekerjaan di Jepang,” katanya.
Ia mengatakan, peserta magang harus membangun karakter yang baik, mulai dari menaati aturan, jujur, menghormati orang lain, serta aktif belajar selama bekerja di Jepang.
“Bekerja di Jepang bukanlah hal yang mudah. Namun, ada sangat banyak hal yang bisa dipelajari,” ujarnya.
Berita Terbaru