Foto : Tim Humas (Humas Jateng)
Foto : Tim Humas (Humas Jateng)
SEMARANG - Rangkaian persiapan panjang kafilah Jawa Tengah menuju perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 akhirnya memasuki tahap akhir. Setelah menjalani karantina dan penggemblengan intensif sejak April 2026, para peserta kini siap berlaga dalam ajang yang akan digelar pada 11-20 September 2026.
Saat ini, para kafilah Jateng memasuki pemusatan latihan terakhir di Asrama Haji Manyaran, Kota Semarang.
Salah seorang peserta asal kabupaten Jepara, Manbaul Ulum, mengatakan, ia akan berlomba di cabang kaligrafi digital putra. Baginya, rangkaian persiapan yang dilakukan menjadi pengalaman sekaligus kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam menghadapi MTQ Nasional pertamanya.
“Kami digembleng dari pagi sampai malam untuk cabang kaligrafi,” ucapnya saat ditemui di Asrama Haji Manyaran, Kota Semarang pada Rabu, 2 September 2026.
Pembinaan intensif itu telah dijalaninya bersama peserta dari cabang Kaligrafi sejak April lalu melalui karantina di Jakarta. Setiap bulan, mereka menjalani karantina selama dua pekan, kemudian pulang selama dua pekan, sebelum kembali mengikuti pembinaan pada bulan berikutnya.
Latihan semakin intensif dilakukan, karena karakter cabang kaligrafi berbeda dengan cabang lainnya. Dalam perlombaan, peserta harus menyelesaikan karya sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Kaligrafi beda dengan cabang lain, yang waktunya sebentar-sebentar. Kalau kaligrafi nanti lombanya delapan jam. Makanya pelatihannya juga beda,” ujarnya.
Setelah menjalani rangkaian karantina di Jakarta, Ulum kini mengikuti training camp di Asrama Haji Manyaran selama sekitar satu bulan. Ia dan peserta lainnya akan tetap menjalani pembinaan hingga tiba waktunya berangkat ke arena MTQ Nasional.
Menurut Ulum, pembinaan kali ini juga terasa berbeda dibandingkan persiapan pada tahun-tahun sebelumnya. Para peserta mendapat pendampingan dari pembina yang memiliki pengalaman di tingkat nasional hingga internasional.
Ia mengatakan, para pembina memberikan materi secara detail, termasuk berbagai teknik dan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas karya saat perlombaan.
Sebelumnya, Ulum mengikuti MTQ tingkat Jawa Tengah dan berhasil meraih juara II. Tahun ini, untuk pertama kalinya, ia dipercaya menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah di tingkat nasional.
Kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur sekaligus Ketua Umum LPTQ Jateng, Taj Yasin Maimoen, di tengah training camp turut menambah motivasi peserta.
“Kebetulan Pak Wagub, Pak Gub datang ke sini, alhamdulillah jadi motivasi bagi kami untuk terus semangat. Semoga nanti Jawa Tengah bisa juara umum,” katanya.
Peserta lainnya, Arifa Dini Islamiaty, asal Pemalang, juga merasakan intensifnya pembinaan tahun ini. Peserta cabang tilawah golongan dewasa putri itu mengatakan, setiap kekurangan peserta dievaluasi dan diperbaiki selama masa karantina.
“Selama karantina ini kita betul-betul dibimbing. Kekurangan-kekurangan kita diperbaiki dan dinilai oleh pembina,” ucapnya.
Bagi Arifa, persiapan tahun ini menjadi salah satu yang paling maksimal sepanjang pengalamannya mengikuti MTQ. Ia sudah mengikuti MTQ nasional sejak 2012 di Bangka Belitung, Batam, Nusa Tenggara Barat, Medan, Kepulauan Riau, hingga terakhir di Padang, Sumatera Barat.
Pada MTQ Nasional sebelumnya di Padang, Arifa mengikuti cabang tilawah remaja dan meraih peringkat keenam atau harapan III. Sementara pada tahun ini, untuk pertama kalinya, ia tampil di cabang tilawah golongan dewasa putri.
Target juara yang disampaikan Gubernur Jateng pun tidak dianggap sebagai beban. Bagi Arifa, target tersebut justru menjadi pemacu agar peserta meningkatkan persiapan menjelang perlombaan.
“Menjadi sebuah semangat untuk terus berlatih, sehingga kami bisa menyiapkan (diri dengan) lebih optimal dan maksimal lagi,” katanya.
Ia berharap, dukungan masyarakat Jawa Tengah dapat mengiringi perjuangan seluruh kafilah untuk berlomba di MTQ Nasional.
Semangat tersebut juga mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Tengah. Dalam arahannya, ia meminta masa karantina dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan peserta secara maksimal, termasuk teknik pelafalan dan cengkok bagi peserta cabang tilawah.
Ia juga menyampaikan, peserta akan mendapat dukungan sebelum bertanding. Gubernur mengatakan, pihaknya sudah meminta Baznas memberikan uang saku kepada seluruh kafilah sebelum mereka bertanding.
SEMARANG - Rangkaian persiapan panjang kafilah Jawa Tengah menuju perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 akhirnya memasuki tahap akhir. Setelah menjalani karantina dan penggemblengan intensif sejak April 2026, para peserta kini siap berlaga dalam ajang yang akan digelar pada 11-20 September 2026.
Saat ini, para kafilah Jateng memasuki pemusatan latihan terakhir di Asrama Haji Manyaran, Kota Semarang.
Salah seorang peserta asal kabupaten Jepara, Manbaul Ulum, mengatakan, ia akan berlomba di cabang kaligrafi digital putra. Baginya, rangkaian persiapan yang dilakukan menjadi pengalaman sekaligus kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam menghadapi MTQ Nasional pertamanya.
“Kami digembleng dari pagi sampai malam untuk cabang kaligrafi,” ucapnya saat ditemui di Asrama Haji Manyaran, Kota Semarang pada Rabu, 2 September 2026.
Pembinaan intensif itu telah dijalaninya bersama peserta dari cabang Kaligrafi sejak April lalu melalui karantina di Jakarta. Setiap bulan, mereka menjalani karantina selama dua pekan, kemudian pulang selama dua pekan, sebelum kembali mengikuti pembinaan pada bulan berikutnya.
Latihan semakin intensif dilakukan, karena karakter cabang kaligrafi berbeda dengan cabang lainnya. Dalam perlombaan, peserta harus menyelesaikan karya sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Kaligrafi beda dengan cabang lain, yang waktunya sebentar-sebentar. Kalau kaligrafi nanti lombanya delapan jam. Makanya pelatihannya juga beda,” ujarnya.
Setelah menjalani rangkaian karantina di Jakarta, Ulum kini mengikuti training camp di Asrama Haji Manyaran selama sekitar satu bulan. Ia dan peserta lainnya akan tetap menjalani pembinaan hingga tiba waktunya berangkat ke arena MTQ Nasional.
Menurut Ulum, pembinaan kali ini juga terasa berbeda dibandingkan persiapan pada tahun-tahun sebelumnya. Para peserta mendapat pendampingan dari pembina yang memiliki pengalaman di tingkat nasional hingga internasional.
Ia mengatakan, para pembina memberikan materi secara detail, termasuk berbagai teknik dan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas karya saat perlombaan.
Sebelumnya, Ulum mengikuti MTQ tingkat Jawa Tengah dan berhasil meraih juara II. Tahun ini, untuk pertama kalinya, ia dipercaya menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah di tingkat nasional.
Kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur sekaligus Ketua Umum LPTQ Jateng, Taj Yasin Maimoen, di tengah training camp turut menambah motivasi peserta.
“Kebetulan Pak Wagub, Pak Gub datang ke sini, alhamdulillah jadi motivasi bagi kami untuk terus semangat. Semoga nanti Jawa Tengah bisa juara umum,” katanya.
Peserta lainnya, Arifa Dini Islamiaty, asal Pemalang, juga merasakan intensifnya pembinaan tahun ini. Peserta cabang tilawah golongan dewasa putri itu mengatakan, setiap kekurangan peserta dievaluasi dan diperbaiki selama masa karantina.
“Selama karantina ini kita betul-betul dibimbing. Kekurangan-kekurangan kita diperbaiki dan dinilai oleh pembina,” ucapnya.
Bagi Arifa, persiapan tahun ini menjadi salah satu yang paling maksimal sepanjang pengalamannya mengikuti MTQ. Ia sudah mengikuti MTQ nasional sejak 2012 di Bangka Belitung, Batam, Nusa Tenggara Barat, Medan, Kepulauan Riau, hingga terakhir di Padang, Sumatera Barat.
Pada MTQ Nasional sebelumnya di Padang, Arifa mengikuti cabang tilawah remaja dan meraih peringkat keenam atau harapan III. Sementara pada tahun ini, untuk pertama kalinya, ia tampil di cabang tilawah golongan dewasa putri.
Target juara yang disampaikan Gubernur Jateng pun tidak dianggap sebagai beban. Bagi Arifa, target tersebut justru menjadi pemacu agar peserta meningkatkan persiapan menjelang perlombaan.
“Menjadi sebuah semangat untuk terus berlatih, sehingga kami bisa menyiapkan (diri dengan) lebih optimal dan maksimal lagi,” katanya.
Ia berharap, dukungan masyarakat Jawa Tengah dapat mengiringi perjuangan seluruh kafilah untuk berlomba di MTQ Nasional.
Semangat tersebut juga mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Tengah. Dalam arahannya, ia meminta masa karantina dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan peserta secara maksimal, termasuk teknik pelafalan dan cengkok bagi peserta cabang tilawah.
Ia juga menyampaikan, peserta akan mendapat dukungan sebelum bertanding. Gubernur mengatakan, pihaknya sudah meminta Baznas memberikan uang saku kepada seluruh kafilah sebelum mereka bertanding.