Foto : Sigit (Humas Jateng)
Foto : Sigit (Humas Jateng)
SEMARANG - Sebuah video yang merekam aksi siswa membanting smartphone mereka menjadi viral di media sosial belum lama ini. Pun, tidak sedikit sekolah yang melarang siswanya membawa ponsel ke sekolah. Meski tak sedikit juga sekolah yang memberikan kelonggaran, namun disalahgunakan juga oleh sebagian siswa. Ada banyak siswa yang tertangkap basah bermain smartphone saat jam pelajaran. Tentu saja hal ini membuat kegiatan belajar mengajar menjadi terhambat.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun meminta pihak sekolah membuat aturan agar siswa tidak membawa HP ke dalam kelas atau saat proses belajar mengajar berlangsung. "Bedakan era transparansi dan terbuka. Saya minta kumpulkan HP siswa saat masuk jam pelajaran. Peristiwa negatif sekolah begitu mudah viral di sosial media yang belum tentu benar kebenarannya.
Misalnya, guru memberi pelajaran kepada siswa tentang gerakan pencak silat. Tetapi yang viral atau tersebar, justru guru menganiaya siswa. Tolong, berikan informasi yang benar," katanya saat menghadiri Rembug PPDB Online SMA/SMK Negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Tahun Pelajaran 2019/2020 di Wisma Perdamaian, Rabu (16/1/2019) pagi.
Ganjar menyebutkan, dari hasil pengamatannya, banyak situasi belajar mengajar yang direkam kemudian efeknya lebih ke arah mudarat. Sehingga, Ganjar meminta sekolah-sekolah, atau dinas pendidikan membuat pengaturan tentang penggunaan HP di lingkungan pendidikan. "Saya minta dibuat pengaturan, kalau bisa HP itu tidak masuk kelas," tegasnya.
Ketua Forum Osis Jateng M Farazandi AU yang juga siswa kelas 11 MAN Kota Tegal menyatakan, soal penggunaan HP tergantung siswa dan guru. Karena, ada beberapa guru mata pelajaran, memanfaatkan HP untuk mendukung belajar mengajar.
"Tapi memang ada siswa yang justru iseng untuk bermain. Pada pelajaran Bahasa Inggris misalnya, kita diminta menonton video berbahasa Inggris, kemudian diterjemahkan dengan Google Translate, itu salah satu pemanfaatan HP dalam proses belajar mengajar di kelas," ujarnya.
Baca juga : Syarat SKTM Dihapus, Ganjar: Jangan Akali Sistem Zonasi dengan Pindah KK
SEMARANG - Sebuah video yang merekam aksi siswa membanting smartphone mereka menjadi viral di media sosial belum lama ini. Pun, tidak sedikit sekolah yang melarang siswanya membawa ponsel ke sekolah. Meski tak sedikit juga sekolah yang memberikan kelonggaran, namun disalahgunakan juga oleh sebagian siswa. Ada banyak siswa yang tertangkap basah bermain smartphone saat jam pelajaran. Tentu saja hal ini membuat kegiatan belajar mengajar menjadi terhambat.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun meminta pihak sekolah membuat aturan agar siswa tidak membawa HP ke dalam kelas atau saat proses belajar mengajar berlangsung. "Bedakan era transparansi dan terbuka. Saya minta kumpulkan HP siswa saat masuk jam pelajaran. Peristiwa negatif sekolah begitu mudah viral di sosial media yang belum tentu benar kebenarannya.
Misalnya, guru memberi pelajaran kepada siswa tentang gerakan pencak silat. Tetapi yang viral atau tersebar, justru guru menganiaya siswa. Tolong, berikan informasi yang benar," katanya saat menghadiri Rembug PPDB Online SMA/SMK Negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Tahun Pelajaran 2019/2020 di Wisma Perdamaian, Rabu (16/1/2019) pagi.
Ganjar menyebutkan, dari hasil pengamatannya, banyak situasi belajar mengajar yang direkam kemudian efeknya lebih ke arah mudarat. Sehingga, Ganjar meminta sekolah-sekolah, atau dinas pendidikan membuat pengaturan tentang penggunaan HP di lingkungan pendidikan. "Saya minta dibuat pengaturan, kalau bisa HP itu tidak masuk kelas," tegasnya.
Ketua Forum Osis Jateng M Farazandi AU yang juga siswa kelas 11 MAN Kota Tegal menyatakan, soal penggunaan HP tergantung siswa dan guru. Karena, ada beberapa guru mata pelajaran, memanfaatkan HP untuk mendukung belajar mengajar.
"Tapi memang ada siswa yang justru iseng untuk bermain. Pada pelajaran Bahasa Inggris misalnya, kita diminta menonton video berbahasa Inggris, kemudian diterjemahkan dengan Google Translate, itu salah satu pemanfaatan HP dalam proses belajar mengajar di kelas," ujarnya.
Baca juga : Syarat SKTM Dihapus, Ganjar: Jangan Akali Sistem Zonasi dengan Pindah KK
Berita Terbaru