Follow Us :              

Jawa Tengah Jadi Tonggak Baru MTQ Nasional 2026, Ada Majelis Kode Etik Hakim dan Cabang Baru untuk Disabilitas

  06 August 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 225 
Kategori :
Bagikan :

Jawa Tengah Jadi Tonggak Baru MTQ Nasional 2026, Ada Majelis Kode Etik Hakim dan Cabang Baru untuk Disabilitas

06 August 2026 | 09:00:00 | dibaca : 225
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Jawa Tengah Jadi Tonggak Baru MTQ Nasional 2026, Ada Majelis Kode Etik Hakim dan Cabang Baru untuk Disabilitas
Jawa Tengah Jadi Tonggak Baru MTQ Nasional 2026, Ada Majelis Kode Etik Hakim dan Cabang Baru untuk Disabilitas
Jawa Tengah Jadi Tonggak Baru MTQ Nasional 2026, Ada Majelis Kode Etik Hakim dan Cabang Baru untuk Disabilitas
Jawa Tengah Jadi Tonggak Baru MTQ Nasional 2026, Ada Majelis Kode Etik Hakim dan Cabang Baru untuk Disabilitas
Jawa Tengah Jadi Tonggak Baru MTQ Nasional 2026, Ada Majelis Kode Etik Hakim dan Cabang Baru untuk Disabilitas

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama stakeholder terkait terus mematangkan persiapan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Semarang.  

Ajang yang akan digelar pada 12–19 September 2026 itu akan menghadirkan sejumlah terobosan yang belum pernah dilakukan dalam sejarah penyelenggaraan MTQ Nasional.

Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, mengatakan bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah menjadi momentum istimewa, karena provinsi ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah 47 tahun.

"Kami akan memanfaatkan penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dari segi perhakiman," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Checking Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 6 Agustus 2026. 

Ia menyampaikan, dalam sejarah gelaran MTQ Nasional untuk pertama kalinya akan diluncurkan Majelis Kode Etik Dewan Hakim. Lembaga tersebut dibentuk dan dipersiapkan sebagai instrumen pengawasan untuk memperkuat integritas, profesionalisme, serta kualitas penilaian para dewan hakim selama perlombaan berlangsung.

Selain itu, penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 juga akan mencatat sejarah baru dengan digelarnya ekshibisi cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW). Cabang tersebut diselenggarakan setelah terbitnya Mushaf Al-Qur'an Standar Isyarat, sehingga membuka ruang lebih luas bagi para teman-teman tuli untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur'an.

"Ini cabang baru untuk (teman-teman) tuli muslim, yang akan diekshibisikan pertama kalinya pada MTQ Nasional 2026 di Provinsi Jawa Tengah," ucapnya.

Tak hanya itu, juga akan digelar seminar internasional yang melibatkan para akademisi dan pakar Al-Qur'an dari berbagai negara. Seminar ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama agar MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pengembangan keilmuan Islam bertaraf internasional.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, rapat tersebut difokuskan pada pemantapan teknis serta percepatan penyelesaian berbagai aspek persiapan menjelang pelaksanaan MTQ Nasional 2026.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kesiapan kawasan Lapangan Simpanglima Semarang yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional. Penataan kawasan dilakukan secara cermat, karena bersamaan dengan proyek revitalisasi Simpanglima yang tengah dikerjakan Pemerintah Kota Semarang.

Panitia menargetkan penataan venue secara menyeluruh dapat dimulai pada 18 Agustus 2026. Setelah kawasan tersebut selesai digunakan untuk rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran acara maupun prestasi peserta, tetapi juga dari kualitas pelayanan kepada seluruh tamu dan kafilah.

"Bagi kami, sukses pelaksanaan itu kalau tidak disertai dengan keramahan juga tidak afdal. Selain mencari kemenangan, kita juga mencari persahabatan yang baik antarpemerintah daerah," ujarnya.

Rangkaian MTQ Nasional XXXI dijadwalkan diawali dengan Malam Ta'aruf pada 11 September 2026, dilanjutkan Pawai Ta'aruf pada 12 September pagi, serta Opening Ceremony pada malam harinya di Lapangan Simpanglima Semarang. Penutupan akan digelar pada 19 September 2026 di lokasi yang sama.

Guna memeriahkan perhelatan nasional ini, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya festival rebana, lomba kaligrafi, hingga upaya pencatatan rekor menyanyikan Mars MTQ dengan peserta terbanyak. Kegiatan itu ditargetkan melibatkan sekitar 100 ribu peserta secara luring maupun daring.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama stakeholder terkait terus mematangkan persiapan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Semarang.  

Ajang yang akan digelar pada 12–19 September 2026 itu akan menghadirkan sejumlah terobosan yang belum pernah dilakukan dalam sejarah penyelenggaraan MTQ Nasional.

Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, mengatakan bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah menjadi momentum istimewa, karena provinsi ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah 47 tahun.

"Kami akan memanfaatkan penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dari segi perhakiman," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Checking Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 6 Agustus 2026. 

Ia menyampaikan, dalam sejarah gelaran MTQ Nasional untuk pertama kalinya akan diluncurkan Majelis Kode Etik Dewan Hakim. Lembaga tersebut dibentuk dan dipersiapkan sebagai instrumen pengawasan untuk memperkuat integritas, profesionalisme, serta kualitas penilaian para dewan hakim selama perlombaan berlangsung.

Selain itu, penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 juga akan mencatat sejarah baru dengan digelarnya ekshibisi cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW). Cabang tersebut diselenggarakan setelah terbitnya Mushaf Al-Qur'an Standar Isyarat, sehingga membuka ruang lebih luas bagi para teman-teman tuli untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur'an.

"Ini cabang baru untuk (teman-teman) tuli muslim, yang akan diekshibisikan pertama kalinya pada MTQ Nasional 2026 di Provinsi Jawa Tengah," ucapnya.

Tak hanya itu, juga akan digelar seminar internasional yang melibatkan para akademisi dan pakar Al-Qur'an dari berbagai negara. Seminar ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama agar MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pengembangan keilmuan Islam bertaraf internasional.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, rapat tersebut difokuskan pada pemantapan teknis serta percepatan penyelesaian berbagai aspek persiapan menjelang pelaksanaan MTQ Nasional 2026.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kesiapan kawasan Lapangan Simpanglima Semarang yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional. Penataan kawasan dilakukan secara cermat, karena bersamaan dengan proyek revitalisasi Simpanglima yang tengah dikerjakan Pemerintah Kota Semarang.

Panitia menargetkan penataan venue secara menyeluruh dapat dimulai pada 18 Agustus 2026. Setelah kawasan tersebut selesai digunakan untuk rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran acara maupun prestasi peserta, tetapi juga dari kualitas pelayanan kepada seluruh tamu dan kafilah.

"Bagi kami, sukses pelaksanaan itu kalau tidak disertai dengan keramahan juga tidak afdal. Selain mencari kemenangan, kita juga mencari persahabatan yang baik antarpemerintah daerah," ujarnya.

Rangkaian MTQ Nasional XXXI dijadwalkan diawali dengan Malam Ta'aruf pada 11 September 2026, dilanjutkan Pawai Ta'aruf pada 12 September pagi, serta Opening Ceremony pada malam harinya di Lapangan Simpanglima Semarang. Penutupan akan digelar pada 19 September 2026 di lokasi yang sama.

Guna memeriahkan perhelatan nasional ini, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya festival rebana, lomba kaligrafi, hingga upaya pencatatan rekor menyanyikan Mars MTQ dengan peserta terbanyak. Kegiatan itu ditargetkan melibatkan sekitar 100 ribu peserta secara luring maupun daring.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu