Follow Us :              

942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke Luar Negeri

  25 July 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 720 
Kategori :
Bagikan :

942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke Luar Negeri

25 July 2026 | 00:00:00 | dibaca : 720
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke Luar Negeri
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke Luar Negeri
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke Luar Negeri
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke Luar Negeri
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke Luar Negeri

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 memasuki babak akhir.

Berdasarkan data Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, jumlah pendaftar beasiswa program tersebut mencapai 942 orang, yang terdiri dari 702 santri dan 240 pengasuh.

“Untuk beasiswa dalam negeri masih seleksi tahap akhir melalui wawancara tanggal 25-26 Juli 2026, yang hasilnya diumumkan pada 3 Agustus 2026," ucap Ketua LFSP Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, di Kota Semarang pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Tahapan wawancara berlangsung di Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMP) Provinsi Jawa Tengah, Jl. Setiabudi No. 201A, Srondol, Kota Semarang. Hasil wawancara akan diumumkan melalui laman www.jatengprov.go.id, dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).

Adapun untuk penerima beasiswa kuliah tingkat sarjana di kampus luar negeri sudah diumumkan pada 6 Juli 2026. Ada sebanyak 15 orang yang lolos beasiswa ini, yakni 3 orang mahsiswa di bidang Sainstek kuliah ke Cina, 1 orang di jurusan kedokteran, Al- Azhar Mesir, 3 orang di Al Ahqof Yaman, dan 7 orang di bidang Keislaman Al Azhar Mesir, serta 1 santri kuliah Double Degree.

Hasyim mengatakan, sejak dibentuk Gubernur pada November 2025, Pemprov Jateng menugaskan LFSP untuk menjalankan seleksi program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren. Ini perwujudan program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

"Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren di Jawa Tengah. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri sulit untuk bisa masuk, karena itu pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini. Semoga program ini berkah untuk semuanya," ucapnya.

Ia menyampaikan, program ini sudah disosialisasikan sejak lalu, baik secara daring maupun luring. Informasi program ini dapat diakses melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni), yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore.

Sementara itu, petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui laman www.jatengprov.go.id. Program beasiswa tahun 2026, perdana diselenggarakan dan akan dibuka kembali pada tahun-tahun berikutnya.

Ketua Panitia Seleksi Beasiwa Santi dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, Wahid Abdulrahman, menyampaikan, materi wawancara beasiswa, meliputi kemampuan membaca kitab kuning (50%), hafalan Al-Qur’an (20%), wawasan kebangsaan (15%), dan Kepesantrenan (15%).

Ia mengungkapkan, Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren ini ada terbagi menjadi 5 jenis, yaitu program beasiswa santri pendidikan Vokasi dan S1 dalam negeri; Vokasi dan S-1 Luar Negeri; S1 luar negeri (Double Degree); S1 luar negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman; serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 dalam negeri.

"Untuk kampusnya, pilihannya bebas, bisa negeri atau swasta, yang penting kampus di Jawa Tengah yang sudah MoU dengan Pemprov Jateng atau kampus luar negeri yang juga sudah kerja sama," ucap Wahid.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyatakan, panitia melakukan seleksi ketat terhadap pelaksanaan program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026.

Ia menjelaskan, seleksi itu melibatkan perwakilan dari ulama, pengelola pondok pesantren, dan akademisi.

"Jadi jangan berharap, nanti nitip Pak Yasin supaya bisa lolos ya. Kami ingin terbuka," ucapnya beberapa waktu lalu.

Wagub menambahkan, antusiasme peserta yang mendaftar program Beasiswa Santri sangat tinggi. Menurutnya, program ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri.


Bagikan :

SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 memasuki babak akhir.

Berdasarkan data Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, jumlah pendaftar beasiswa program tersebut mencapai 942 orang, yang terdiri dari 702 santri dan 240 pengasuh.

“Untuk beasiswa dalam negeri masih seleksi tahap akhir melalui wawancara tanggal 25-26 Juli 2026, yang hasilnya diumumkan pada 3 Agustus 2026," ucap Ketua LFSP Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, di Kota Semarang pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Tahapan wawancara berlangsung di Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMP) Provinsi Jawa Tengah, Jl. Setiabudi No. 201A, Srondol, Kota Semarang. Hasil wawancara akan diumumkan melalui laman www.jatengprov.go.id, dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).

Adapun untuk penerima beasiswa kuliah tingkat sarjana di kampus luar negeri sudah diumumkan pada 6 Juli 2026. Ada sebanyak 15 orang yang lolos beasiswa ini, yakni 3 orang mahsiswa di bidang Sainstek kuliah ke Cina, 1 orang di jurusan kedokteran, Al- Azhar Mesir, 3 orang di Al Ahqof Yaman, dan 7 orang di bidang Keislaman Al Azhar Mesir, serta 1 santri kuliah Double Degree.

Hasyim mengatakan, sejak dibentuk Gubernur pada November 2025, Pemprov Jateng menugaskan LFSP untuk menjalankan seleksi program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren. Ini perwujudan program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

"Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren di Jawa Tengah. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri sulit untuk bisa masuk, karena itu pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini. Semoga program ini berkah untuk semuanya," ucapnya.

Ia menyampaikan, program ini sudah disosialisasikan sejak lalu, baik secara daring maupun luring. Informasi program ini dapat diakses melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni), yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore.

Sementara itu, petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui laman www.jatengprov.go.id. Program beasiswa tahun 2026, perdana diselenggarakan dan akan dibuka kembali pada tahun-tahun berikutnya.

Ketua Panitia Seleksi Beasiwa Santi dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, Wahid Abdulrahman, menyampaikan, materi wawancara beasiswa, meliputi kemampuan membaca kitab kuning (50%), hafalan Al-Qur’an (20%), wawasan kebangsaan (15%), dan Kepesantrenan (15%).

Ia mengungkapkan, Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren ini ada terbagi menjadi 5 jenis, yaitu program beasiswa santri pendidikan Vokasi dan S1 dalam negeri; Vokasi dan S-1 Luar Negeri; S1 luar negeri (Double Degree); S1 luar negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman; serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 dalam negeri.

"Untuk kampusnya, pilihannya bebas, bisa negeri atau swasta, yang penting kampus di Jawa Tengah yang sudah MoU dengan Pemprov Jateng atau kampus luar negeri yang juga sudah kerja sama," ucap Wahid.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyatakan, panitia melakukan seleksi ketat terhadap pelaksanaan program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026.

Ia menjelaskan, seleksi itu melibatkan perwakilan dari ulama, pengelola pondok pesantren, dan akademisi.

"Jadi jangan berharap, nanti nitip Pak Yasin supaya bisa lolos ya. Kami ingin terbuka," ucapnya beberapa waktu lalu.

Wagub menambahkan, antusiasme peserta yang mendaftar program Beasiswa Santri sangat tinggi. Menurutnya, program ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu