Follow Us :              

Gubernur Tinjau Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Jadi Prioritas

  05 September 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 254 
Kategori :
Bagikan :

Gubernur Tinjau Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Jadi Prioritas

05 September 2026 | 08:00:00 | dibaca : 254
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Gubernur Tinjau Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Jadi Prioritas
Gubernur Tinjau Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Jadi Prioritas
Gubernur Tinjau Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Jadi Prioritas
Gubernur Tinjau Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Jadi Prioritas
Gubernur Tinjau Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Jadi Prioritas

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SURAKARTA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau langsung proses pemadaman api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kota Surakarta pada Sabtu, 5 September 2026. 

Pada kesempatan itu, ia memastikan proses  pemadaman dan perlindungan warga di sekitar lokasi berjalan dengan baik.

“Tadi sudah kita rapatkan secara singkat dengan wali kota dan stakeholder, jangan sampai terulang kembali dan kita utamakan keselamatan warga," ucapnya didampingi Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, di sela peninjauan. 

Ia menjelaskan, penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo harus dilakukan secara komprehensif dari Pemerintah Provinsi Jateng, Pemerintah Kota Surakarta, TNI, dan Polri. 

Berdasarkan informasi termutakhir, area TPA yang  terdampak kebakaran sekitar 4,4 hektare. Hingga hari ketiga ini, masih terdapat bara api di dalam timbulan sampah. Pemadaman terus diupayakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta dan daerah sekitarnya. Polri juga mengerahkan 2 unit water canon, serta helikopter untuk water bombing.

Gubernur juga sudah bersurat ke Mabes TNI agar dikirimkan bantuan berupa helikopter untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran. 

“Ini harus tuntas, makin cepat makin bagus," katanya.

Upaya pemadaman api juga dilakukan dengan metode spray dan injeksi untuk menjangkau sumber api yang berada di dalam timbulan sampah.

Gubernur berharap, kejadian kebakaran di TPA Putri Cempo menjadi pembelajaran untuk daerah lain, apalagi saat ini masih terjadi kemarau panjang. 

Sementara untuk perlindungan warga, Pemerintah Provinsi Jateng telah menerjunkan dokter dari RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta untuk membuka layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) di daerah tersebut. 

Selain itu, petugas kesehatan juga disiagakan di sekitar TPA Putri Cempo selama 24 jam. Bantuan logistik berupa makanan dan masker juga sudah diberikan ke lokasi untuk membantu warga maupun petugas di lapangan.

"Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk memantau kualitas udara. Kami tidak ingin implikasi kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya," ucap Gubernur.

Sebagai informasi, kebakaran TPA Putri Cempo terjadi pada Rabu (2/9/2026). Kebakaran langsung melahap timbulan sampah di lokasi tersebut. Upaya pemadaman dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dari kabupaten/kota di Solo Raya, Kota Samarang, TNI, dan Polri.

Berdasarkan data, timbulan sampah di Kota Surakarta mencapai 421,48 ton/hari. Dalam sehari, sampah yang terkelola sebanyak 49,73 ton (11,80%). Salah satu upaya pengelolaan sampah dilakukan melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.


Bagikan :

SURAKARTA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau langsung proses pemadaman api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kota Surakarta pada Sabtu, 5 September 2026. 

Pada kesempatan itu, ia memastikan proses  pemadaman dan perlindungan warga di sekitar lokasi berjalan dengan baik.

“Tadi sudah kita rapatkan secara singkat dengan wali kota dan stakeholder, jangan sampai terulang kembali dan kita utamakan keselamatan warga," ucapnya didampingi Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, di sela peninjauan. 

Ia menjelaskan, penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo harus dilakukan secara komprehensif dari Pemerintah Provinsi Jateng, Pemerintah Kota Surakarta, TNI, dan Polri. 

Berdasarkan informasi termutakhir, area TPA yang  terdampak kebakaran sekitar 4,4 hektare. Hingga hari ketiga ini, masih terdapat bara api di dalam timbulan sampah. Pemadaman terus diupayakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta dan daerah sekitarnya. Polri juga mengerahkan 2 unit water canon, serta helikopter untuk water bombing.

Gubernur juga sudah bersurat ke Mabes TNI agar dikirimkan bantuan berupa helikopter untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran. 

“Ini harus tuntas, makin cepat makin bagus," katanya.

Upaya pemadaman api juga dilakukan dengan metode spray dan injeksi untuk menjangkau sumber api yang berada di dalam timbulan sampah.

Gubernur berharap, kejadian kebakaran di TPA Putri Cempo menjadi pembelajaran untuk daerah lain, apalagi saat ini masih terjadi kemarau panjang. 

Sementara untuk perlindungan warga, Pemerintah Provinsi Jateng telah menerjunkan dokter dari RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta untuk membuka layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) di daerah tersebut. 

Selain itu, petugas kesehatan juga disiagakan di sekitar TPA Putri Cempo selama 24 jam. Bantuan logistik berupa makanan dan masker juga sudah diberikan ke lokasi untuk membantu warga maupun petugas di lapangan.

"Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk memantau kualitas udara. Kami tidak ingin implikasi kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya," ucap Gubernur.

Sebagai informasi, kebakaran TPA Putri Cempo terjadi pada Rabu (2/9/2026). Kebakaran langsung melahap timbulan sampah di lokasi tersebut. Upaya pemadaman dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dari kabupaten/kota di Solo Raya, Kota Samarang, TNI, dan Polri.

Berdasarkan data, timbulan sampah di Kota Surakarta mencapai 421,48 ton/hari. Dalam sehari, sampah yang terkelola sebanyak 49,73 ton (11,80%). Salah satu upaya pengelolaan sampah dilakukan melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu