Follow Us :              

Wedang Janda Bikin Gayeng Obrolan Ganjar-Yasin bersama Warga

  10 April 2019  |   16:00:00  |   dibaca : 1022 
Kategori :
Bagikan :


Wedang Janda Bikin Gayeng Obrolan Ganjar-Yasin bersama Warga

10 April 2019 | 16:00:00 | dibaca : 1022
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

BANJARNEGARA - Suasana bahagia dan gayeng tampak di kediaman Sahri, 90, di RT 04 RW 03 Desa Karangsari, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (10/4/2019). Tawa dan canda riuh terdengar dari rumah berdinding papan di pelosok perbukitan itu. 

Wajah tuan rumah, Sahri dan Kairah langsung semringah ketika mengetahui rombongan tamu yang mengunjungjnya adalah Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Gubernur yang datang mengendarai sepeda motor disambut ramah oleh pasangan lanjut usia penerima bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Jateng tersebut.

Bersama tuan rumah dan warga setempat, Ganjar dan Gus Yasin, sapaan akrab wagub, duduk santai dan berbincang tentang berbagai hal, mulai dari beragam program pemerintah, gotong royong, hingga kondisi masyarakat desa. 

Menggunakan dialek ngapak khas Banyumasan, Sahri berkisah tentang perjalanan hidupnya, termasuk ketika sekolah di zaman Jepang hingga bagaimana sesepuh desa itu mengisi hari-hari tuanya. Pun demikian dengan Ganjar, yang berbahasa Jawa dengan dialek ngapak sepanjang perbincangan. 

"Sehat Pak? Njenengan usianya 90 tahun mbok? Tapi kayane isih 70 tahun Pak, awet nom nemen (Tapi sepertinya masih 70 tahun Pak, awet muda sekali). Zaman Jepang wis sunat urung (sudah sunat belum)?" gurau Ganjar disambut tawa warga.

Suasana semakin akrab dan hangat dengan suguhan wedang janda yaitu sejenis minuman tradisional berbahan jahe merah dan bawang Belanda, lengkap dengan aneka camilan khas Banjarnegara, seperti cimplung, kacang rebus dan jajanan pasar lainnya.

Kebahagiaan sesepuh Desa Karangsari itu membuncah saat menerima bantuan RTLH Rp10 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, serta bantuan pribadi dari gubernur. Bantuan yang diserahkan langsung oleh orang nomor satu di Jateng itu, membuat pasangan sepuh Sahri-Kairah terharu.

"Maturnuwun (terima kasih), saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan gubernur dan wakil gubernur. Kami tidak menyangka Bapak Gubernur bersedia bertandang ke rumah saya untuk memberi bantuan," ucap Sahri. 

Selain Sahri, Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Wakil Bupati Banjarnegara Samsudin juga menyerahkan bantuan rehab RTLH kepada 12 kepala keluarga dan enam musala yang tersebar di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dengan besaran bantuan masing-masing Rp10 juta dari Baznas Jateng.

 

Baca juga : Ganjar Rehab Rumah Milik Buruh Serabutan Cilacap


Bagikan :

BANJARNEGARA - Suasana bahagia dan gayeng tampak di kediaman Sahri, 90, di RT 04 RW 03 Desa Karangsari, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (10/4/2019). Tawa dan canda riuh terdengar dari rumah berdinding papan di pelosok perbukitan itu. 

Wajah tuan rumah, Sahri dan Kairah langsung semringah ketika mengetahui rombongan tamu yang mengunjungjnya adalah Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Gubernur yang datang mengendarai sepeda motor disambut ramah oleh pasangan lanjut usia penerima bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Jateng tersebut.

Bersama tuan rumah dan warga setempat, Ganjar dan Gus Yasin, sapaan akrab wagub, duduk santai dan berbincang tentang berbagai hal, mulai dari beragam program pemerintah, gotong royong, hingga kondisi masyarakat desa. 

Menggunakan dialek ngapak khas Banyumasan, Sahri berkisah tentang perjalanan hidupnya, termasuk ketika sekolah di zaman Jepang hingga bagaimana sesepuh desa itu mengisi hari-hari tuanya. Pun demikian dengan Ganjar, yang berbahasa Jawa dengan dialek ngapak sepanjang perbincangan. 

"Sehat Pak? Njenengan usianya 90 tahun mbok? Tapi kayane isih 70 tahun Pak, awet nom nemen (Tapi sepertinya masih 70 tahun Pak, awet muda sekali). Zaman Jepang wis sunat urung (sudah sunat belum)?" gurau Ganjar disambut tawa warga.

Suasana semakin akrab dan hangat dengan suguhan wedang janda yaitu sejenis minuman tradisional berbahan jahe merah dan bawang Belanda, lengkap dengan aneka camilan khas Banjarnegara, seperti cimplung, kacang rebus dan jajanan pasar lainnya.

Kebahagiaan sesepuh Desa Karangsari itu membuncah saat menerima bantuan RTLH Rp10 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, serta bantuan pribadi dari gubernur. Bantuan yang diserahkan langsung oleh orang nomor satu di Jateng itu, membuat pasangan sepuh Sahri-Kairah terharu.

"Maturnuwun (terima kasih), saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan gubernur dan wakil gubernur. Kami tidak menyangka Bapak Gubernur bersedia bertandang ke rumah saya untuk memberi bantuan," ucap Sahri. 

Selain Sahri, Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Wakil Bupati Banjarnegara Samsudin juga menyerahkan bantuan rehab RTLH kepada 12 kepala keluarga dan enam musala yang tersebar di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dengan besaran bantuan masing-masing Rp10 juta dari Baznas Jateng.

 

Baca juga : Ganjar Rehab Rumah Milik Buruh Serabutan Cilacap


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu