Follow Us :              

Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jawa Tengah Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan

  28 August 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 203 
Kategori :
Bagikan :

Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jawa Tengah Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan

28 August 2026 | 19:00:00 | dibaca : 203
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jawa Tengah Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan
Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jawa Tengah Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan
Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jawa Tengah Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan
Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jawa Tengah Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan
Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jawa Tengah Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BALI — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.

Terbaru, Pemprov Jateng meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan Tempo Media Group untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II-2026 di Bali Nusa Dua Convention Center Bali pada Jumat malam, 28 Agustus 2026.

Pada kesempatan itu, Provinsi Jawa Timur juga mendapat apresiasi dalam kategori tersebut. Sementara di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Wonosobo menjadi yang terbaik dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI.

Gubernur menyampaikan, upaya pengelolaan sampah di wilayahnya sudah terbagi dalam beberapa klaster. Terkait pengelolaan sampah untuk volume di atas seribu ton per hari, dilakukan dengan model aglomerasi dan regional untuk kebutuhan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Sementara volume sampah 100-200 ton per hari dikelola dengan model RDF (Refuse Derived Fuel) atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Model aglomerasi ini sudah mulai dilakukan melalui kerja sama dengan Danantara, untuk mengubah sampah menjadi energi listrik, seperti di Semarang Raya (Kota Semarang dan Kabupaten Kendal), Pekalongan Raya (Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang), serta Tegal Raya (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes). Kemudian, ada juga aglomerasi di Solo Raya mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, dan Kota Salatiga.

Sedangkan model RDF sudah dipraktikkan di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas,  Kabupaten Kudus, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Kebumen. Sampah yang diolah dengan model RDF dijadikan bahan bakar untuk pabrik semen.

Tak hanya itu, beberapa skema penanganan timbulan sampah juga sudah disiapkan. Contohnya, timbulan sampah di TPA Jatibarang Kota Semarang akan diolah menjadi bahan bakar solar, rencananya akan bekerja sama dengan  Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Selanjutnya di Solo Raya juga sedang didorong pengolahan timbulan sampah. Saat ini, sudah ada investor yang diarahkan untuk melihat peluang tersebut.

Meskipun demikian, Gubernur menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya terkait pengolahan timbunan sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lebih dari itu, pengelolaan sampah di hulu juga menjadi target penanganan. 

Menurutnya, penyelesaian masalah sampah juga harus diawali dari kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, program Desa Mandiri Sampah menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran tersebut.

Selain kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI, beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah juga mendapatkan apresiasi untuk kategori Akses Dan Kualitas Layanan Kesehatan. Kabupaten Rembang meraih peringkat Terbaik Pertama Tingkat Pemerintah Kabupaten dan Kota Tegal Terbaik Kedua Tingkat Pemerintah Kota.

Selanjutnya, ada kategori Akses Penduduk Terhadap Layanan Pendidikan. Kota Salatiga meriah peringkat Terbaik Pertama Tingkat Pemerintah Kota untuk kategori tersebut.

"Dari Jawa Tengah banyak yang dapat penghargaan, termasuk pemerintah provinsi. Ada (juga) Kabupaten Rembang, Kota Tegal, Kota Salatiga, dan Kabupaten Wonosobo. Ini menjadi motivasi kita untuk lebih giat dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat," ucap Gubernur.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan, pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat. Tak hanya itu, Presiden juga telah menargetkan zero sampah pada tahun 2029. 

Ia menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja daerah, sekaligus bagian dari upaya mendorong peningkatan kinerja melalui pemberian insentif fiskal.


Bagikan :

BALI — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.

Terbaru, Pemprov Jateng meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan Tempo Media Group untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II-2026 di Bali Nusa Dua Convention Center Bali pada Jumat malam, 28 Agustus 2026.

Pada kesempatan itu, Provinsi Jawa Timur juga mendapat apresiasi dalam kategori tersebut. Sementara di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Wonosobo menjadi yang terbaik dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI.

Gubernur menyampaikan, upaya pengelolaan sampah di wilayahnya sudah terbagi dalam beberapa klaster. Terkait pengelolaan sampah untuk volume di atas seribu ton per hari, dilakukan dengan model aglomerasi dan regional untuk kebutuhan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Sementara volume sampah 100-200 ton per hari dikelola dengan model RDF (Refuse Derived Fuel) atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Model aglomerasi ini sudah mulai dilakukan melalui kerja sama dengan Danantara, untuk mengubah sampah menjadi energi listrik, seperti di Semarang Raya (Kota Semarang dan Kabupaten Kendal), Pekalongan Raya (Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang), serta Tegal Raya (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes). Kemudian, ada juga aglomerasi di Solo Raya mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, dan Kota Salatiga.

Sedangkan model RDF sudah dipraktikkan di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas,  Kabupaten Kudus, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Kebumen. Sampah yang diolah dengan model RDF dijadikan bahan bakar untuk pabrik semen.

Tak hanya itu, beberapa skema penanganan timbulan sampah juga sudah disiapkan. Contohnya, timbulan sampah di TPA Jatibarang Kota Semarang akan diolah menjadi bahan bakar solar, rencananya akan bekerja sama dengan  Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Selanjutnya di Solo Raya juga sedang didorong pengolahan timbulan sampah. Saat ini, sudah ada investor yang diarahkan untuk melihat peluang tersebut.

Meskipun demikian, Gubernur menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya terkait pengolahan timbunan sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lebih dari itu, pengelolaan sampah di hulu juga menjadi target penanganan. 

Menurutnya, penyelesaian masalah sampah juga harus diawali dari kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, program Desa Mandiri Sampah menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran tersebut.

Selain kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI, beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah juga mendapatkan apresiasi untuk kategori Akses Dan Kualitas Layanan Kesehatan. Kabupaten Rembang meraih peringkat Terbaik Pertama Tingkat Pemerintah Kabupaten dan Kota Tegal Terbaik Kedua Tingkat Pemerintah Kota.

Selanjutnya, ada kategori Akses Penduduk Terhadap Layanan Pendidikan. Kota Salatiga meriah peringkat Terbaik Pertama Tingkat Pemerintah Kota untuk kategori tersebut.

"Dari Jawa Tengah banyak yang dapat penghargaan, termasuk pemerintah provinsi. Ada (juga) Kabupaten Rembang, Kota Tegal, Kota Salatiga, dan Kabupaten Wonosobo. Ini menjadi motivasi kita untuk lebih giat dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat," ucap Gubernur.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan, pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat. Tak hanya itu, Presiden juga telah menargetkan zero sampah pada tahun 2029. 

Ia menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja daerah, sekaligus bagian dari upaya mendorong peningkatan kinerja melalui pemberian insentif fiskal.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu