Foto : Adit (Humas Jateng)
Foto : Adit (Humas Jateng)
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta Wakil Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, memberikan perhatian khusus terhadap upaya penuntasan kemiskinan, serta memperkuat sinergi kepemimpinan bersama Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.
Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat mengambil sumpah jabatan dan melantik Wakil Bupati Klaten untuk sisa masa jabatan 2025–2030 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 12 Oktober 2026.
Gubernur menyampaikan, penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah. Oleh karena itu, wakil bupati diharapkan berperan aktif dalam mengendalikan program penuntasan kemiskinan melalui koordinasi dengan bupati dan seluruh perangkat daerah.
Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Klaten sebesar 11% atau lebih tinggi dibandingkan persentase kemiskinan Jateng (9,39%). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Klaten sebesar 4,62%, persentasenya masih di bawah pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,37%.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga menekankan pentingnya soliditas antara bupati dan wakil bupati dalam menjalankan pemerintahan. Keduanya diminta bekerja dalam satu arah, saling mendukung, serta mengedepankan kolaborasi untuk mempercepat pembangunan daerah.
Terlebih, Kabupaten Klaten memiliki posisi strategis, karena berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurutnya, potensi wilayah tersebut membutuhkan kepemimpinan yang kompak dan mampu mengoptimalkan berbagai peluang pembangunan yang ada.
“Ya, pokoknya harus satu paket dalam rangka mengembangkan (daerah). Saya yakin beliau berdua akan setuju,” katanya.
Gubernur menegaskan, kolaborasi antara bupati dan wakil bupati menjadi kunci agar berbagai program pemerintah dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, collaborative government antara wakil dan bupati menjadi kunci yang utama,” tegasnya.
Harapannya, pelantikan Wakil Bupati Klaten dapat memperkuat jalannya pemerintahan di Kabupaten Klaten, sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mahanni dilantik menggantikan Wakil Bupati Klaten sebelumnya, Benny Indra Ardhianto, yang merupakan suaminya sendiri. Benny meninggal dunia pada 7 Februari 2026 saat masih menjabat. Kemudian, Mahanni terpilih melalui pemungutan suara dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Klaten pada 26 Agustus 2026, dengan memperoleh 49 suara anggota dewan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo; Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko; Bupati Klaten Periode 2005–2015, Sunarna; Bupati Klaten Periode 2017–2025, Sri Mulyani; serta Pj Sekda Kabupaten Klaten, Jaka Purwanto. Hadir pula jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Kabupaten Klaten.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta Wakil Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, memberikan perhatian khusus terhadap upaya penuntasan kemiskinan, serta memperkuat sinergi kepemimpinan bersama Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.
Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat mengambil sumpah jabatan dan melantik Wakil Bupati Klaten untuk sisa masa jabatan 2025–2030 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 12 Oktober 2026.
Gubernur menyampaikan, penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah. Oleh karena itu, wakil bupati diharapkan berperan aktif dalam mengendalikan program penuntasan kemiskinan melalui koordinasi dengan bupati dan seluruh perangkat daerah.
Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Klaten sebesar 11% atau lebih tinggi dibandingkan persentase kemiskinan Jateng (9,39%). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Klaten sebesar 4,62%, persentasenya masih di bawah pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,37%.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga menekankan pentingnya soliditas antara bupati dan wakil bupati dalam menjalankan pemerintahan. Keduanya diminta bekerja dalam satu arah, saling mendukung, serta mengedepankan kolaborasi untuk mempercepat pembangunan daerah.
Terlebih, Kabupaten Klaten memiliki posisi strategis, karena berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurutnya, potensi wilayah tersebut membutuhkan kepemimpinan yang kompak dan mampu mengoptimalkan berbagai peluang pembangunan yang ada.
“Ya, pokoknya harus satu paket dalam rangka mengembangkan (daerah). Saya yakin beliau berdua akan setuju,” katanya.
Gubernur menegaskan, kolaborasi antara bupati dan wakil bupati menjadi kunci agar berbagai program pemerintah dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, collaborative government antara wakil dan bupati menjadi kunci yang utama,” tegasnya.
Harapannya, pelantikan Wakil Bupati Klaten dapat memperkuat jalannya pemerintahan di Kabupaten Klaten, sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mahanni dilantik menggantikan Wakil Bupati Klaten sebelumnya, Benny Indra Ardhianto, yang merupakan suaminya sendiri. Benny meninggal dunia pada 7 Februari 2026 saat masih menjabat. Kemudian, Mahanni terpilih melalui pemungutan suara dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Klaten pada 26 Agustus 2026, dengan memperoleh 49 suara anggota dewan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo; Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko; Bupati Klaten Periode 2005–2015, Sunarna; Bupati Klaten Periode 2017–2025, Sri Mulyani; serta Pj Sekda Kabupaten Klaten, Jaka Purwanto. Hadir pula jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Kabupaten Klaten.