Follow Us :              

Tak Hanya Prestasi Olahraga, Porprov Jateng 2026 Bidik Dampak Ekonomi Lokal di 5 Daerah

  21 October 2026  |   09:45:00  |   dibaca : 61 
Kategori :
Bagikan :

Tak Hanya Prestasi Olahraga, Porprov Jateng 2026 Bidik Dampak Ekonomi Lokal di 5 Daerah

21 October 2026 | 09:45:00 | dibaca : 61
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tak Hanya Prestasi Olahraga, Porprov Jateng 2026 Bidik Dampak Ekonomi Lokal di 5 Daerah
Tak Hanya Prestasi Olahraga, Porprov Jateng 2026 Bidik Dampak Ekonomi Lokal di 5 Daerah
Tak Hanya Prestasi Olahraga, Porprov Jateng 2026 Bidik Dampak Ekonomi Lokal di 5 Daerah
Tak Hanya Prestasi Olahraga, Porprov Jateng 2026 Bidik Dampak Ekonomi Lokal di 5 Daerah
Tak Hanya Prestasi Olahraga, Porprov Jateng 2026 Bidik Dampak Ekonomi Lokal di 5 Daerah

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026 mampu menggerakkan ekonomi di lima kabupaten/kota yang ada di wilayahnya. 

Sebab, ribuan atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan yang terlibat menjadi potensi pasar bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Porprov XVII berlangsung pada 20–30 Oktober 2026 dengan melibatkan 7.993 atlet dan 1.910 ofisial. Penyelenggaraan ajang ini juga didukung 3.571 perangkat pertandingan. Sebanyak 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan digelar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Kota Salatiga. 

Kebutuhan akomodasi ribuan peserta turut membuka peluang bagi sektor perhotelan. Panitia mencatat, pemanfaatan 106 hotel dan penginapan di 5 daerah, terdiri dari 42 hotel di Kota Semarang, 25 hotel di Kendal, 18 hotel di Salatiga, 13 hotel di Kabupaten Semarang, dan 8 hotel di Demak.

Wagub yang juga Ketua Umum Panitia Besar (PB) Porprov Jateng mengatakan bahwa penyebaran atlet dan ofisial di lima daerah penyelenggaraan diharapkan membuat perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di Kota Semarang sebagai lokasi pembukaan, tetapi juga menjangkau daerah lain yang menjadi tuan rumah pertandingan.

“Harapannya dengan penempatan atlet-atlet yang tersebar di lima kabupaten kota, ini bisa menunjang ekonominya,” ucapnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Selain akomodasi, Pemerintah Provinsi Jateng juga berupaya memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal. Wagub mengatakan, pelaku UMKM juga dilibatkan dalam rangkaian pembukaan dan penutupan Porprov serta dapat memanfaatkan keramaian di berbagai venue pertandingan.

“Kami juga mengajak para pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah kita umumkan,” ujarnya.

Potensi keramaian juga terlihat menjelang Pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sebanyak 3.500 kuota tiket gratis bagi masyarakat dilaporkan habis pada hari pertama dibukanya pendaftaran.

Pembukaan Porprov akan dimeriahkan sejumlah penampil, di antaranya Ndarboy Genk, Pertelon Koplo, dan Mikhayla. Harapannya, kehadiran para bintang tamu ini mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang tambahan transaksi bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

“Dengan adanya kerumunan yang banyak itu, tentu akan menambah perputaran ekonomi yang ada di Jawa Tengah,” ucap Wagub.

Di luar dampak ekonomi, Porprov XVII juga menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Wagub berharap, kompetisi ini melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Porprov ini akan mengantarkan para atlet kita ke jenjang yang lebih tinggi. Syukur alhamdulillah di tahun ini para atlet kita juga banyak menorehkan medali emas, medali perak, medali perunggu yang kemarin sudah dibuktikan dalam ajang Asian Games,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PB Porprov Jateng, Urip Sihabudin, mengatakan, panitia telah berkoordinasi dengan sub-PB Porprov di lima kabupaten/kota untuk mengantisipasi kendala nonteknis selama pertandingan, terutama dampak cuaca buruk di _venue_ terbuka.

Setiap daerah diminta menyiapkan skenario penanganan apabila terjadi gangguan, seperti hujan dan angin kencang. Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, salah satunya cabang panahan yang menghadapi kendala cuaca, menjadi bahan evaluasi untuk meminimalkan gangguan selama kompetisi berlangsung.

Terkait dampak ekonomi, Urip mengatakan bahwa PB Porprov akan melakukan penghitungan bersama instansi terkait untuk mengetahui manfaat riil penyelenggaraan ajang tersebut bagi masyarakat.

Rangkaian Pembukaan Porprov juga akan diawali dengan prosesi pengambilan api abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan pada 24 Oktober 2026. Api tersebut akan dibawa berkeliling ke empat daerah, sebelum tiba di Kota Semarang pada 25 Oktober 2026 sebagai bagian dari seremoni pembukaan.


Bagikan :

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026 mampu menggerakkan ekonomi di lima kabupaten/kota yang ada di wilayahnya. 

Sebab, ribuan atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan yang terlibat menjadi potensi pasar bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Porprov XVII berlangsung pada 20–30 Oktober 2026 dengan melibatkan 7.993 atlet dan 1.910 ofisial. Penyelenggaraan ajang ini juga didukung 3.571 perangkat pertandingan. Sebanyak 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan digelar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Kota Salatiga. 

Kebutuhan akomodasi ribuan peserta turut membuka peluang bagi sektor perhotelan. Panitia mencatat, pemanfaatan 106 hotel dan penginapan di 5 daerah, terdiri dari 42 hotel di Kota Semarang, 25 hotel di Kendal, 18 hotel di Salatiga, 13 hotel di Kabupaten Semarang, dan 8 hotel di Demak.

Wagub yang juga Ketua Umum Panitia Besar (PB) Porprov Jateng mengatakan bahwa penyebaran atlet dan ofisial di lima daerah penyelenggaraan diharapkan membuat perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di Kota Semarang sebagai lokasi pembukaan, tetapi juga menjangkau daerah lain yang menjadi tuan rumah pertandingan.

“Harapannya dengan penempatan atlet-atlet yang tersebar di lima kabupaten kota, ini bisa menunjang ekonominya,” ucapnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Selain akomodasi, Pemerintah Provinsi Jateng juga berupaya memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal. Wagub mengatakan, pelaku UMKM juga dilibatkan dalam rangkaian pembukaan dan penutupan Porprov serta dapat memanfaatkan keramaian di berbagai venue pertandingan.

“Kami juga mengajak para pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah kita umumkan,” ujarnya.

Potensi keramaian juga terlihat menjelang Pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sebanyak 3.500 kuota tiket gratis bagi masyarakat dilaporkan habis pada hari pertama dibukanya pendaftaran.

Pembukaan Porprov akan dimeriahkan sejumlah penampil, di antaranya Ndarboy Genk, Pertelon Koplo, dan Mikhayla. Harapannya, kehadiran para bintang tamu ini mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang tambahan transaksi bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

“Dengan adanya kerumunan yang banyak itu, tentu akan menambah perputaran ekonomi yang ada di Jawa Tengah,” ucap Wagub.

Di luar dampak ekonomi, Porprov XVII juga menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Wagub berharap, kompetisi ini melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Porprov ini akan mengantarkan para atlet kita ke jenjang yang lebih tinggi. Syukur alhamdulillah di tahun ini para atlet kita juga banyak menorehkan medali emas, medali perak, medali perunggu yang kemarin sudah dibuktikan dalam ajang Asian Games,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PB Porprov Jateng, Urip Sihabudin, mengatakan, panitia telah berkoordinasi dengan sub-PB Porprov di lima kabupaten/kota untuk mengantisipasi kendala nonteknis selama pertandingan, terutama dampak cuaca buruk di _venue_ terbuka.

Setiap daerah diminta menyiapkan skenario penanganan apabila terjadi gangguan, seperti hujan dan angin kencang. Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, salah satunya cabang panahan yang menghadapi kendala cuaca, menjadi bahan evaluasi untuk meminimalkan gangguan selama kompetisi berlangsung.

Terkait dampak ekonomi, Urip mengatakan bahwa PB Porprov akan melakukan penghitungan bersama instansi terkait untuk mengetahui manfaat riil penyelenggaraan ajang tersebut bagi masyarakat.

Rangkaian Pembukaan Porprov juga akan diawali dengan prosesi pengambilan api abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan pada 24 Oktober 2026. Api tersebut akan dibawa berkeliling ke empat daerah, sebelum tiba di Kota Semarang pada 25 Oktober 2026 sebagai bagian dari seremoni pembukaan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu