Follow Us :              

Dukung World Cleanup Day, Gubernur Sebut Penganganan Sampah di Jateng Butuh Aksi Bersama

  11 August 2026  |   11:30:00  |   dibaca : 187 
Kategori :
Bagikan :

Dukung World Cleanup Day, Gubernur Sebut Penganganan Sampah di Jateng Butuh Aksi Bersama

11 August 2026 | 11:30:00 | dibaca : 187
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Dukung World Cleanup Day, Gubernur Sebut Penganganan Sampah di Jateng Butuh Aksi Bersama
Dukung World Cleanup Day, Gubernur Sebut Penganganan Sampah di Jateng Butuh Aksi Bersama
Dukung World Cleanup Day, Gubernur Sebut Penganganan Sampah di Jateng Butuh Aksi Bersama
Dukung World Cleanup Day, Gubernur Sebut Penganganan Sampah di Jateng Butuh Aksi Bersama
Dukung World Cleanup Day, Gubernur Sebut Penganganan Sampah di Jateng Butuh Aksi Bersama

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, penanganan sampah di wilayahnya butuh aksi bersama dari pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi pengurus World Cleanup Day (WCD) Jawa Tengah di Kota Semarang pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Sejumlah daerah di Jateng telah melakukan penanganan sampah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah, di antaranya pengembangan refuse derived fuel (RDF), seperti di Cilacap dan Banyumas.  

Gubernur juga mendorong daerah-daerah lain untuk memperkuat pengelolaan sampah secara terpadu. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan, pihaknya mendukung pelaksanaan rangkaian World Cleanup Day  2026 di Jawa Tengah. Gerakan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menangani persoalan sampah.

“Yang paling pokok adalah kesadaran. Makanya, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik. Saya setuju, nanti kita dukung,” ucapnya.

Ia berharap, gerakan WCD tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih dalam satu momentum, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Pelaksanaannya juga diharapkan menjangkau lebih banyak daerah dan melibatkan bupati, wali kota, serta seluruh pemangku kepentingan.

Leader WCD Jawa Tengah, Septiany Punti Dewi, mengatakan, rangkaian acara WCD tahun ke-8 ini akan dilaksanakan pada 17 Agustus-28 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema Bebersih Pemuda-Pemudi untuk Memerdekakan Sampah.

“World Cleanup Day dilaksanakan di lebih dari 200 negara dan Indonesia menjadi salah satunya. Kebetulan tahun ini merupakan tahun kedelapan. Alhamdulillah, Jawa Tengah selalu mendapatkan peringkat pertama untuk jumlah relawan terbanyak,” katanya.

Menurut Septiany, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dinas lingkungan hidup, komunitas, relawan, hingga masyarakat. Melalui audiensi dengan Gubernur Jateng, pihaknya berharap dukungan terhadap gerakan tersebut dapat diperluas.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik. Mungkin orang melihat World Cleanup Day hanya sebagai kegiatan satu hari, tetapi yang sudah kami lakukan lebih dari itu. Kami juga melakukan pendampingan dan edukasi ke kampus, sekolah, serta desa-desa,” ujarnya.

Koordinator Program WCD Jawa Tengah, Purnawirawan, menambahkan, salah satu kegiatan yang telah berjalan adalah program Zero Waste School atau Sekolah Bebas Sampah di Kabupaten Kudus.

“Kami juga menyasar para guru, karena mereka harus bisa memberikan contoh kepada anak-anak. Sekolah sebagai tempat pembelajaran perlu menanamkan kesadaran kepada peserta didik. Harapannya, kebiasaan tersebut kemudian (dapat) diterapkan di rumah,” katanya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah pola pikir sebagian masyarakat yang menganggap persoalan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah.

Oleh karena itu, selain edukasi yang berkelanjutan, penerapan regulasi dan sanksi dinilai perlu diperkuat. Dengan demikian, masyarakat dapat terdorong untuk bertanggung jawab terhadap sampah mulai dari sumbernya.

WCD Jawa Tengah juga telah mendampingi penerapan program zero waste di salah satu perguruan tinggi. Pada tahun 2024, sampah dari kampus tersebut berhasil ditekan hingga sekitar 10% dari total sampah. Nantinya, sampah yang memiliki nilai ekonomi dijual dan hasilnya dimanfaatkan untuk membantu beasiswa para mahasiswa.

Pada 2025, kampus itu disebut telah mencapai zero waste. Keberhasilan itu akan dikembangkan sebagai model pembelajaran bagi perguruan tinggi lain dalam menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, penanganan sampah di wilayahnya butuh aksi bersama dari pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi pengurus World Cleanup Day (WCD) Jawa Tengah di Kota Semarang pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Sejumlah daerah di Jateng telah melakukan penanganan sampah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah, di antaranya pengembangan refuse derived fuel (RDF), seperti di Cilacap dan Banyumas.  

Gubernur juga mendorong daerah-daerah lain untuk memperkuat pengelolaan sampah secara terpadu. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan, pihaknya mendukung pelaksanaan rangkaian World Cleanup Day  2026 di Jawa Tengah. Gerakan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menangani persoalan sampah.

“Yang paling pokok adalah kesadaran. Makanya, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik. Saya setuju, nanti kita dukung,” ucapnya.

Ia berharap, gerakan WCD tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih dalam satu momentum, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Pelaksanaannya juga diharapkan menjangkau lebih banyak daerah dan melibatkan bupati, wali kota, serta seluruh pemangku kepentingan.

Leader WCD Jawa Tengah, Septiany Punti Dewi, mengatakan, rangkaian acara WCD tahun ke-8 ini akan dilaksanakan pada 17 Agustus-28 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema Bebersih Pemuda-Pemudi untuk Memerdekakan Sampah.

“World Cleanup Day dilaksanakan di lebih dari 200 negara dan Indonesia menjadi salah satunya. Kebetulan tahun ini merupakan tahun kedelapan. Alhamdulillah, Jawa Tengah selalu mendapatkan peringkat pertama untuk jumlah relawan terbanyak,” katanya.

Menurut Septiany, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dinas lingkungan hidup, komunitas, relawan, hingga masyarakat. Melalui audiensi dengan Gubernur Jateng, pihaknya berharap dukungan terhadap gerakan tersebut dapat diperluas.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik. Mungkin orang melihat World Cleanup Day hanya sebagai kegiatan satu hari, tetapi yang sudah kami lakukan lebih dari itu. Kami juga melakukan pendampingan dan edukasi ke kampus, sekolah, serta desa-desa,” ujarnya.

Koordinator Program WCD Jawa Tengah, Purnawirawan, menambahkan, salah satu kegiatan yang telah berjalan adalah program Zero Waste School atau Sekolah Bebas Sampah di Kabupaten Kudus.

“Kami juga menyasar para guru, karena mereka harus bisa memberikan contoh kepada anak-anak. Sekolah sebagai tempat pembelajaran perlu menanamkan kesadaran kepada peserta didik. Harapannya, kebiasaan tersebut kemudian (dapat) diterapkan di rumah,” katanya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah pola pikir sebagian masyarakat yang menganggap persoalan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah.

Oleh karena itu, selain edukasi yang berkelanjutan, penerapan regulasi dan sanksi dinilai perlu diperkuat. Dengan demikian, masyarakat dapat terdorong untuk bertanggung jawab terhadap sampah mulai dari sumbernya.

WCD Jawa Tengah juga telah mendampingi penerapan program zero waste di salah satu perguruan tinggi. Pada tahun 2024, sampah dari kampus tersebut berhasil ditekan hingga sekitar 10% dari total sampah. Nantinya, sampah yang memiliki nilai ekonomi dijual dan hasilnya dimanfaatkan untuk membantu beasiswa para mahasiswa.

Pada 2025, kampus itu disebut telah mencapai zero waste. Keberhasilan itu akan dikembangkan sebagai model pembelajaran bagi perguruan tinggi lain dalam menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu