Follow Us :              

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jateng Tingkatkan Kompetensi Relawan

  04 September 2026  |   14:00:00  |   dibaca : 119 
Kategori :
Bagikan :

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jateng Tingkatkan Kompetensi Relawan

04 September 2026 | 14:00:00 | dibaca : 119
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jateng Tingkatkan Kompetensi Relawan
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jateng Tingkatkan Kompetensi Relawan
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jateng Tingkatkan Kompetensi Relawan
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jateng Tingkatkan Kompetensi Relawan
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jateng Tingkatkan Kompetensi Relawan

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kapasitas personel relawan kebencanaan di wilayahnya, agar bisa memberikan respons cepat saat ada kejadian bencana. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, peningkatan kompetensi relawan penting agar mereka mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi bencana.

"Kami mengapresiasi dan sangat support (mendukung) kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat," ucapnya dalam kegiatan Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personil Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Jumat, 4 Agustus 2026. 

Sekda menilai, kecepatan penanganan bencana memerlukan kompetensi yang teruji dari para relawan di lapangan. Semakin cepat tindakan dilakukan, semakin kecil pula dampak kerugian materiil maupun korban jiwa yang ditimbulkan.

Apalagi melihat potensi bencana di musim kemarau saat ini, Pemprov Jateng menyoroti ancaman kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Maka dari itu, Sekda mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran di luar rumah.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh sekitar 150 peserta terpilih dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Materi pelatihan melibatkan instruktur dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan/Basarnas dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas pencarian dan pertolongan, seperti Urban Search and Rescue (USAR) atau Pencarian dan Penyelamatan di Perkotaan.

Terkait pemetaan risiko kebakaran, Kalakhar BPBD Jateng menyebutkan, sebagian besar kejadian didominasi oleh kebakaran lahan pertanian atau perkebunan yang dipicu kelalaian manusia (human error).

"BPBD tetap harus siap. Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) yang berefek pada potensi kebakaran, kita langsung bergerak memadamkan bekerja sama dengan Damkar setempat," ucapnya. 

Berdasarkan data dari BPBD Jateng pada periode 1 Januari-30 Agustus 2026, terdapat 615 kejadian kebakaran di Jateng, terdiri dari 282 kebakaran hutan dan lahan, serta 333 kebakaran gedung dan pemukiman.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kapasitas personel relawan kebencanaan di wilayahnya, agar bisa memberikan respons cepat saat ada kejadian bencana. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, peningkatan kompetensi relawan penting agar mereka mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi bencana.

"Kami mengapresiasi dan sangat support (mendukung) kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat," ucapnya dalam kegiatan Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personil Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Jumat, 4 Agustus 2026. 

Sekda menilai, kecepatan penanganan bencana memerlukan kompetensi yang teruji dari para relawan di lapangan. Semakin cepat tindakan dilakukan, semakin kecil pula dampak kerugian materiil maupun korban jiwa yang ditimbulkan.

Apalagi melihat potensi bencana di musim kemarau saat ini, Pemprov Jateng menyoroti ancaman kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Maka dari itu, Sekda mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran di luar rumah.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh sekitar 150 peserta terpilih dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Materi pelatihan melibatkan instruktur dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan/Basarnas dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas pencarian dan pertolongan, seperti Urban Search and Rescue (USAR) atau Pencarian dan Penyelamatan di Perkotaan.

Terkait pemetaan risiko kebakaran, Kalakhar BPBD Jateng menyebutkan, sebagian besar kejadian didominasi oleh kebakaran lahan pertanian atau perkebunan yang dipicu kelalaian manusia (human error).

"BPBD tetap harus siap. Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) yang berefek pada potensi kebakaran, kita langsung bergerak memadamkan bekerja sama dengan Damkar setempat," ucapnya. 

Berdasarkan data dari BPBD Jateng pada periode 1 Januari-30 Agustus 2026, terdapat 615 kejadian kebakaran di Jateng, terdiri dari 282 kebakaran hutan dan lahan, serta 333 kebakaran gedung dan pemukiman.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu