Follow Us :              

Etawa Kaligesing, Kambing Cantik Harga Selangit

  13 May 2019  |   18:30:00  |   dibaca : 40158 
Kategori :
Bagikan :


Etawa Kaligesing, Kambing Cantik Harga Selangit

13 May 2019 | 18:30:00 | dibaca : 40158
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

PURWOREJO - Harga satu ekor kambing di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo ini bisa untuk membeli sebuah mobil keluaran terbaru. Bagaimana tidak, harga kambing-kambing yang diternak oleh warga Kaligesing ada pada kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekornya.

Apalagi kalau kambing tersebut sudah pernah menjuarai kontes, baik tingkat regional maupun nasional, maka harga berapapun yang disebutkan oleh peternak akan dibayar oleh pembelinya.

Kambing apakah gerangan yang memiliki harga fantastis itu? Adalah kambing etawa ras Kaligesing Purworejo. Kambing yang identik dengan badan tinggi besar, bertelinga panjang, kepala nonong dan warna identik hitam putih tersebut memang menjadi idola para peternak kambing Tanah Air. Tak jarang, warga dari berbagai daerah rela datang ke Kaligesing, Purworejo untuk mendapatkan kambing etawa yang diidamkan.

Selain bertani, mayoritas warga di kecamatan ini beternak kambing. Di depan, samping dan belakang rumah-rumah warga, berjejer kandang-kandang kambing dengan model panggung dan bersekat. "Mayoritas warga kami ternak kambing etawa ini, ada yang memiliki beberapa ekor saja, ada pula yang ternak hingga ratusan ekor. Memang di Jawa Tengah bahkan di Indonesia, sentra kambing etawa yang super-super berasal dari Kaligesing," kata Mujoko, Kepala Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Senin (13/5/2019).

Kambing etawa ras Kaligesing, lanjut dia, memang sudah terkenal di seluruh pelosok negeri. Banyak pembeli dari luar daerah bahkan luar pulau datang ke Kaligesing hanya untuk mendapat kambing jenis unggul. "Kambing etawa ras Kaligesing ini seringnya untuk ajang kontes, karena memang badannya yang tinggi tegap, telinganya panjang dan ekornya bagus. Selain itu, kambing ini juga bisa menghasilkan susu yang bermanfaat bagi kesehatan," tambahnya.

Untuk kelas kontes, mayoritas para peserta dari berbagai daerah mencari kambing andalan dari Kaligesing. Sebab menurut cerita, dahulu pernah ada kambing juara nasional berkali-kali dari Kaligesing tersebut. "Jadi keturunannya masih terjaga sampai sekarang. Kalau dibilang, Kaligesing ini kiblatnya kambing etawa di Indonesia," katanya.

Disinggung soal harga, Mujoko mengatakan hampir semua kambing etawa Kaligesing dibanderol dengan harga cukup mahal. Untuk anakan kambing atau cempe saja, harganya bisa mencapai puluhan juta. "Saya pernah dengar belum lama ini, ada yang jual kambing satu ekor Rp100 juta. Jadi memang di sini sudah biasa orang jual kambing seharga segitu," tuturnya tersenyum.

Penasaran dengan yang disampaikan oleh Mujoko, kami kemudian berkunjung ke beberapa lokasi peternak kambing di Kaligesing. Benar saja, di lokasi-lokasi yang kami kunjungi itu, berjejer kambing etawa yang memiliki bentuk badan besar-besar. "Sejak kecil sudah ternak kambing etawa ini, sampai sekarang diteruskan anak saya. Harganya bagus, selalu tinggi," kata Sarman, 60, salah seorang peternak.

Sarman mengatakan, hasil ternakannya selalu diincar para penghobi kambing kontes asal Bandung, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, Jambi, Lombok dan banyak daerah lain. Sejak kambing baru lahir, biasanya pembeli sudah berdatangan. Apalagi jika kambing sudah pernah ikut kontes, maka harganya semakin melambung. "Kalau kualitasnya bagus, harganya bisa puluhan hingga ratusan juta," ucapnya.

Hal senada disampaikan Sukiswanto, peternak kambing etawa Kaligesing lainnya. Sukiswanto yang memiliki ratusan ekor kambing etawa mengatakan selalu untung besar dari bisnis jualan kambingnya itu. "Harganya tinggi, tidak ada patokannya. Kalau bagus dan orang suka, mau harga berapa saja pasti dibayar," kata dia.

Sukiswanto mengaku pernah menjual kambing peliharaannya seharga Rp150 juta. Bahkan, ada satu ekor kambing miliknya yang ditawar Rp250 juta. "Namun tidak saya kasih, karena saya minta kambing saya diganti truk saja. Kambing saya yang ditawar Rp250 juta itu sudah pernah juara nasional," tegasnya.

 

Baca juga : Dorong Ekstrakurikuler Pertanian


Bagikan :

PURWOREJO - Harga satu ekor kambing di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo ini bisa untuk membeli sebuah mobil keluaran terbaru. Bagaimana tidak, harga kambing-kambing yang diternak oleh warga Kaligesing ada pada kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekornya.

Apalagi kalau kambing tersebut sudah pernah menjuarai kontes, baik tingkat regional maupun nasional, maka harga berapapun yang disebutkan oleh peternak akan dibayar oleh pembelinya.

Kambing apakah gerangan yang memiliki harga fantastis itu? Adalah kambing etawa ras Kaligesing Purworejo. Kambing yang identik dengan badan tinggi besar, bertelinga panjang, kepala nonong dan warna identik hitam putih tersebut memang menjadi idola para peternak kambing Tanah Air. Tak jarang, warga dari berbagai daerah rela datang ke Kaligesing, Purworejo untuk mendapatkan kambing etawa yang diidamkan.

Selain bertani, mayoritas warga di kecamatan ini beternak kambing. Di depan, samping dan belakang rumah-rumah warga, berjejer kandang-kandang kambing dengan model panggung dan bersekat. "Mayoritas warga kami ternak kambing etawa ini, ada yang memiliki beberapa ekor saja, ada pula yang ternak hingga ratusan ekor. Memang di Jawa Tengah bahkan di Indonesia, sentra kambing etawa yang super-super berasal dari Kaligesing," kata Mujoko, Kepala Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Senin (13/5/2019).

Kambing etawa ras Kaligesing, lanjut dia, memang sudah terkenal di seluruh pelosok negeri. Banyak pembeli dari luar daerah bahkan luar pulau datang ke Kaligesing hanya untuk mendapat kambing jenis unggul. "Kambing etawa ras Kaligesing ini seringnya untuk ajang kontes, karena memang badannya yang tinggi tegap, telinganya panjang dan ekornya bagus. Selain itu, kambing ini juga bisa menghasilkan susu yang bermanfaat bagi kesehatan," tambahnya.

Untuk kelas kontes, mayoritas para peserta dari berbagai daerah mencari kambing andalan dari Kaligesing. Sebab menurut cerita, dahulu pernah ada kambing juara nasional berkali-kali dari Kaligesing tersebut. "Jadi keturunannya masih terjaga sampai sekarang. Kalau dibilang, Kaligesing ini kiblatnya kambing etawa di Indonesia," katanya.

Disinggung soal harga, Mujoko mengatakan hampir semua kambing etawa Kaligesing dibanderol dengan harga cukup mahal. Untuk anakan kambing atau cempe saja, harganya bisa mencapai puluhan juta. "Saya pernah dengar belum lama ini, ada yang jual kambing satu ekor Rp100 juta. Jadi memang di sini sudah biasa orang jual kambing seharga segitu," tuturnya tersenyum.

Penasaran dengan yang disampaikan oleh Mujoko, kami kemudian berkunjung ke beberapa lokasi peternak kambing di Kaligesing. Benar saja, di lokasi-lokasi yang kami kunjungi itu, berjejer kambing etawa yang memiliki bentuk badan besar-besar. "Sejak kecil sudah ternak kambing etawa ini, sampai sekarang diteruskan anak saya. Harganya bagus, selalu tinggi," kata Sarman, 60, salah seorang peternak.

Sarman mengatakan, hasil ternakannya selalu diincar para penghobi kambing kontes asal Bandung, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, Jambi, Lombok dan banyak daerah lain. Sejak kambing baru lahir, biasanya pembeli sudah berdatangan. Apalagi jika kambing sudah pernah ikut kontes, maka harganya semakin melambung. "Kalau kualitasnya bagus, harganya bisa puluhan hingga ratusan juta," ucapnya.

Hal senada disampaikan Sukiswanto, peternak kambing etawa Kaligesing lainnya. Sukiswanto yang memiliki ratusan ekor kambing etawa mengatakan selalu untung besar dari bisnis jualan kambingnya itu. "Harganya tinggi, tidak ada patokannya. Kalau bagus dan orang suka, mau harga berapa saja pasti dibayar," kata dia.

Sukiswanto mengaku pernah menjual kambing peliharaannya seharga Rp150 juta. Bahkan, ada satu ekor kambing miliknya yang ditawar Rp250 juta. "Namun tidak saya kasih, karena saya minta kambing saya diganti truk saja. Kambing saya yang ditawar Rp250 juta itu sudah pernah juara nasional," tegasnya.

 

Baca juga : Dorong Ekstrakurikuler Pertanian


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu