Foto : Adit (Humas Jateng)
Foto : Adit (Humas Jateng)
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberangkatkan 31 orang dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 31 orang yang diberangkatkan terdiri dari 10 atlet, 6 pelatih, dan 15 ofisial. Mereka akan mengikuti Pesonas II pada 14–18 Oktober 2026. Kontingen SoIna Jawa Tengah dilepas langsung oleh Gubernur di kantornya pada Senin, 12 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas dalam berkarya dan berprestasi.
“Kita semua dilahirkan sama, dan kita punya hak untuk hidup dan berkarya yang sama dengan masyarakat pada umumnya,” ucapnya.
Menurutnya, keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak boleh menjadi penghalang untuk mengembangkan potensi. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet disabilitas maupun upaya pemberdayaannya agar mereka dapat hidup mandiri.
Komitmen itu tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan olahraga. Pemprov Jateng juga mendorong kesempatan kerja dan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas melalui balai latihan kerja (BLK) yang terintegrasi dengan program Kecamatan Berdaya.
Tak hanya itu, Gubernur juga meminta organisasi terkait dan perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga untuk memberikan perhatian terhadap upaya pemberdayaan para atlet.
Kepada para atlet yang akan berlaga di NTT, ia berpesan agar mereka tampil maksimal sekaligus menjaga nama baik Jawa Tengah. Gubernur juga meminta kontingen Jateng membangun komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat.
“Anda adalah duta Provinsi Jawa Tengah. Jaga nama Provinsi Jawa Tengah,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dispora Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra, menyampaikan, kontingen SOIna Jateng akan mengikuti 5 cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, bulu tangkis, boccia, dan renang.
Persiapan telah dilakukan sejak seleksi tingkat kabupaten/kota pada tahun 2025, dilanjutkan dengan tahapan penetapan delegasi, pelatihan mandiri, hingga training center (TC) di Semarang pada 9–13 Oktober 2026.
Pemprov Jateng turut memfasilitasi kebutuhan kontingen, mulai dari akomodasi, kebutuhan atlet, hingga pelaksanaan TC. Persiapan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan sponsor.
“Yang jelas pemerintah provinsi dukung penuh. Kami berharap anak-anak ini dapat meraih juara, kemudian mereka juga dapat mengeluarkan secara maksimal kemampuan mereka,” ucap Ka Dispora Jateng.
Jawa Tengah memiliki catatan prestasi sebagai juara umum Pesonas pertama yang digelar di Kota Semarang pada tahun 2022. Saat itu, kontingen Jateng mengumpulkan 88 medali, terdiri dari 36 emas, 30 perak, dan 22 perunggu.
Ketua Solna Jawa Tengah, Kristijani Kirana, berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk kembali meraih prestasi. Ia mengatakan, para atlet telah menjalani latihan sejak dinyatakan terpilih mewakili Jawa Tengah.
“Kami ingin semua yang berangkat dapat emas,” ujarnya.
Semangat serupa ditunjukkan Nael, atlet tenis meja berusia 20 tahun yang akan menjalani debutnya di ajang tersebut. Meskipun mengaku tegang menghadapi pertandingan, ia telah mempersiapkan diri dengan berlatih setiap hari.
Kecintaannya terhadap tenis meja menjadi salah satu alasan Nael memilih cabang olahraga tersebut. Ia berharap, latihan yang dijalaninya bisa membuahkan hasil saat bertanding di NTT. Dalam ajang itu, ia menargetkan mendapatkan medali emas.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberangkatkan 31 orang dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 31 orang yang diberangkatkan terdiri dari 10 atlet, 6 pelatih, dan 15 ofisial. Mereka akan mengikuti Pesonas II pada 14–18 Oktober 2026. Kontingen SoIna Jawa Tengah dilepas langsung oleh Gubernur di kantornya pada Senin, 12 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas dalam berkarya dan berprestasi.
“Kita semua dilahirkan sama, dan kita punya hak untuk hidup dan berkarya yang sama dengan masyarakat pada umumnya,” ucapnya.
Menurutnya, keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak boleh menjadi penghalang untuk mengembangkan potensi. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet disabilitas maupun upaya pemberdayaannya agar mereka dapat hidup mandiri.
Komitmen itu tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan olahraga. Pemprov Jateng juga mendorong kesempatan kerja dan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas melalui balai latihan kerja (BLK) yang terintegrasi dengan program Kecamatan Berdaya.
Tak hanya itu, Gubernur juga meminta organisasi terkait dan perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga untuk memberikan perhatian terhadap upaya pemberdayaan para atlet.
Kepada para atlet yang akan berlaga di NTT, ia berpesan agar mereka tampil maksimal sekaligus menjaga nama baik Jawa Tengah. Gubernur juga meminta kontingen Jateng membangun komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat.
“Anda adalah duta Provinsi Jawa Tengah. Jaga nama Provinsi Jawa Tengah,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dispora Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra, menyampaikan, kontingen SOIna Jateng akan mengikuti 5 cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, bulu tangkis, boccia, dan renang.
Persiapan telah dilakukan sejak seleksi tingkat kabupaten/kota pada tahun 2025, dilanjutkan dengan tahapan penetapan delegasi, pelatihan mandiri, hingga training center (TC) di Semarang pada 9–13 Oktober 2026.
Pemprov Jateng turut memfasilitasi kebutuhan kontingen, mulai dari akomodasi, kebutuhan atlet, hingga pelaksanaan TC. Persiapan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan sponsor.
“Yang jelas pemerintah provinsi dukung penuh. Kami berharap anak-anak ini dapat meraih juara, kemudian mereka juga dapat mengeluarkan secara maksimal kemampuan mereka,” ucap Ka Dispora Jateng.
Jawa Tengah memiliki catatan prestasi sebagai juara umum Pesonas pertama yang digelar di Kota Semarang pada tahun 2022. Saat itu, kontingen Jateng mengumpulkan 88 medali, terdiri dari 36 emas, 30 perak, dan 22 perunggu.
Ketua Solna Jawa Tengah, Kristijani Kirana, berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk kembali meraih prestasi. Ia mengatakan, para atlet telah menjalani latihan sejak dinyatakan terpilih mewakili Jawa Tengah.
“Kami ingin semua yang berangkat dapat emas,” ujarnya.
Semangat serupa ditunjukkan Nael, atlet tenis meja berusia 20 tahun yang akan menjalani debutnya di ajang tersebut. Meskipun mengaku tegang menghadapi pertandingan, ia telah mempersiapkan diri dengan berlatih setiap hari.
Kecintaannya terhadap tenis meja menjadi salah satu alasan Nael memilih cabang olahraga tersebut. Ia berharap, latihan yang dijalaninya bisa membuahkan hasil saat bertanding di NTT. Dalam ajang itu, ia menargetkan mendapatkan medali emas.