Follow Us :              

Ratusan Kelompok Tani Rembang Dapat Bantuan Gubernur

  30 March 2019  |   13:30:00  |   dibaca : 1535 
Kategori :
Bagikan :


Ratusan Kelompok Tani Rembang Dapat Bantuan Gubernur

30 March 2019 | 13:30:00 | dibaca : 1535
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

REMBANG - Ratusan kelompok tani di Kabupaten Rembang mendapat bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sabtu (30/3/2019) di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang. Bantuan alat pertanian tersebut diberikan untuk meningkatkan produksi sekaligus efisiensi pertanian di kabupaten tersebut.

Peralatan pertanian yang diberikan itu meliputi 190 unit traktor, 77 unit cultivator dan 31 unit pompa air. Alat-alat itu diberikan langsung oleh Ganjar kepada perwakilan kelompok-kelompok tani yang ada di Rembang.

Ali Santoso, Ketua Kelompok Tani Guyub Rukun Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang mengaku senang dengan bantuan tersebut. Menurutnya, alat-alat mesin pertanian yang diberikan itu sudah lama diimpikan para petani di Kabupaten Rembang.

"Selama ini kalau bertani ya masih dengan cara konvensional, misalnya untuk membajak sawah masih menggunakan sapi, tanam padi ya manual sampai panen. Dengan adanya bantuan alat pertanian ini, kami berharap dapat memperlancar dan mempermudah pekerjaan kami," kata dia.

Ali menerangkan, di Desa Kuangsan setidaknya ada sekitar 120 orang yang berprofesi sebagai tani. Mereka terbagi dalam beberapa spesialisasi, ada yang khusus menanam padi, palawija, tembakau, cabai, melon dan sebagainya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan bantuan mengajak seluruh petani di Jateng melakukan mekanisasi pertanian. Hal itu penting agar pertanian di Jateng semakin maju.

Ganjar menegaskan, jika kemajuan zaman menuntut para petani untuk merubah sistem pertanian dari konvensional menuju modern. "Sekarang banyak orang mengeluh ke saya, katanya mencari buruh pertanian sulit, ada juga yang mengeluh lahan semakin menyempit serta minimnya generasi penerus yang mau menjadi petani. Untuk menjawab persoalan-persoalan itu, mekanisasi pertanian adalah salah satu solusi yang tepat," kata Ganjar.

Kemajuan zaman, lanjut dia, memaksa petani untuk mau tidak mau menggunakan peralatan pertanian yang canggih. Selain pekerjaan akan lebih efisien dan lebih mudah, hasil pertanian juga akan meningkat.

"Sejak pengolahan lahan, tanam hingga panen semua menggunakan peralatan canggih, maka semua akan lebih cepat dan efisien. Misalnya macul (mencangkul) yang biasanya butuh berhari-hari diganti menggunakan traktor, tanam padi yang biasanya ibu-ibu dengan berjalan mundur, sekarang maju karena menggunakan transplanter, panen menggunakan mesin combine harvester dan lainnya," terangnya.

Selain mekanisasi pertanian, hal yang harus dilakukan para petani adalah cara bertani yang baik. Penggunaan pupuk organik, pestisida organik dan budidaya produk-produk pertanian yang organik juga harus ditingkatkan. "Maka pertanian berkelanjutan ini akan menjadi harapan besar bagi anak cucu kita kelak," tegasnya.

Ganjar menambahkan, persoalan lain yang harus dihadapi oleh para petani  adalah problem lahan yang semakin menyempit. Dia berharap, para petani dapat mengkonsolidasikan lahan, dengan cara membentuk kelompok-kelompok pertanian dan bekerja secara bersama-sama.

"Sehingga saya harapkan dalam satu hamparan, milik orang banyak tapi dikelola bersama. Pembentukan kelompok tani adalah solusi terbaik untuk persoalan menyempitnya lahan ini," ucapnya.

Di lain sisi, Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, di Kabupaten Rembang ada sebesar 29.856 hektare luas sawah dan luas tegalan 34.256 hektare. Untuk mengolah semua lahan itu, dibutuhkan traktor sebanyak 2.564 unit.

"Saat ini di Kabupaten Rembang baru tersedia 2.212 unit traktor. Untuk itu, kami sangat berterima kasih atas bantuan alat-alat mesin pertanian ini yang dapat mempermudah para petani melakukan pekerjaannya," ucapnya.

 

Baca juga : Kartu Tani Solusi Atasi Keruwetan Pupuk Bersubsidi


Bagikan :

REMBANG - Ratusan kelompok tani di Kabupaten Rembang mendapat bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sabtu (30/3/2019) di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang. Bantuan alat pertanian tersebut diberikan untuk meningkatkan produksi sekaligus efisiensi pertanian di kabupaten tersebut.

Peralatan pertanian yang diberikan itu meliputi 190 unit traktor, 77 unit cultivator dan 31 unit pompa air. Alat-alat itu diberikan langsung oleh Ganjar kepada perwakilan kelompok-kelompok tani yang ada di Rembang.

Ali Santoso, Ketua Kelompok Tani Guyub Rukun Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang mengaku senang dengan bantuan tersebut. Menurutnya, alat-alat mesin pertanian yang diberikan itu sudah lama diimpikan para petani di Kabupaten Rembang.

"Selama ini kalau bertani ya masih dengan cara konvensional, misalnya untuk membajak sawah masih menggunakan sapi, tanam padi ya manual sampai panen. Dengan adanya bantuan alat pertanian ini, kami berharap dapat memperlancar dan mempermudah pekerjaan kami," kata dia.

Ali menerangkan, di Desa Kuangsan setidaknya ada sekitar 120 orang yang berprofesi sebagai tani. Mereka terbagi dalam beberapa spesialisasi, ada yang khusus menanam padi, palawija, tembakau, cabai, melon dan sebagainya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan bantuan mengajak seluruh petani di Jateng melakukan mekanisasi pertanian. Hal itu penting agar pertanian di Jateng semakin maju.

Ganjar menegaskan, jika kemajuan zaman menuntut para petani untuk merubah sistem pertanian dari konvensional menuju modern. "Sekarang banyak orang mengeluh ke saya, katanya mencari buruh pertanian sulit, ada juga yang mengeluh lahan semakin menyempit serta minimnya generasi penerus yang mau menjadi petani. Untuk menjawab persoalan-persoalan itu, mekanisasi pertanian adalah salah satu solusi yang tepat," kata Ganjar.

Kemajuan zaman, lanjut dia, memaksa petani untuk mau tidak mau menggunakan peralatan pertanian yang canggih. Selain pekerjaan akan lebih efisien dan lebih mudah, hasil pertanian juga akan meningkat.

"Sejak pengolahan lahan, tanam hingga panen semua menggunakan peralatan canggih, maka semua akan lebih cepat dan efisien. Misalnya macul (mencangkul) yang biasanya butuh berhari-hari diganti menggunakan traktor, tanam padi yang biasanya ibu-ibu dengan berjalan mundur, sekarang maju karena menggunakan transplanter, panen menggunakan mesin combine harvester dan lainnya," terangnya.

Selain mekanisasi pertanian, hal yang harus dilakukan para petani adalah cara bertani yang baik. Penggunaan pupuk organik, pestisida organik dan budidaya produk-produk pertanian yang organik juga harus ditingkatkan. "Maka pertanian berkelanjutan ini akan menjadi harapan besar bagi anak cucu kita kelak," tegasnya.

Ganjar menambahkan, persoalan lain yang harus dihadapi oleh para petani  adalah problem lahan yang semakin menyempit. Dia berharap, para petani dapat mengkonsolidasikan lahan, dengan cara membentuk kelompok-kelompok pertanian dan bekerja secara bersama-sama.

"Sehingga saya harapkan dalam satu hamparan, milik orang banyak tapi dikelola bersama. Pembentukan kelompok tani adalah solusi terbaik untuk persoalan menyempitnya lahan ini," ucapnya.

Di lain sisi, Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, di Kabupaten Rembang ada sebesar 29.856 hektare luas sawah dan luas tegalan 34.256 hektare. Untuk mengolah semua lahan itu, dibutuhkan traktor sebanyak 2.564 unit.

"Saat ini di Kabupaten Rembang baru tersedia 2.212 unit traktor. Untuk itu, kami sangat berterima kasih atas bantuan alat-alat mesin pertanian ini yang dapat mempermudah para petani melakukan pekerjaannya," ucapnya.

 

Baca juga : Kartu Tani Solusi Atasi Keruwetan Pupuk Bersubsidi


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu