Follow Us :              

Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet untuk Bangkitkan Prestasi Olahraga Dayung

  02 September 2026  |   11:30:00  |   dibaca : 117 
Kategori :
Bagikan :

Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet untuk Bangkitkan Prestasi Olahraga Dayung

02 September 2026 | 11:30:00 | dibaca : 117
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet untuk Bangkitkan Prestasi Olahraga Dayung
Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet untuk Bangkitkan Prestasi Olahraga Dayung
Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet untuk Bangkitkan Prestasi Olahraga Dayung
Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet untuk Bangkitkan Prestasi Olahraga Dayung
Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet untuk Bangkitkan Prestasi Olahraga Dayung

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jateng bersinergi untuk memajukan olahraga dayung di wilayahnya, salah satunya melalui pembinaan para atlet. 

Hal itu mengemuka saat Pengurus Provinsi (Pengprov) PODSI Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang pada Rabu, 2 September 2026. 

Ketua Pengprov PODSI Jawa Tengah, Maryadi Utama, menyatakan, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga dayung. Sebab, provinsi ini memiliki sarana maupun bibit-bibit atlet masa depan.

"Potensi olahraga dayung kita sangat luar biasa. Deri segi sarana kita punya banyak bendungan, rawa, hingga banjir kanal atau sungai. Daerah juga tidak kekurangan atlet," ucapnya. 

Namun, olahraga dayung di Jawa Tengah sudah lama tidak meraih prestasi tingkat tinggi. Terakhir atlet asal Blora, Rifki Bagus Winoyo, berhasil meraih medali perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024. Maka dari itu, sinergisitas dalam pembinaan, dukungan peralatan, hingga event dan kejuaraan dinilai penting untuk diadakan.  

"Tadi kami juga laporkan tentang kesiapan Popda (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) Jateng, kemudian rencana untuk Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jateng, serta rencana Kejurprov (Kejuaraan Provinsi) Dayung untuk memperebutkan Piala Gubernur," ucap Maryadi.

Terkait gelaran Porprov pada awal Oktober 2026, pertandingan cabang olahraga dayung akan dilaksanakan di Rawa Pening. Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pembersihan eceng gondok di lokasi tersebut. 

"Rawa Pening itu potensi wisatanya sangat besar. Jadi selain untuk olahraga, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pariwisatanya. Orang yang berdatangan, tentunya akan belanja, minum, dan makan, sehingga ekonomi akan bergerak," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, dukungan terkait upaya pembinaan olahraga dayung di wilayahnya. Ia berharap, ke depan akan ada koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah agar pembinaan atlet bisa berjalan dengan baik. 

"Kami akan dukung, koordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan KONI," ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, menambahkan, selama ini PODSI konsisten melakukan pembinaan olahraga dayung di Jateng. Ke depan, perlu ada kolaborasi untuk mengembangkan cabang olahraga dayung agar semakin banyak prestasi yang dapat ditorehkan.

"Koordinasi tersebut tidak hanya pembinaan atlet dan kejuaraan. Kami juga berupaya berkoordinasi dan kolaborasi dengan BBWS dan pihak terkait, karena tempatnya seperti sungai dan rawa, itu wewenangnya ada di BBWS dan kabupaten. Ini harus dilakukan bersama-sama," katanya.


Bagikan :

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jateng bersinergi untuk memajukan olahraga dayung di wilayahnya, salah satunya melalui pembinaan para atlet. 

Hal itu mengemuka saat Pengurus Provinsi (Pengprov) PODSI Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang pada Rabu, 2 September 2026. 

Ketua Pengprov PODSI Jawa Tengah, Maryadi Utama, menyatakan, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga dayung. Sebab, provinsi ini memiliki sarana maupun bibit-bibit atlet masa depan.

"Potensi olahraga dayung kita sangat luar biasa. Deri segi sarana kita punya banyak bendungan, rawa, hingga banjir kanal atau sungai. Daerah juga tidak kekurangan atlet," ucapnya. 

Namun, olahraga dayung di Jawa Tengah sudah lama tidak meraih prestasi tingkat tinggi. Terakhir atlet asal Blora, Rifki Bagus Winoyo, berhasil meraih medali perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024. Maka dari itu, sinergisitas dalam pembinaan, dukungan peralatan, hingga event dan kejuaraan dinilai penting untuk diadakan.  

"Tadi kami juga laporkan tentang kesiapan Popda (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) Jateng, kemudian rencana untuk Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jateng, serta rencana Kejurprov (Kejuaraan Provinsi) Dayung untuk memperebutkan Piala Gubernur," ucap Maryadi.

Terkait gelaran Porprov pada awal Oktober 2026, pertandingan cabang olahraga dayung akan dilaksanakan di Rawa Pening. Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pembersihan eceng gondok di lokasi tersebut. 

"Rawa Pening itu potensi wisatanya sangat besar. Jadi selain untuk olahraga, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pariwisatanya. Orang yang berdatangan, tentunya akan belanja, minum, dan makan, sehingga ekonomi akan bergerak," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, dukungan terkait upaya pembinaan olahraga dayung di wilayahnya. Ia berharap, ke depan akan ada koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah agar pembinaan atlet bisa berjalan dengan baik. 

"Kami akan dukung, koordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan KONI," ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, menambahkan, selama ini PODSI konsisten melakukan pembinaan olahraga dayung di Jateng. Ke depan, perlu ada kolaborasi untuk mengembangkan cabang olahraga dayung agar semakin banyak prestasi yang dapat ditorehkan.

"Koordinasi tersebut tidak hanya pembinaan atlet dan kejuaraan. Kami juga berupaya berkoordinasi dan kolaborasi dengan BBWS dan pihak terkait, karena tempatnya seperti sungai dan rawa, itu wewenangnya ada di BBWS dan kabupaten. Ini harus dilakukan bersama-sama," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu