Follow Us :              

Wagub Minta Para Santri Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur'an di Masyarakat

  08 September 2026  |   14:20:00  |   dibaca : 101 
Kategori :
Bagikan :

Wagub Minta Para Santri Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur'an di Masyarakat

08 September 2026 | 14:20:00 | dibaca : 101
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wagub Minta Para Santri Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur'an di Masyarakat
Wagub Minta Para Santri Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur'an di Masyarakat
Wagub Minta Para Santri Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur'an di Masyarakat
Wagub Minta Para Santri Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur'an di Masyarakat
Wagub Minta Para Santri Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur'an di Masyarakat

Foto : Mizan (Humas Jateng)

WONOSOBO — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta para santri tidak hanya menghafal dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. 

Menurutnya, keberkahan Al-Qur’an akan semakin terasa ketika nilai-nilainya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Hal itu disampaikannya saat memberikan mauidhah hasanah pada acara Khotmil Quran Bil Hifdzi Pondok Pesantren Darussalilin, Ma’had Ilmu Al Quran (MIQ) Al Hikam, di Halaman MIQ Al Hikam, Kalikajar, Wonosobo pada Selasa, 8 September 2026. 

Wagub mengajak para santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah keistimewaan sekaligus amanah yang harus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan.

“Jangan sampai Al-Qur’an hanya berhenti di hafalan. Nilai-nilai Al-Qur’an harus kita amalkan di masyarakat,” ucapnya.

Ia menuturkan, keberadaan para penghafal Al-Qur’an di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Para santri dapat menjadi teladan melalui akhlak, sikap, dan perilaku yang mencerminkan ajaran Al-Qur’an.

Wagub juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur’an setelah menyelesaikan hafalan. Menurutnya, Khotmil Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan mengamalkan kandungannya.

Pada kesempatan itu, Wagub menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memberikan apresiasi berupa tali asih (bisyaroh) kepada para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. 

Menurutnya, apresiasi tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap para penghafal Al-Qur’an sekaligus ikhtiar agar pemerintahan di Jawa Tengah memperoleh keberkahan dari Al-Qur’an.

Dalam acara itu, Wagub memberikan tali asih dari Pemprov Jateng kepada 11 orang santri penghafal Al-Qur’an di Ma’had Ilmu Al Quran (MIQ) Al Hikam.


Bagikan :

WONOSOBO — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta para santri tidak hanya menghafal dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. 

Menurutnya, keberkahan Al-Qur’an akan semakin terasa ketika nilai-nilainya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Hal itu disampaikannya saat memberikan mauidhah hasanah pada acara Khotmil Quran Bil Hifdzi Pondok Pesantren Darussalilin, Ma’had Ilmu Al Quran (MIQ) Al Hikam, di Halaman MIQ Al Hikam, Kalikajar, Wonosobo pada Selasa, 8 September 2026. 

Wagub mengajak para santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah keistimewaan sekaligus amanah yang harus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan.

“Jangan sampai Al-Qur’an hanya berhenti di hafalan. Nilai-nilai Al-Qur’an harus kita amalkan di masyarakat,” ucapnya.

Ia menuturkan, keberadaan para penghafal Al-Qur’an di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Para santri dapat menjadi teladan melalui akhlak, sikap, dan perilaku yang mencerminkan ajaran Al-Qur’an.

Wagub juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur’an setelah menyelesaikan hafalan. Menurutnya, Khotmil Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan mengamalkan kandungannya.

Pada kesempatan itu, Wagub menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memberikan apresiasi berupa tali asih (bisyaroh) kepada para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. 

Menurutnya, apresiasi tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap para penghafal Al-Qur’an sekaligus ikhtiar agar pemerintahan di Jawa Tengah memperoleh keberkahan dari Al-Qur’an.

Dalam acara itu, Wagub memberikan tali asih dari Pemprov Jateng kepada 11 orang santri penghafal Al-Qur’an di Ma’had Ilmu Al Quran (MIQ) Al Hikam.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu